Hidup | Pilihan Benar dan Salah

13 05 2009

Dalam suatu acara talkshow atau semacam bincang-bincang di Televisi dihadirkanlah seorang PSK sebagai bintang tamu, kemudian si host bertanya lumayan detail seputar kehidupan dan profesi kegiatan ber- PSK tersebut, misalnya sejak kapan, berapa lama, apakah senang atau tidak pekerjaan itu, bagaimana reaksi keluarga, sampai kapan melakoni itu semua.bla..bla..tapi jarang banget yang langsung nembak dengan pertanyaan misalnya:

“Apakah anda tahu bahwa melacur adalah perbuatan zina dan itu menurut norma agama adalah dosa??

Jawaban yang mungkin sangat standar adalah “Iya saya tahu tapi bagaimana lagi, karena saya tak memiliki keahlian lain dan harus menghidupi anak-anak saya, sementara suami saya pergi entah kemana dan menelantarkan kami begitu saja…bla..bla..bla…” *sambil berurai airmata*

*terharulah para penonton dan hostnya* :D

Di ujung acara Hostnya mengatakan ”Hmm Tuhan pasti mengerti kalau anda melakukan itu demi cinta anda terhadap keluarga, kami akan selalu mendukungmu”

Di acara TV talkshow lainnya menghadirkan bintang tamu sepasang pelaku kumpul kebo (samen leven bahasa kerennya mah), seperti biasa Si Host bertanya macam-macam namun terkesan lebih hati-hati ketika terlontar pertanyaan ” Baik kita bicara bukan dalam konteks baik dan buruk ya, tapi memangnya anda tidak merasa dirugikan sebagai perempuan melakukan hal ini, apa yang membuat anda merasa nyaman dengan ini” (again!!! perempuans…)

Jawaban yang akan sangat standar pula (atau pembelaan diri) ”Ah tidak, buat kami cinta sudah cukup sebagai ikatan kuat, selama ini kami nyaman-nyaman saja menjalaninya, komitmen seperti ini sudah cukup kok, toh yang nikah juga banyak yang cerai, kalaupun punya anak kami mungkin memilih akan menikah”

Si Host agak-agak nyengir kuda, maklum di negeri ini at least dari sisi budaya masih belum lumrah meskipun sudah mulai cenderung  lumrah, haiyah klo dari sisi agama mah jangan ditanya, jawab saja pake hati nurani masing-masing.

Satu hal yang gw amatin (biasanya) dari setiap ending acara-acara yang menghadirkan bintang tamu dengan prilaku semacamnya (baca: dianggap tak lumrah) adalah kesimpulan yang tak tegas dihadapkan pada penilaian dalam konteks baik atau buruk tercover dengan alibi-alibi tertentu, seperti memberi permakluman-permakluman yang membuat hal itu semakin samar keburukannya, mungkin karena pada hari ini saat pemenuhan hawa nafsu dalam berbagai bentuk mudah dilakukan dimana untuk berbuat sebebas apapun sepertinya tak masalah meski ada istilah “kebebasan yang bertanggung jawab” Well bertanggung jawab seperti apa dan sama siapa? Kalau sama Tuhan yang memang semestinya bukan..tapi…

Hidup adalah pilihan begitu ungkapan populer yang ada..

Memang, tak ada sedikitpun konteks pemaksaan untuk setiap perilaku namun coba kita resapi baik-baik saat suatu ketika Rasulullah SAW diberi nasehat oleh Jibril yang nasehat ini tentu sebenarnya juga nasehat bagi kita.

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau akan dihisab (dibalas) atas perbuatanmu itu dan cintailah siapa saja, yang engkau kehendai, tapisesungguhnya engakau akan berpisah dengannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang muslim itu karena shalat malamnya, dan kebesaran seorang muslim ialah karena zuhud terhadap sesama manusia”

Well, bahkan untuk soal beragama sekalipun;

“Tidak paksaan untuk memasuki agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat . Karena itu siapa yang ingkar pada thaghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah:256)

Pepatah bijak mengungkapkan:

“Hidup hanyalah kesempatan membuat pilihan, Segalanya bergulir dan bergilir namun sejatinya pilihan yang benar-lah yang membawa kemuliaan”

Ujar seorang kawan..So…mau pilih neraka apa syurga!!! (igh..kok jd mendadak berasa seram gw) .


Tindakan

Information

24 tanggapan

13 05 2009
Myryani

setuju bgt kalo hidup ini penuh dengan pilihan,,,
tergantung kita mau menentukan pilihan yg mana…

14 05 2009
sunarnosahlan

menurut saya ada yang aneh dari bincang-bincang itu. PSK dianggap sebagai keahlian? Alasan cinta cukup tanpa ikatan perkawinan, padahal ikatan perkawinan itu khas pada manusia, lalu apa artinya itu?
permakluman hanya pandangan orang-orang, sedangkan agama saya yakin tidak ada pemakluman sperti yang dimaksud

14 05 2009
Wempi

seperti sutrisno berakhir saja,
hidup adalah perbuatan, :D

14 05 2009
okta sihotang

jelasnya hidup emang banyak dengan pilihan :D

14 05 2009
Rindu

Hidup adalah takdir … bukan pilihan semata, karena apapun kita pilih ketika takdir tidak mengarah kesana maka akan belok ke takdir :)

*sok tahu*

14 05 2009
sawali tuhusetya

saya kok sangat yakin, mbak ney, tak ada seorang pun yang ingin menjalani hidup seperti itu. namun, seringkali situasi memaksa mereka harus berbuat demikian, terutama mereka yang sudah kehilangan banyak pilihan. mungkin itu pilihan satu2nya yang bisa menyelamatkan keluarga mereka.

14 05 2009
muntoha

permisi.. pengunjung baru.. numpang lewat dan baca2

15 05 2009
tukangobatbersahaja

Segala sesuatu itu boleh dilakukan tapi apakah itu berguna?
Jika tak ada pilihan lain bisakah pilihan itu dipertanggungjawabkan.

16 05 2009
itaw

hidup ini pilihan …tapii..pilihannya yang benar donk

16 05 2009
Dinda Watson

AKu pun menentukan pilihan sendiri

16 05 2009
rismaka

Betulkan sesederhana itu konteksnya? Hidup itu adalah pilihan? Pilihan yg mana? Pilihan yg memaksa atau pilihan yg terserah mau gw?

Klo seperti itu maka pada hakikatnya kita akan terus memaklumi bahwa ahmadiyah boleh2 saja berkembang pesat, kita harus memaklumi bahwa PSK adalah salah satu pilihan hidup, dan kita juga harus memaklumi kehendak seseorang yang menginginkan neraka.

Jika memang seperti itu, maka tidak ada yg namanya amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh yg baik, dan mencegah kemungkaran) yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Gimana donk??? So kesimpulannya apa?

Bila yg dijadikan pedoman hanya hadits dan ayat di atas, maka hidup itu menjadi pilihan masing2. dan semua orang wajib mentoleransinya. Namun Islam tidaklah sesimpel itu. Banyak ayat dan hadits shahih lain yg menjelaskan tentang PAKSAAN utk berbuat baik.

17 05 2009
nenyok

Salam
@Akhi Ris
He..he..kesimpulannya jelas atuh, pilihan yang benar cuma satu yaitu pilihan-pilihan yang nyar’ie bukan? justru makna yang terkandung dari nasihat Jibril sangatlah dalam dan justru intinya dimaknai sebagai larangan untuk berbuat sesuka hati karena pasti akan ada balasannya, bener ga?
Itu dia, yang berkembang di masyarakat adalah opini2 kek gitu yang justru bertentangan dengan syara banyak yang kurang menyadari bahwa semua pilihan di dunia ini mempunyai konsekwensi dengan kehidupan akhirat kelak, jadi sejatinya sebuah keniscayaan kita melakukan pilihan benar (dalam perbuatan maupun keyakinan) jika ingin mencapai keselamatan.
Gitu katanya :)
SEmangat!!!!

18 05 2009
rusiyanto

hmmm… ada nasihat dari malaikat jibril itu sangat besaar sekali faedahnya… dan saya setuju banget bila kita mendengarkan serta mengamalkan nasihat tersebut… insya ALLOH kita diberi kekuatan untuk menjalankannya ..AMIN YAROBBAL ALAMIIN…

18 05 2009
reallylife

dan aku memilih yang terbaik ukhti
bener khan?

19 05 2009
wi3nd

hidup ituh proses pembelajaran..

**otaksla9indakoneksneeh**

19 05 2009
Balisugar

Yang paling terpenting, apapun pilihan manusia dalam hidup.
Jangan bohong
Jangan nyakitin orang
Jangan mencuri

19 05 2009
nenyok

Salam
@ Bali Sugar
Yang jelas jangan mengingkari hati nurani ;)

19 05 2009
Infinite Justice

benar dan salah bagi manusia sudah mengalami pergeseran, itu semua hanyalah persepsi dan konsepsi belaka, maka asalkan ada alibi dan justifikasi yang seolah tidak ada solusi lain kecuali bunuh diri, maka bisa jadi yang salah kelihatan benar. kepepet, maka asal sudah kepepet dan tergencet deadline semuanya jadi halal. di dunia ini, dalam kehidupan yang menunjukkan gejala menuju akhir ini setiap yang bernyawa, setiap manusia berhak dan dipersilakan melakukan apapun yang ingin dilakukannya, namun dengan konsekuensi berupa pertanggung jawaban atas setiap tingkah laku dan perbuatannya yang meski hanya sebesar zarah…

19 05 2009
Infinite Justice

“wal yatalattof…”
maka berbuat baiklah…
dan perbuatan baik itu tentunya perbuatan dan setiap remeh temeh tindakan yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa…

25 05 2009
Insan

Teteeeeh… lagi pengen manggil gituh… ^_^

Jadi inget ada diskusi sama temen. Dia bilang, dalam Al-Quran kan dijelaskan bahwa ada orang taat ada orang ingkar, dan itu adalah pilihan yang Allah kasih sama kita. Jadi terserah orang itu mau ngambil jalan mana.

Hmmm.. benerkah gitu teh? Kalo kita buka-buka lagi Al-Quran, ayat itu mungkin difahami sepenggal, firman yang selengkapnya adalah “Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek” (QS. Al-Kahfi, 29)

Jelas dalam ayat tersebut ada pesan yang jauh lebih besar dari memilih. Yaitu berupa sebuah ancaman terhadap pilihan kedua, yang berarti menggiring kita untuk tidak memilih selain pilihan pertama. Dan makna ini sesuai dengan perintah bahwa Jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah.

CMIIW

25 05 2009
aisalwa

Hidup itu adalah pilihan memang benar adanya, dan di akhir nasihat khan ada kesimpulan dengan tegas dikatakan bahwa pilihan yang terbaik adalah pilihan yang membawa kemuliaan. Bagaimana kemuliaan menurut kamu ? itulah jalan yang kamu pilih. wew …. jadi rancu. karena setiap individu mempunyai pandangan berbeda soal kemuliaan. So well …. Islam is way of life, and I think that is the best choice.

1 06 2009
natazya

nyehehehehhe

orang makin pinter sih makin kemari…. pilihan yang salah juga bisa dirasionalisasi :p

5 07 2009
Asop

Hidup adalah pilihan…

Saya mau ke surga! :)

1 08 2009
irvan

iya hidup adalah pilihan kadang milihnya yang bingung, mau yang enak2 ujungnya neraka haha

Tinggalkan komentar