Semangka, bawang, kakau, pisang, apalagi ya.. oh ya, yang lagi hot hotnya kasus pencurian ” Sandal” yang dituduhkan kepada AAL anak remaja 15 tahun hingga dimeja hijaukan bahkan pemberitaannya begitu mendunia.
Nyinyir atau bangga?
Klo boleh berpendapat ini sesuatu jelas memalukan dilihat dari bagaimana proses hukum atas kasus ini bergulir, meski pada akhirnya AAL diserahkan kembali ke orangtuanya tanpa menerima hukuman namun vonis bersalah tetap saja akan membayangi seumur hidupnya kan?
Sekedar sendal aja siysampai didramatisir kayak gitu, betul, namanya mengambil hak orang lain tanpa izin alias mencuri apapun dan seberapapun besarannya tentu adalah hal yang keliru namun menyikapi kasus begini rasanya terlalu hiperbola samasekali tak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, ya seperti yang sudah2 sering terjadi di kasus peradilan hukum sebelumnya..
Sementara..
Penjahat-penjahat kakap, kerah putih yang mencurinya ga tanggung2 kagak pernah diekspos kayak gini atau tuntas gituh, samasekali tidak seheboh ini bahkan dari segi pemberitaan pun cepat tenggelam atau beku masuk peti es.
Damn..damn.. hukum macam mana.. apa bedanya dengan hukum rimba..
Intinya nurut gw, ini tentang “penyikapan” dimana etika, moral, keadilan, nurani mestinya bekerjasama dengan baik..
Mencuri.. dimana2 ga benar..
Dicuri juga dimana2 nyebeliiin..
tapi kalau hatimu yang dicuri?
Ouch..mauuuuuuuu #eh..
Kok ujungnya malah curi-mencuri hati begini toh?
lagi galau ya, teh?