Menjalani fase hidup dari bayi, anak-anak, remaja, mature, hingga tua adalah pasti namun menjadi dewasa adalah keberanian.
Berani dewasa adalah semacam pilihan hidup yang tidak sederhana, tak hanya semata soal usia meski memang ada kontribusinya atau bukan soal inner child yang seringkali muncul dalam diri kita, misalnya aku yang masih suka manjat sendiri kalo mesti ngambil belimbing atau jambu di depan rumah buat rujakan atau bukan karena aku yang suka nari-nari penuh ceria hanya sekedar untuk memulai hari dengan penuh semangat.
Hey ternyata bukan itu, berani dewasa adalah soal keputusan sikap, sudut pandang, pikiran dan tindakan yang didasarkan kepada kesadaran penuh. Kesadaran akan apa tujuan kita hidup di kefanaan dunia ini, selain bahwa muara terakhir adalah keabadaian kelak.
Semoga tak termasuk manusia yang tak berani dewasa layaknya anak-anak muda yang tak segera menjadi dewasa dengan menyebrang diri dari arus kerusakan yang menghanyutkan, atau laki-laki pengecut yang lebih suka bermain perempuan tanpa berani membangun komitmen dan tanggung jawab pernikahan, atau pengusung-pengusung kemunkaran yang tak mampu membenarkan suara hatinya sendiri, atau politisi yang tak menerima takdirnya menjadi pelayan rakyat tapi malah ingin dilayani bak raja, atau pedagang-pedagang yang tidak fair dengan usahanya bahkan hanya untuk menakar timbangan yang benar, atau orang yang tak pernah dewasa lainnya jika miskin dia angkuh, bila kaya membunuh, bila bodoh menipu, bila pintar membuat makar dan banyak lagi.
Berani dewasa jaman sekarang memang tak mudah, sering dihadapkan pada situasi lahiriyah yang kontradiktif, misal, kita kanak-kanak tapi harus tumbuh dalam kemengertian yang maju, kita miskin namun harus menuntun hati dan menekan kehendak kemewahan yang tak sampai, kita kaya namun harus memerangi kekangkuhan dan kesemena-menaan yang dipicu oleh kekayaan itu, kita punya keterbatasan tapi harus berjuang menggerakan segala daya upaya agar kita menjadi sesuatu, kita merasa pintar bergelar tapi harus arif meyakini diatas langit masih ada langit.
Begitulah kedewasaan akan mengairi jalan hidup kita dengan kejelasan arah, kejernihan sudut pandang tetapi dengan semangat yang terus berkobar. Dalam kehidupan kita lalui setiap fase setiap usia punya jenjangnya, situasinya, sulit dan mudahnya karena itu berani dewasa yang dengan itu kita lalu fase hidup untuk menggapai Ridho Sang Khalik.
Aku? semoga mampu demikian. Amiiin
*Tulisan ini disadur bebas dari salah satu subjudul buku “Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda”; penuhi janjiku untuk seorang sahabat.
Semangat ya Gie!!!
Klo menurut mitologi Yunani, Vega, Altair dan Deneb adalah nama-nama tokoh dalam mitologi Yunani. Dikisahkan bahwa mereka bertiga adalah sahabat. Vega si cerdas adalah bagian utama dalam rasi Lyra. Nama Lyra sendiri adalah sebutan untuk harpa milik Orpheus, seorang musisi dalam mitologi Yunani kuno. Deneb yang berada dalam rasi Cygnus adalah sosok angsa putih yang gemulai, cantik dan menarik. Dengan tarian angsanya [swan] dia dapat memikat para dewa-dewi, Dalam suatu legenda, angsa adalah pahlawan bagi Orpheus sedangkan Altair dalam rasi Aquila adalah yang paling kuat diantara mereka bertiga, karena aquila dapat diartikan sebagai elang. simpelnya, Altair tuh digambarin sebagai Guardian Angel bagi dua sahabatnya.
Your Words