3 nice stories

15 01 2011

Selagi rada ngantuk, selagi rapat ringing “wall” sms  berbunyi, aha!!  its very nice, seorang sahabat jelasnya my lil sista kasih message yang inspiring banget, well okay, karena belajar multiple focus sambil “listening” rapat sambil ng-post lah ya..

Okay, cekidot hope this is will be inspire you too..

  • Suatu kali semua penduduk desa berdoa memohon hujan. Pada hari semua orang berkumpul untuk berdoa hanya satu bocah laki-laki yang membawa payung, itulah “IMAN”
  • Teladan dari seorang bayi berusia satu tahun, Ketika anda melemparkannya ke udara, dia tertawa karena dia tahu anda akan menangkapnya kembali itulah “KEPERCAYAAN”
  • Setiap malam saat kita tidur, kita tidak tahu bahwa apakah masih hidup saat bangun esok hari, tetapi kita masih mempunyai rencana untuk hari esok, itulah “HARAPAN”

Well, kalian pasti setuju kan, its really nice stories, keep it dears!! :)

source: my inbox phone





Hidup | Pilihan Benar dan Salah

13 05 2009

Dalam suatu acara talkshow atau semacam bincang-bincang di Televisi dihadirkanlah seorang PSK sebagai bintang tamu, kemudian si host bertanya lumayan detail seputar kehidupan dan profesi kegiatan ber- PSK tersebut, misalnya sejak kapan, berapa lama, apakah senang atau tidak pekerjaan itu, bagaimana reaksi keluarga, sampai kapan melakoni itu semua.bla..bla..tapi jarang banget yang langsung nembak dengan pertanyaan misalnya:

“Apakah anda tahu bahwa melacur adalah perbuatan zina dan itu menurut norma agama adalah dosa??

Jawaban yang mungkin sangat standar adalah “Iya saya tahu tapi bagaimana lagi, karena saya tak memiliki keahlian lain dan harus menghidupi anak-anak saya, sementara suami saya pergi entah kemana dan menelantarkan kami begitu saja…bla..bla..bla…” *sambil berurai airmata*

*terharulah para penonton dan hostnya* :D

Di ujung acara Hostnya mengatakan ”Hmm Tuhan pasti mengerti kalau anda melakukan itu demi cinta anda terhadap keluarga, kami akan selalu mendukungmu”

Di acara TV talkshow lainnya menghadirkan bintang tamu sepasang pelaku kumpul kebo (samen leven bahasa kerennya mah), seperti biasa Si Host bertanya macam-macam namun terkesan lebih hati-hati ketika terlontar pertanyaan ” Baik kita bicara bukan dalam konteks baik dan buruk ya, tapi memangnya anda tidak merasa dirugikan sebagai perempuan melakukan hal ini, apa yang membuat anda merasa nyaman dengan ini” (again!!! perempuans…)

Jawaban yang akan sangat standar pula (atau pembelaan diri) ”Ah tidak, buat kami cinta sudah cukup sebagai ikatan kuat, selama ini kami nyaman-nyaman saja menjalaninya, komitmen seperti ini sudah cukup kok, toh yang nikah juga banyak yang cerai, kalaupun punya anak kami mungkin memilih akan menikah”

Si Host agak-agak nyengir kuda, maklum di negeri ini at least dari sisi budaya masih belum lumrah meskipun sudah mulai cenderung  lumrah, haiyah klo dari sisi agama mah jangan ditanya, jawab saja pake hati nurani masing-masing.

Satu hal yang gw amatin (biasanya) dari setiap ending acara-acara yang menghadirkan bintang tamu dengan prilaku semacamnya (baca: dianggap tak lumrah) adalah kesimpulan yang tak tegas dihadapkan pada penilaian dalam konteks baik atau buruk tercover dengan alibi-alibi tertentu, seperti memberi permakluman-permakluman yang membuat hal itu semakin samar keburukannya, mungkin karena pada hari ini saat pemenuhan hawa nafsu dalam berbagai bentuk mudah dilakukan dimana untuk berbuat sebebas apapun sepertinya tak masalah meski ada istilah “kebebasan yang bertanggung jawab” Well bertanggung jawab seperti apa dan sama siapa? Kalau sama Tuhan yang memang semestinya bukan..tapi…

Hidup adalah pilihan begitu ungkapan populer yang ada..

Memang, tak ada sedikitpun konteks pemaksaan untuk setiap perilaku namun coba kita resapi baik-baik saat suatu ketika Rasulullah SAW diberi nasehat oleh Jibril yang nasehat ini tentu sebenarnya juga nasehat bagi kita.

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau akan dihisab (dibalas) atas perbuatanmu itu dan cintailah siapa saja, yang engkau kehendai, tapisesungguhnya engakau akan berpisah dengannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang muslim itu karena shalat malamnya, dan kebesaran seorang muslim ialah karena zuhud terhadap sesama manusia”

Well, bahkan untuk soal beragama sekalipun;

“Tidak paksaan untuk memasuki agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat . Karena itu siapa yang ingkar pada thaghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah:256)

Pepatah bijak mengungkapkan:

“Hidup hanyalah kesempatan membuat pilihan, Segalanya bergulir dan bergilir namun sejatinya pilihan yang benar-lah yang membawa kemuliaan”

Ujar seorang kawan..So…mau pilih neraka apa syurga!!! (igh..kok jd mendadak berasa seram gw) .





Obat itu bernama syukur, sabar dan lail

16 03 2008

Qumillail ya habibati…
Wake up honey…
Bangun sayang…
Udah jam tiga nih…
Ditungguin tuh ama Allah dari tadi,
Mau setoran engga ?…..

Kalimat singkat itu adalah SMS yang dikirimkan Ahmad kepada istri tercintanya hampir setiap dini hari menjelang terbit fajar ketika ia bertugas diluar kota . Ada penyesalan yang mendalam bila kehidupan malam terlewatkan oleh mereka begitu saja tanpa curhat, berkeluh-kesah, bermunajat, mengharap dan memohon kepada Sang Penguasa jagat, Sang Pemberi maaf dan Penerima taubat, kepada Sang Pengasih dan Penyayang.

Serasa nikmat bila sedang terjaga dimalam hari tatkala banyak orang tidur dengan lelapnya. Kenikmatan itu mungkin takkan mereka rasakan bila Allah tidak menguji terlebih dahulu dan kemudian Dia selalu menyayangi dan membimbing mereka kejalan-Nya.

Tepat tiga tahun Ahmad menikah dengan istri tercinta. Khairani, yang ‘dipacari’ hanya dalam tempo dua mingguan yang kemudian dilamar, selang kurang lebih dua bulan tepatnya Sabtu 28 Desember 2002, mereka menikah. Sungguh masa ta’aruf (perkenalan) yang begitu singkat menurut ukuran remaja sekarang.

Entah mengapa Ahmad merasa dialah istri yang Allah kirimkan kepadanya, hingga saat perjumpaan pertama sudah ada rasa penasaran dan keyakinan yang mendalam dalam hatinya. Ia sosok yang berbeda, seorang wanita yang sholehah, tegar, dewasa, percaya diri, cerdas, manis, ceria dan ‘kekeh’ dalam pendirian, tempat curhat teman-temannya, sosok problem solver, sorot matanya yang syahdu menjadikan Ahmad salah tingkah dibuatnya dan yang unik mereka mempunyai kesamaan hobbi yaitu selalu membawa Al-Qur’an kecil dalam tas mereka dan sama-sama menyukai musik kitaro.

Ia sosok wanita yang dijumpainya lewat mimpi-mimpi pasca istikhoroh. Hampir 90% kriteria yang Ahmad harapkan dalam munajatnya ada pada dirinya.Ternyata Allah menguji kesabaran, kasih sayang dan kesetiaan Ahmad dan istrinya secara bertubi-tubi, disaat mereka sedang menikmati indahnya ‘berpacaran’ pasca nikah, Allah menyapa mereka melalui kesulitan ekonomi, sakit maag, asam lambung tinggi dan sakit di kepala yang diderita istrinya.

Gadis blesteran Betawi-Sunda yang besar di kampung orang ini, jantung hati Ahmad dan pendamping hidup yang selama beberapa tahun dikenalnya ini seolah-olah berubah 180° menjadi orang lain dan asing, phsykisnya terganggu. Dia menjadi nerves, mudah labil, sering mengeluh, kekhawatiran yang berlebihan dan ketakutan yang tak beralasan, shalat tidak khusyu’.

Menangis adalah solusi yang tercepat yang diambilnya kagak ngurus dimanapun dan kapanpun, pernah sampai beberapa malam tidak bisa tidur, entah pikiran apa yang merasuk dibenak dan perasaannya , dia sendiri bingung untuk mengutarakannya, hingga kurus sekali badannya. Allah menyapa Ahmad dan isterinya dengan ujian agar mereka tetap bersabar;“Dan sesunguhnya kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa diantara kalian yang melakukan jihad sebenarnya dan siapa yang sabar. Dan Kami akan menguji sepak terjang kalian.” (QS. Muhammad[47] ; 31) ” Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum Mu’min pria dan wanita, yang mengenai dirinya,
hartanya dan anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dlam keadaan tiada berdosa” (H.R. Turmudzi)

Subhanallah. .. Allah sangat sayang kepada Ahmad dan istrinya, mereka dibimbing-Nya dan diberi petunjuk agar lebih memahami pesan-pesan- Nya, untuk lebih bersabar dan bersyukur atas ujian tersebut, untuk lebih mendewasakan diri, untuk lebih dekat dalam mengenal dan mencintai-Nya, untuk saling mengenal dan memahami karakter kami yang sesungguhnya, untuk lebih bisa mengambil hikmah dibalik setiap kejadian, untuk lebih gigih dalam bekerja dan berusaha, untuk lebih banyak belajar tentang makna hidup dan kehidupan. Ahmad merasa bersyukur, karena Allah Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan tergores di dalam hati hamba-hamba- Nya menyapanya dengan ujian.

 Mari kita perhatikan hadits qudsyi yang diriwayatkan oleh imam Thabrani dari Abu Umamah r.a berikut: Allah berfirman kepada Malaikat-Nya: “Pergilah kepada hamba-Ku. Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya karena Aku mau mendengar suaranya”.

Al-hamdulillah hingga kini Ahmad terus memegang salah satu pesan penuh makna dari KH Imam Badri, mantan Direktur KMI yang kini menjadi salah seorang Pimpinan PM. Gontor, beliau berpesan: “in shobarta ‘alal-asyaqqi qoliilan, istamta’ta ‘alal-aladzdzi thowiilan” , artinya : “Jika ananda bersabar dengan kesulitan dan kesusahan yang sebentar, maka kamu akan menikmati kelezatan yang panjang”.

Di Semarang, Ahmad mendapat nasehat yang sangat berharga dari Eyang Ikhwan, mertua temannya yang sudah dianggap seperti orangtuanya. Beliau berpesan: ” Bungah susah ayo podo dilakoni” yang bermakna: ” Susah senang mari nikmati dan jalani bersama”.

David J. Mahoney, Pendiri Banyan System, Inc.(1983) Perusahaan yang bergerak di bidang system operasi jaringan dalam bidang bisnis dan kini menguasai hamper separuh pasar Amerika Serikat. Ia berkata: ” Agar punya pengalaman, anda harus terpentok dulu.. miliki pengalaman. Jika anda bisa bertahan berarti anda diajarkan bagaimana bangkit kembali”.

Dalam masa terapi istrinya , Ahmad betul-betul menikmati dan tak henti-hentinya bersyukur atas bimbingan dan pertolongan- Nya, istrinya langsung di bimbing dan dikonseling oleh Allah swt, Dialah Allah, Dzat yang mempertemukan istrinya dengan Ust. Yusuf Mansur, seorang hafidz, penulis, anak muda yang gigih, ulet, futurist, pantang menyerah, dan lebih dewasa ketimbang umurnya, yang mengerti kejiwaan dan dijuluki orang dengan sebutan ‘Ustadz spesialis sedekah’.

Dialah Allah SWT, yang mempertemukannya dengan dokter Hari Wibowo, seorang ahli kejiwaan ternama di RS. Honoris Tangerang yang menumbuhkan kembali semangat dan motivasi istrinya . Allah jualah yang mempertemukannya dengan Kyai Sa’adih Al-Batawi, seorang Kyai “sedekah’ yang mempunyai majelis dzikir dan balai pengobatan robbani ‘ala Ibnu Sina yang ‘bebas pulsa’ bahkan ia kerap kali memberi ongkos pulang dan uang jajan kepada pasiennya, dengan dialek betawinya yang khas ia selalu menasehati pasiennya agar berserah diri seutuhnya hanya kepada Allah.

“Hasbunallah wani’mal wakieil Ni’mal maula wani’man nashier” ( Makasih Robb, Kau bimbing dan tunjukan kepada kami jalan yang benar).

Suatu malam isteri Ahmad bermimpi saat kerinduan yang sangat akan kehadiran anak titipan Allah dalam kehidupan berumahtangga mereka, saat ia sedang disapa Allah dengan penyakitnya, dalam tidurnya ia kedatangan seorang Kyai berjubah putih dan kepalanya ditutupi lilitan sorban putih, belum pernah ia kenal sebelumnya dengan rambut, kumis dan jenggotnya yang panjang dan putih semua, kulitnya keriput, sorotan matanya tajam bak burung elang, tangannya mengenggam erat sebuah tongkat. Dalam mimpi tersebut istrinya tertegun dengan nasehat Kyai Misterius itu , dengan suaranya yang agak serak sang Kyai berkata : “Qumillail !!!…”, sebuah kalimat perintah yang singkat, padat dan penuh makna. Sang Kyai langsung pergi begitu saja dan spontan sang isteri bangun dari tidurnya, sambil berucap :” subhanallah, walhamdulillah wala ilaha illallahu wallahu akbar,walahawla walaquwwata illa bilahil ‘aliyyil’adzhim. .. terima kasih Tuhan Kau tak henti-hentinya membimbingku”

Sedari peristiwa itu mereka kembali menggalakkan tradisi yang dulu hanya dilakoni saat butuh kepada Allah saja, tradisi yang dulu sebenarnya dicanangkan dan diniatkan berdua sebelum menikah yaitu: Qiyaamul-lail, sunnah Nabi Muhammad SAW yang dalam salah satu haditsnya beliau berkata: “Hendaklah kamu melaksanakan shalat malam meskipun hanya satu raka’at”. Perintah Allah dalam Al-Qur’an yang diiming-imingi dengan maqomam mahmuda (tempat yang terpuji) sebagai ganjarannya. Tradisi orang-orang sholeh terdahulu yang selalu mengingat Allah dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, mereka yang tidak pernah sombong dan senantiasa jauh dari tempat tidur selalu berdo’a , takut kepada Allah dan senantiasa berinfaq serta bersedekah.

Sebuah tradisi yang dilazimkan oleh beberapa orang zaman ‘saiki’ yang sukses dan diberkahi Allah dalam urusan dunianya. Mereka yang pada siang harinya bagai singa, dan malam bagai para pengibadah yang zuhud. Tradisi yang akan mengharmoniskan hubungan kita dengan Sang Kholiq dan juga sebagai penebus dosa-dosa yang kita lakukan, mencegah diri kita dari perbuatan dosa, dan mengusir bala dan obat bagi penyakit yang ada pada jasmani dan rohani kita. Tradisi yang akan membedakan orang-orang cerdas (alladzina ya’lamun) dan orang-orang yang bodoh (alladzina la ya’lamun). Tradisi yang akan menyebabkan seseorang masuk sorganya Allah dengan selamat, aman, tentram dan damai.

Suatu hari dalam majelis Rasulullah Saw, shahabat RA. Bertanya:
” Ya Rasulullah!! Dosa-dosamu yang lalu dan akan datang telah diampuni oleh Allah, mengapa engkau harus bersusah payah dalam beribadah dan taat kepada Allah hingga tumitmu bengkak dan pecah-pecah? .

Rasulullah saw menjawab:
“Apakah tidak boleh aku bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan kepadaku, Dia yang menghidupkanku dari tiada menjadi ada,
Apakah tidak boleh aku bersyukur sementara Allah telah menganugerahkan kepadaku akal, pikiran, pemahaman dan kenabian,
Apakah tidak boleh aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikanku taufiq dan bimbingan-Nya untuk selalu taat
Apakah tidak boleh aku bersyukur kepada Allah yang telah menerima taatku dan ibadahku” (Al-hadits)

Demikian Rasulullah SAW, seorang manusia luar biasa yang diberikan tempat terpuji disisi Allah (maqomam mahmuda) sebab akhlak mulianya dan keta’atannya kepada Allah, yang dalam sehari semalam beristighfar minimal 70 kali, sedangkan kita,…. Siapa sih kita , apa sih kita dimata Allah ? Jaminan apa yang bisa kita banggakan ? Bahkan amal-amal kitapun terkadang masih diringi riya. Sungguh merugilah kita yang kehilangan saat-saat Allah menjenguk kita setiap sepertiga malam, saat Allah turun kelangit dunia ini, saat Allah bertutur :

” Siapa yang berdo’a maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri,
siapa yang mohon ampun atas dosa-dosanya akan aku ampuni”

Oleh itu saudaraku, marilah kita temui Allah setiap malam, kita nikmati indahnya kehidupan malam saat Sang Kholiq menjenguk kita dan menawarkan solusi atas segala problematika hidup kita. Kita jumpai dan ingat Allah saat malam hari maka Allah akan menjumpai dan mengingat kita saat siang hari, kita libatkan dan ingat Allah saat senang kita maka Allah akan mengingat kita saat kesedihan menimpa dengan memberi solusi yang terbaik. Amien…

Src: wisatahati.com





Wise Words

3 03 2008

Hati hanya akan tenteram bila kita selalu membuat kebaikan (LAO TSE)
Perbantahan itu menyesatkan hati dan mempusakai kedengkian (MALIK BIN ANAS)
Sabar itu kunci syurga karena itu sifat mulia (MARAH RUSLI)
Bukan kekayaan bukan pula kemegahan yang memberi kebahagiaan manusia (LA FONTAINE)
Orang jarang mengalami kegagalan bila ia keras terhadap dirinya (KONG FU TSE)
Jangan puas dengan apanya akan tetapi berusahalah belajar mengetahui bagaimana     (LA ROUCHEFOUCAULD)
Kekurangan kesempatan selalu dikadikan alasan oleh orang lemah (MARDEN)
Rasa isi selalu bertahan lebih lama daripada kebahagiaan orang yang kita irikan             (LA ROUCHEFOUCAULD)
Orang yang berbudi tinggi justru karena ia tidak pernah mempamerkan kebesarannya(LAO TSE)
Kegelisahan dan kecemasan adalah penyakit dan kadang-kadang merupakan kejahatan(MARDEN)
Hanya orang yang tahu mengabdi patut menjadi pemimpin (LAO TSE)
Bila anda memahami lebih banyak orang, anda dapat memahami diri sendiri (KUBROCK)
Belajar tanpa berpikir tidak akan ada gunanya, berfikir tanpa belajar adalah berbahaya(KONG FU TSE)
Jangan kecewa bila dunia tidak mengenal anda, tetapi kecewalah bila anda tidak mengenal dunia (KONG FU TSE)
Mencari kawan adalah mudah, tetapi bersatu dan hidup damai adalah sukar (KONG FU TSE)
Barang siapa yang mementingkan diri sendiri akan mendapatkan banyak musuh (KONG FU TSE)
Jika kita mencari hal-hal yang baik kita akan cenderung menemukannya (NORMAN VINCENT)
Siapa yang memberi janji-janjinya dengan sembarangan maka jaranglah ia memenuhi janjinya (LAO TSE)





LOve WordS

18 01 2008

Truly love you endlessly. Every day without you is like a book without pages. I love you, I will always do, for the rest of our earthly and heavenly life (F. Abahusain)

My night has become a sunny dawn because of you. (Ibn Abbad).

Time wounds all heels. (Jane Ace)

Arguments out of a pretty mouth are unanswerable (Joseph Addison)

A true man does not need to romance a different girl every night, a true man romances the same girl for the rest of her life. (Ana Alas)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.