Langit Utara

3 10 2008

Kawan, semalam kupandangi langit utara
Tak kulihat cahaya hanya kelam dan nebula di sana
Kugerakkan mataku mencari Altairku, pun tak kutemukkan
Bahkan ku tahu rembulan masih enggan tampakkan sabitnya

Haruskah kutunggu purnama, tuk tungguku hatiku
Mengatakan pada diriku “ku akan baik-baik saja”
Tapi berapa purnama?
satu.. tiga.. tujuh. atau tak hingga.
Entahlah..ku sendiri tak bisa faham masa depan
Akankah aku tetap digenggam waktu

Yang kutahu pasti..
Hitam putih masa lalu, masih milikku
Dan kenangan itu mustahil terlupa

Sadness is beautiful loneliness that’s tragical
and now I think i need to cry

FIN


Tindakan

Information