Black Swan|Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

9 05 2009

The term black swan comes from the ancient Western conception that ‘All swans are white’. In that context, a black swan was a metaphor for something that could not exist. The 17th Century discovery of black swans in Australia metamorphosed the term to connote that the perceived impossibility actually came to pass.

Begitulah, sains bekerja, sepanjang belum ada bukti empiris tentang sesuatu maka segala proposisi ilmiah masih akan berpijak pada apa yang nyata dan sudah lalu, disini nilai kebenaran sesuatu (dianggap) bertahan secara relatif, hingga kita dapat menemukan antitesis darinya.

So, siapa sangka, Al Qaedah yang dulu bahu-membahu dengan amerika melenyapkan Uni Soviet, kemudian karena peristiwa 11 september bisa jadi tersangka utama dalang dibalik peristiwa dan menjadi musuh Amerika (msh berkeyakinan peristiwa ini tak lebih dari skenario besar untuk mencari alibi demi kepentingan lain) atau tak disangka cerita Harry Potter yang begitu digemari di berbagai negara, termasuk gw yang pernah maniak baca ini, tapi seiring waktu luntur juga rasa suka gw :D

Contoh-contoh diatas merupakan fenomena ”angsa hitam”- terjadi dengan tidak disengaja dan tidak diramalkan. In Nassim Nicholas Taleb’s definition, a black swan is a large-impact, hard-to-predict, and rare event beyond the realm of normal expectations. Taleb regards many scientific discoveries as black swans—”undirected” and unpredicted.(wikipedia)

Faktanya perangkat sains, metode pengambilan keputusan, logika-logika atau apalah namanya tak cukup mampu untuk mendeteksi fenomena ini,  itu artinya bahwa selalu ada hal-hal membatasi untuk mengetahui sesuatu ditengah-tengah dunia yang tidak sederhana ini. Tak semua hal dapat dipetakan oleh sains itu yang dilupakan filsafat barat, semestinya ada faktor What behind reason, seperti agama. Tak semua hal melulu dapat dibuktikan secara empiris.

Kisah si Angsa Hitam yang diangkat dan terasa relevan dari Nassim Taleb menunjukkan pada kita bahwa ada yang salah dengan cara pandang kita dalam memandang situasi di mana kita berada setiap hari, pikiran kita telah terpola untuk menerima segala hal dalam konteksnya yang dianggap normal. Dan sayangnya, dunia memang tidak memadai untuk ditafsirkan dalam konteks tersebut. Beberapa kesalahan penalaran inilah menjadi salah satu sebab kita tak mampu menangkap fenomena Black Swan ini.

Nurut gw, bahwa pada dasarnya apa yang kita hadapi esok atau sesuatu yang bersifat masa depan adalah sesuatu yang penuh ketidakpastian (justru ketidakpastian itu merupakan kepastian itu sendiri dalam kehidupan dunia fana ini) maka terkadang skeptisisme yang mengatakan bahwa tak cukup ada kebenaran absolut akan sesuatu adalah hal normal, seperti misalnya dalam sains pada saat Copernicus menemukan mengemukakan teori heliosentris maka serta merta itu menjadi bantahan pasti yang menggugurkan teori geosentris, but mgkn saja kan teori ini juga suatu saat berubah? :D

Dalam hal sains kesalahan paradigma lama dan diganti dengan paradigma baru seiring majunya ilmu pengetahuan modern boleh jadi sangat berlaku dan lumrah tapi jika dihadapkan soal keyakinan/agama/aqidah rasanya kurang relevan. IMHO…soal keimanan memiliki kebenaran mutlak disana, ya coz gw muslim tentu islamlah yang gw yakini. Jadi tak ada istilah skeptisisme yang berkaitan dengan hal ini, well, ini pure opini gw coz gw yakin Islam adalah agama yang mampu mengatur segala aspek kehidupan layaknya sebuah ideologi, yang tak hanya mengatur aspek ritual peribadatan to’

Kemudian paradigma berpikir lah yang mesti diperbaiki, stop berpikir bahwa semua angsa itu putih, artinya bahwa lakukanlah sesuatu yang baru (tak lepas dari normatif), katakanlah kita mencari angsa hitam ; sesuatu yang berbeda dan unik, belajar dan belajar mengambil essensi keputusan-keputusan gemilang dari sejarah yang lalu, salah satu contoh rasanya bukan mimpi atau sesuatu yang utopia saat kaum muslimin menghendaki kembali sebuah kejayaan peradaban seperti era Khalifah Umar Bin Khatab atau Umar Bin Abdul Aziz (anggaplah ini angsa hitam yang sedang kita cari, seperti hal nya keruntuhan komunisme yang tak mampu eksis bahkan dalam hitungan satu abad, toh itu sama sekali tak terbayangkan bukan?) sebuah statement mengatakan peradaban islam maju saat mengenggam ajarannya, sedangkan kapitalisme justru maju saat meninggalkan ajaran agamanya (sekulerisme)-(tapi kita bisa menyaksikan tanda-tanda kehancuran itu sudah mulai tampak.-

Well okay apapun itu, kita memahami dunia itu penuh dengan ketidakpastian (menurut kita), dengan segala keterbatasan akal dan ilmu pengetahuan manusia itu sendiri, memahami teory ini paling tidak memberikan cara pandang baru bahwa kita mesti siap dengan segala kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan paling tidak mampu mengeliminir risk yang kita terima nantinya, meskipun selayaknya kita menyadari bahwa Sang Khaliklah hakikatnya pengatur semua itu, tak ada yang tak mungkin jika Sang Khalik berkehendak sementara manusia diwajibkan berikhtiar, menyelesaikan masalah-masalah kehidupan tentu idealnya dalam rel yang tidak bertentangan dengan aturan Sang Khalik.

Wallahu’alam


Tindakan

Information

15 tanggapan

9 05 2009
sawali tuhusetya

wah, ketidakpastian ternyata juga sebuah kepastian? duh, ini ungkapan yang filosofis banget, mbak ney. tapi konon dengan segala kemampuan yang dimilikinya, manusia bisa meneropong kepastian2 yang bakal terjadi pada masa depan, entah dengan cara lagik-ilmiah maupun dengan cara magis-supranatural.

9 05 2009
the fachia

wallahualam..
Yg jelas kehidupan terus berkembang. Dan jika ada yg menyalahgunakan maka pasti ada dampang dikemudian hari.. :)

9 05 2009
annosmile

sesuatu yang bersifat baik tidak selamanya bersifat baik
kadang manusia juga melakukan suatu kesalahan
saat berjaya dielu-elukan
ketika jatuh dicaci maki
suatu ketidakpastian didunia ini
maka manusia harus mau berpikir apa yang seharusnya dilakukan

9 05 2009
ciput mardianto

sesuatu itu memang tidak semua dapat dinalar,yang baik terkadang itu buruk sebaliknya yang kita anggap tidak baik itu adalah hal yang baik.

10 05 2009
emfajar

susah juga menilai kalo sekang mana yang bener2 baik mana yang bener2 buruk semuanya penuh ketidakpastian..

10 05 2009
sunarnosahlan

yang pasti masa depan harus kita lalui

11 05 2009
bayu200687

wew, analisis yang indah mba ana..
black swan ya? apa satu garis dengan al ghuroba ya?

12 05 2009
Fariskhi

Uhm.. mumet ya.
Tapi apapun yang terjadi kita harus menjalani hidup sesuai dengan perintahNya dan menjauhi laranganNya agar dihindari dari ketidakpastian yang penuh keraguan. :mrgreen:

13 05 2009
p3ny0

saat ini, hampir smua hal bersifat “ketidakpastian”… sangat sukar membedakan mana yg bener2 baik, dan mana yg bener2 buruk.. smua serba ga jelas, eh, iya ga sih?

wah, tp ungkapannya sangat menarik mbak “ketidakpastian ternyata juga sebuah kepastian”.. ;)

13 05 2009
afwan auliyar

wew… bahasa yang filosofis sekali :)
memang akal manusia tidak di berikan kekuatan untuk bisa menembus hal-hal yang tidak di ijinkan :)

19 05 2009
wi3nd

esok adalah misteri dan biarkan san9 pemiLIK NAFAS men9aturnya..
jalani hari inih den9an lebih baik dan memberikan yan9 terbaik,.

**iyah9ituhwiend??**

25 05 2009
guskar

salam kembali,
black swan saya blm selesai terbaca sampai sekarang, buku ini memang penuh dengan kejutan2 yg tiada disangka2 sblmnya. artikel ini telah mendorong saya untuk segera menamatkan membaca black swan. tq. :)

21 07 2009
suryaden

hmm, manusia memang sukanya membatasi diri sendiri…

22 07 2009
~noe~

weh… terdampar ke sini karena ada yang ngasih link.
barusan posting balckswan tapi ternyata sudah keduluan :-)
salam

11 08 2009
Rigih

@ noe
pasti aku yg kasih link ya..?
:P

Tinggalkan komentar