
Oh ya seperti biasa buka gugel, ternyata hari ini adalah peringatan hari bumi ya, menurut situs yang gw baca (berasa kek si Helen di kepompong ga?), pada awalnya, di tahun 1970, peringatan Hari Bumi jatuh pada 21 Maret, dicanangkan oleh Wali Kota San Fransisco atas dorongan warganya bernama John McConnell yang sangat menaruh perhatian kepada Bumi. Akan tetapi, 21 Maret kemudian dinyatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Hutan Dunia. Namun kemudian, PBB juga menyatakan 21 Maret merupakan Hari Bumi, sebagai awal kehidupan lingkungan dan sumber daya alam.
Katanya tanggal 21 Maret memang sangat istimewa, disebut pula vernal equinox, yaitu awal musim semi di belahan bumi utara, dan awal musim gugur untuk belahan bumi selatan, saat siang dan malam di muka bumi ini sama durasinya. Pada hari tersebut, PBB mengajak warga dunia untuk mengakui dan menghormati bahwa bumi itu memiliki sistem keseimbangan yang indah, antara keberadaan tanah, air, hewan, tumbuhan, dan manusia. Harus ada kesadaran bahwa sistem sumber daya alam di bumi ini sangat sensitif, dan akan terjadi bencana bila sistemnya terganggu.
Hari Bumi yang banyak diperingati warga dunia sekarang ini jatuh pada 22 April sejak 1970, sering disebut pula sebagai Hari Bumi kedua, dicanangkan oleh Gaylord Nelson, Senator Amerika Serikat dari Wisconsin. Walaupun asal usul Hari Bumi ini dari warga Amerika Serikat, namun jiwanya telah mendorong gerakan penyelamatan sumber daya alam melalui agenda-agenda politik lingkungan di berbagai negara.
Well, okaylah spiritnya itu yang bisa kita contoh lah, semangat untuk memelihara dan menjaga keseimbangan planet biru ini, pada tahu dong issue lingkungan yang sedang hot-hotnya soal bumi ini apalagi kalau bukan tentang pemanasan global atau perubahan iklim yang sedang kita rasakkan plus dampak-dampaknya berupa bencana alam dan semacamnya, miris siy padahal seandainya manusia mau sedikit berdamai dengan keserakahan jiwanya menjaga keseimbangan bumi dengan menciptakan ekologi dan ekosistem yang seimbang mungkin reaksi alampun ga akan membuat manusia merugi.
Dalam Living Planet Report 2006, misalnya, organisasi konservasi global World Wild Fund for Nature (WWF) menyebutkan bahwa ekosistem alam planet bumi saat ini sedang mengalami degradasi hingga pada kondisi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Umat manusia disebut-sebut sedang mendekati tipping pointsebagai point of no return(Schellenhuber,2006).
Degradasi hutan hujan tropis di Kongo,Amazon,dan Indonesia,misalnya, sedang melaju dengan kecepatan tinggi menuju kondisi kehancuran total. Dampaknya bisa fatal terkait ketersediaan air dan pangan.Akibat pemanasan bumi,sekitar 200 juta manusia bakal menjadi pengungsi yang disebabkan banjir dan kekeringan. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan disinyalir bakal melebihi kerugian yang diderita akibat Perang Dunia I dan II plus krisis ekonomi dunia pada 1930 (Observer,31 Oktober 2006).(unisosdem)
Well, tentu masih banyak fakta-fakta, mungkin nanti gw cari tau, tapi yang paling penting, tentu ga ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya, yang paling urgen dan penting adalah adanya political will dan langkah nyata sebagai implementasi atas kepedulian seluruh penduduk dunia, untuk keberlangsungan hidup planet ini.
See..minimal yang paling mudah, yang bisa dilakukan dari anak kecil ampe orang tua, coba deh kita belajar jangan buang sampah jangan sembarangan, sumpah gw paling enek, paling benci prilaku kek gitu, klo sampah otak di buang di blog okaylah ya he..he..
*memposting ini cukup sukses meredam tangisan A Bundo*
Your Words