Gw copas nie newsnya dari Jawa-Pos online, kebetulan juga nntn berita and Videonya di TV. Waw…entah mesti berkomentar apa, setelah diramaikan dengan kasus grey chicken sebelumnya, rupanya siswi remaja abu-abu ini bahkan dari sejak berseragam putih biru, mempunyai potret lain, suatu bentuk premanisme yang dilakukan siswa perempuan terhadap junior-juniornya dalam sebuah geng yang mereka namakan Geng Nero, silahkan baca beritanya berikut ini :
[ Jum'at, 13 Juni 2008 ] Geng Nero Resahkan Warga Pati, Jawa Tengah
Menurut kabar yang beredar mengenai motivasi Geng Nero, mereka tidak suka bila ada anak perempuan lain yang menyaingi dan melebihi apa yang dimiliki Geng Nero. Misalnya, soal pakaian, gaya rambut, atau penampilan lain. (ris/jpnn/ruk)
Suka Hajar Siswi SMP dan Merekamnya
Sebuah kelompok remaja putri yang menamakan diri Geng Nero menggegerkan Kota Pati, Jawa Tengah. Orang tua yang memiliki anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP pun cemas.
Sebab, geng itu disebut-sebut suka menganiaya remaja putri, terutama yang masih SMP, tanpa alasan jelas. Parahnya, penganiayaan tersebut mereka rekam lewat video telepon seluler (ponsel), kemudian disebarkan.
Dalam sebuah rekaman video ponsel yang sudah beredar, terlihat sekelompok remaja putri anggota Geng Nero menampar korbannya berulang-ulang. Dari latar belakang rekaman itu, diduga penganiayaan dilakukan di sebuah gang.
Beberapa korban yang berani mengungkapkan kelakuan Geng Nero adalah WD dan L, keduanya berusia 14 tahun, siswi kelas IX sebuah SMP di Kecamatan Juwana. Saat diwawancarai di rumahnya di kawasan Juwana kemarin, keduanya mengaku tidak tahu alasan dirinya diperlakuan kasar seperti itu. ”Tiba-tiba saja empat orang menggelandang saya. Mereka mengaku dari Geng Nero, kemudian menampar saya berkali-kali,” ungkap WD.
Menurut dia, penganiayaan itu mereka lakukan setelah menggelandang dirinya ke sebuah tambak di Desa Bajomulyo, Juwana. Di tambak itu, keempat anggota Geng Nero menampar bergantian. WD tidak berani menanyakan alasan mereka menampar, apalagi melawan. ”Mereka berempat, sedangkan saya sendirian,” ujarnya.
Setelah kejadian itu, dia tidak pernah bertemu lagi dengan para penganiayanya tersebut. WD pun hanya berani bercerita kepada ibunya. Namun, kisah penganiayaan itu pun akhirnya beredar setelah muncul rekaman video ponsel tersebut.
Korban lain adalah putri LK, warga Desa Growong Lor. Semula, dia tidak tahu bahwa anaknya telah menjadi korban Geng Nero. Salah seorang tetangganya yang justru menceritakan hal itu.
Berdasar informasi tersebut, dia lantas ”menginterogasi” sang anak. ”Awalnya anak saya tidak mau mengaku. Tapi, setelah saya tunjukkan video rekaman yang beredar di ponsel, akhirnya dia mengaku,” katanya kemarin.
Berdasar rekaman tersebut dan pengakuan anaknya, LK melapor ke polisi kemarin. Sejauh ini, belum diketahui pasti pemimpin geng itu dan para anggotanya.
LK menceritakan, awalnya anaknya diundang dua teman sekolahnya ke suatu tempat. Tidak tahunya, dua temannya tersebut sudah dihajar Geng Nero. ”Setelah anak saya menyusul, ganti anak saya dipukul. Begitu saja yang diceritakan. Selebihnya tidak tahu pasti,” ujarnya.
Sabtu, 14 Juni 2008 ] Polisi Tangkap Geng Nero
Seluruh Anggotanya Perempuan, Sebagian Sudah Pindah
PATI – Sehari setelah terekspos media massa, polisi langsung menangkap anggota Geng Nero yang meresahkan warga Pati, Jawa Tengah. Anggota geng yang terdiri atas pelajar putri itu ditangkap di rumah masing-masing. Dari enam anggotanya, hanya empat yang berhasil diamankan. Dua anggota yang lain sudah pindah ke luar kota.
Yang berhasil ditangkap adalah Rt, Yn, My, dan Tk. Keempatnya tercatat duduk di bangku kelas I SMA di Juwana. Penangkapan dilakukan berdasarkan video penganiyaan yang beredar dari telepon seluler.
Sebagaimana diberitakan kemarin, para orang tua, terutama yang memiliki anak remaja putri, resah karena ulah geng tersebut. Geng itu suka menganiaya remaja putri, merekamnya lewat video telepon seluler (ponsel), dan kemudian mengedarkannya.
Berdasarkan laporan warga masyarakat dan rekaman yang beredar itu, polisi memburu para anggota geng tersebut. Empat orang di antara enam anggota geng itu berhasil diringkus.
Seorang anggota geng tadi, Rt, mengaku melakukan penganiayaan karena ada masalah dengan korban. Lantas, dia menceritakan kepada ketiga rekannya sesama anggota Geng Nero.
Atas cerita itulah, mereka lantas menghajar korban. Namun, Rt tidak menjelaskan apa masalahnya dengan korban.
Pelaku menjelaskan, rekaman video dibuat sekitar April lalu di Gang Cinta. Dalam aksi itu, Rt mengaku tidak ikut memukuli korban. Yang menampar ialah Tk dan Yn.
Keempat anggota geng tersebut tidak ingat berapa kali melakukan perbuatan serupa. Mereka juga tidak ingat lagi siapa saja yang menjadi korban. Mereka juga menolak menyebutkan pimpinan geng. Hanya dijelaskan bahwa geng Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kasatreskrim AKP Sulkhan menerangkan, anggota Geng Nero enam orang. ”Saat ini hanya tinggal empat orang. Dua orang lainnya sudah pindah, ke Bali dan Jogjakarta,” terangnya.
tersebut terbentuk saat mereka duduk di bangku SMP.
Meski telah berkurang dua orang, geng itu tetap beraksi. Namun, baru empat orang korban yang berani melapor polisi. Dan, hingga kemarin, polisi masih memeriksa saksi guna penyelidikan lebih lanjut.Atas perbuatan itu, pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang Kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.
H Jamari, anggota komite sekolah di Kecamatan Juwana dan Batangan menjelaskan, nama Geng Nero bukan tanpa arti. Nero berasal dari kata neka-neka dikeroyok (macam-macam dikeroyok). Ketika ada pelajar putri yang dianggap macam-macam oleh geng tersebut, mereka tak segan menculik dan menganiaya.
Menurut dia, pihak sekolah mengetahui kasus itu sekitar sebulan terakhir. ”Pihak sekolah sudah memanggil orang tua para anggota Geng Nero,” jelas Jamari. (ris/jpnn/ruk
Duh bener nie tanda-tanya besar, klo selama ini kita terbiasa disuguhkan berita kekerasan yang dilakukan oknum mahasiswa yaitu di tingkat perguruan Tinggi misal STPDN, STIP dan diduga banyak lagi, ternyata kasus inipun terjadi di tingkat pelajar, perempuan lagi.
Hmm jangan-jangan pencitraan/sifat berdasarkan jenis kelamin ini sudah tak relevan lagi ya secara biasanya wanita identik dengan kelembutan, kepekaan, kasih sayang, ngemong, welas asih ya semacam itulah, tapi serasa agak janggal kalau mereka malah melakukan tindakan premanisme and kekerasan seperti macan betina bahkan dalam usia yang masih bau kencur.
Gejala apa ini, bukannya di rumah atau di sekolah mereka kan diberi pelajaran agama, budi pekerti, kemanusiaan, apalagi tindak perploncoan ini cuma dipicu oleh hal-hal sepele karena merasa diri lebih superior sebagai senior, persaingan yang ga penting menurut gw, eksistensi seperti bagaimana dan seperti apa yang ingin ditunjukkan mereka pada dunia??
Sudah tak mempankah pelajaran agama dan budi pekerti, sudah longgarkah pengawasan orang tua, kurang kasih sayangkah mereka, atau hanya luapan perasaan frustasi dan putus asa, atau punya masalah kejiwaan atau cuma faktor balas dendam, atau faktor apa ini, sepertinya masalah ini komplek ya entah dari mana harus memulai darimana menguraikannya, siapa yang lebih bertanggung jawab ? siapa yang lebih pantas disalahkan?? bagaimana peran para pendidik, orang tua, lingkungan bahkan negara untuk mencegah dan menanggulangi masalah ini.
Ah gw sungguh bingung, what really happen ? bagaimana pendapat sodara-sodara
kenapa kita terlalu terkejut dg berita tsb
sementara yang lebih serem, lebih ‘dewasa’, lebih ‘well-organized’
se indonesia raya banyaknya
jangan-jangan,
anak-anak itulah produk dari budaya mutakhir yang kita ciptakan bersama
budaya obrak-abrik yang mengesampingkan martabat manusia sebagai makhluk berakal budi
wah-wah-wah
sedih setiap kali denger kabar pelajar sakini terlibat dalam tindakan tak terpuji. persoalan kaum remaja sakini jadi makin rumit dan kompleks, persoalan moral tak cukup ditangani guru di sekolah, tapi juga perlu bersinergi dg orang tua dan tokoh2 masyarakat. juga media2 publik semacam TV, mestinya harus selektif dalam menyajikan tayangan acara agar tidak meracuni anak2.
kita slalu disuguhi tayangan kekerasan..
Itu dosa sistem pendidikan, selain orang tua, para pemegang kebijakan pendidikan mesti bertanggung jawab. Sistem pendidikan di Indonesia saat ini menjadikan otak kiri dan otak kanan anak didik tidak seimbang.
untung terdeteksi walaupun telat. pihak sekolah harus lebih waspada terhadap siswa yang mempunyai sifat2 preman.
that’s problem
Huehehe
Emansipasi kekerasan dah di mulai
Buset! Semalam liat rekaman itu cewe-cewe, saya ketawa campur miris. di SMA dulu saja ndak segitu-gitunya awak bersikap jadi jagoan
Dunia memang udah kebalik-balik ini
wah,,wah,,wah,,
jgn2 tar bisa jadi ada cowo diperkosa ma ce2 kek geng nero gituh..!!!
wih amitz2 dah,,!!!
YA ALLAH , semoga perubahan yang lebih baik ada di negeri ini
amin
dah biasa ah.
mulai dari IPDN, STIP,
gang nero mah belom ad ap2ny
hha
Gendeng… kita tunggu aja lagi geng geng lainnya. Sepertinya fenomena gunung es ini… mungkin masih banyak geng pelajar lainnya yang gak diketahui.
Yach…sedih dan kaget juga nonton adegan seperti itu di televisi…sampai mukul2 perut segala…gimana kok bisa gitu, ya…? tumben2nya dengar ada geng cewek kasar kayak gitu…Aneh!! kalau geng cowok, khan udah biasa, ya…
@All
Kenapa mesti heran? Hellow… kemana selama ini?
Lah….bukannya di Indonesia yang namanya KEKERASAN itu sudah lazim terjadi? Mulai dari yang berstatus “agamawan”, “cendekiawan” hingga “rakyat jelata” sudah terbiasa hidup dengan kekerasan?
Gimana ngga akan menjadi kebiasaan kalau tiap hari pikiran manusia Indonesia dicekcoki dengan ajaran-ajaran KEKERASAN dan BRUTAL?
Ngga perlu heran deh………………
kalo inget Nero.
inget software CD/DVD burner itu
ketika kekerasan sudah menjadi ‘budaya’..
hanya bom waktu yang bisa membuat muncul ke permukaan..
mungkin saja anak2 genk nero itu hanya menduplikasi perilaku yang sering dilihatnya..
ato mereka juga sebagai ‘produk’ dari lingkungan..
mungkin mereka belum mengerti arah penyaluran dan ngelola emosi mereka..
jika nantinya diberikan pendampingan, mungkin butuh waktu..
dan ‘lingkungan’nya pun juga perlu diberikan pendampingan…
semoga video ini tidak ‘merangsang’ munculnya video2 yang lain..
hope so..
saya sangat setuju kalo ini dikaitkan dengan budaya terdahulu….:((
wah ini udah gk bisa di jelasin lagi dah…
kaum hawa udah gak mau kalah lagi ama kaum adam….
gw rasa geng nero ni keterlaluan,,,
gw rasa ni salah orang tuanya yg kurang perhatian aj ama anaknya
atau aj anaknya yg kurang terbuka,,
gw ngrasa malu jd orng indonesia,,,qo bisa”nya ada geng perempuan yg bisa meresahkan gtu,,
KEKERASAN sudah menjadi budaya negara kita ini……
APA KATA DUNIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Slam kenal, buat para bloger semua…
Berbicara masalah premanisme, adalah tidak terlepas dari konsep pendidikan yang diterapkan saat ini.
Disalah satu sisi siswa dituntut belajar serajin mungkin (dihadapkan dengan tumpukan buku), namun diluar sana siswa dihadapkan dengan berbagai transformasi budaya barat yang begitu gencarnya.
Sehingga dalam diri siswa terdapat peperangan yang dasyat antara kepatuhan terhadap budaya jawa (yang cenderung dikatakan tradisional/kuno/dll) dan kepatuhan terhadap budaya luar (yang cenderung dikatakan moderat, demokratis).
Hal inilah yang sering dilupakan oleh para orangtua dan guru untuk memberikan sebuah pembelajaran pada siswa tentang bagaimana mengambil Sebuah keputusan secara mandiri, yakni menentukan sendiri budaya mana yang harus dianut ?
Apakah dalam budaya jawa, telah mengajarkan pada siswa untuk menjadi preman ???? tentu tidak kan….!!!
Tetapi kenapa hal ini bisa terjadi pada pelajar Pati yang notabene terkenal dengan kesantunan masyarakatnya????
Tentu hal ini tidak terlepas dari gejolak anak muda yang terbawa oleh pengaruh budaya luar yang terlalu bebas dan tidak bisa menghormati orang lain (tidak punya unggah ungguh).
Semua bukan kesalahan siswa. tetapi peran guru dan orangtua juga perlu digugat. sudah sejauh mana mereka telah mengajarkan tentang kemandirian mengambil suatu keputusan. Apabila siswa sudah mampu mengambil keputusan sendiri secara benar dan mandiri, tentu siswa tersebut seharusnya juga akan berpikir apa yang menjadi dasar keputusan untuk menjadi atau bersikap premanisme dan selanjutnya siswa juga akan berpikir tanggungjawab/konsekuensi apa yang harus diterimanya apabila siswa mengambil keputusan tersebut.
Di akhir komentar,
Mari kita bersama-sama mencoba membenahi pola pembelajaran yang ada saat ini, yakni bagaimana kita ajarkan kepada siswa tentang kemandirian mengambil sebuah keputusan/sikap. Karena apabila siswa diajarkan mengambil keputusan secara mandiri , otomatis siswa juga akan berpikir tentang tanggungjawab dan segala konsekuensi tentang keputusan yang telah diambilnya sendiri tersebut.Sehingga premanisme seperti kita binacangkan di atas, tidak mudah terjadi.
Koreksi buat para orang tua dan guru :
Terlalu banyak menuntut siswa untuk menjadi anak berprestasi, tanpa dukungan bimbingan dan suri tauladan yang memadahi, sehingga anak menjadi pembrontak, hasilnya munculah sikap premanisme tersebut.
yah namanya jg anak2 lah…. apa yg sering dilihat itulah yg dicontek
kenapa sih kekerasan selalu menjadi jalan yang ditempuh dalam menyelesaikan setiap urusan. parah nya lagi kekerasan menjadi budaya yang mengakar di negeri tercinta ini. adakah solusinya? ada, penegakan hukum yang tegas.
kalo orangtua siswa/siswi cuek bebek, hehehe kiamat sudah.
genk NERO = genk NEORAK
hari gini masih pke kekerasan,,, kampungan bget sich.
ga pantes tau cwe2 bertingkah ky preman, aneh””’
bagusnya genk nero di burn aja “” di bakar”"
Kemarin saya lihat di TV, masya ALLAH… ada yah perempuan sekeji itu, saya takut melihatnya
emansipasi perempuan yg negatif””’
Wahh.. apa sih yang terjadi dengan bangsa ini??
Jangan2 udah pada ‘gila’ semua ya.. hehehe..
ak kehabisan kata2 dan hampir tak dpt bicara. gmn kl terjadi di keluarga kita sendiri baik pelaku atau pun korban. Kedua2 nya sebenere adalah korban (menurut gw) . Terus sapa yang disalahkan ya ??????????????
genk yg keren,hehe..
geng-geng ini khan cerminan dari senior-seniornya.. selama budaya kekerasan diberi angin segar di Indonesia, kejadian seperti ini mungkin akan terdengar sebagai hal biasa
emansipasii yang bner2 salah
stuju ma tulisan fahry diatas,,
jadi miris…. tapi masalahnya kekerasan itu sudah jadi hal yang biasa di sini.
numpang komen yah….
baca berita di atas, bukannya emang udah jamak ya kalo bukan dibilang sudah lumrah terjadi….di kalangan para pelajar putri di Sekolah-sekolah, terutama sih Sekolah Menengah Atas.
Semua tindakan bullying juga terjadi di level Sekolah Menengah Atas.
Jadi ini semua salah siapa ya?
karena setau saya waktu saya dulu di SMA, banyak dari gang2 itu terdiri dari geng perempuan paling populer di sekolah vs gang perempuan alternatif (tau kan maksudnya…geng yang bisa dibilang isinya anak2 tertindas, ga populer dan berusaha melawan kekuasaan geng populer)
Lah ga ngerti juga ya
Ini lah produk dan mutu yang sudah di buat mentri pendidikan kita..jadi jangan heran anak2 pada stress..dan akhirnya tidak mengenal budi pekerti, baru nyaho..kalo anaknya para pejabat diknas juga pada rusak..
walah mas dan mbak, kalau remaja sekarang itu berbuat brutal maka wajar. Mereka kan meneladani para orang tua yang mengaku ulama yang juga suka anarkis.
wa…. mungkin mereka terlalu banyak nonton film kekerasan ya? jadi pada ketularan kaya’ gitu, tapi yang jelas semoga aja genk cewek yang seperti itu kelakuannya tidak menyebar ke seluruh negeri ini. Masalahnya kalau saya mengamati di sekolah saya, mereka tidak terlalu mengarah ke kekerasan seperti itu, paling cuman pada jalan bareng, pulang bareng, di kelas juga buat kelompok eksklusif untuk genk mereka. Tapi sejauh ini mereka tidak pernah melakukan kekerasan, tapi tidak tau kalau di belakang saya ternyata mereka sering melakukan hal seperti itu.
http://indramgl.wordpress.com
mo jadi apa sampean iki ndo???(belajar bhs jawa)
@seyyed
sampeyan msh sodaranya yana julio yah?
mirip
salam kenal..
geng nero teh meuni teu uyahan pisan. aing mah hayang seuri kana kalakuan barudah lemet bau kencur siga kitu. ieu teh kasalahan para pamingpin bangsa jeung pamarentah anu beuki korupsi jeung ngabohongan rakyat.
asup ka naraka siah goblog!!!!!!!!!
serem ya…
galak pisan euyy…
Waduh emansipasi wanita dalam bentuk kekerasan… kok ya ada yang kayak gini??? Duh… ga di kota besar, di desa pun kekerasan semakin memprihatinkan.
salam kenal,
peace is beautiful
ga penting!!! ga ngerti deh sama kelakuan anak-anak jaman sekarang *sok tua*
Memang miris ngelihat dan mendengarnya, Wanita yang punya sifat lembut dan penyayang menjadi brutal. Tapi semoga mereka diberikan Hidayah oleh Allah SWT, menyesali segala perbuatannya dan bertobat ( Tobat Nasuha ). Amin
Astagfirullah!kata pertama yg saya ucapkan. Kenapa wanita menjadi begitu! Innalillahi wainnaillaihirajiun
Hmm..
Akumulasi dari : sistem pendidikan yang amburadul, pendidikan dari orang tua acuh tak acuh dan lingkungan yang mendukung…lengkap sudah…
Salam reformasi pendidikan dan akhlaq
Hmm..
Akumulasi dari : sistem pendidikan yang amburadul, pendidikan dari orang tua acuh tak acuh dan lingkungan yang mendukung…lengkap sudah…
Salam reformasi pendidikan dan akhlaq
JAWA JAWA…………..
KAMPRING!!!!!!!
wuah…wah…hebat bener tuh cewe…
sekalian “tamparin” juga dong para cowo’nya….
Kalo udah begini… nggak ada lagi yang bisa disalahkan selain orang tua yang memang nggak bisa mendidik anaknya dengan baik. Mungkin harta untuk makannya nggak halal kali, makanya jadi beringas kayak gitu. Atau jangan-jangan emang dulunya mereka bekas preman…. Iiiiiihhhh suerem…
Assalammualaikum
saya orang pati.
dulu saya pas sekolah juga pernah menderita seperti itu.kelas satu smk yah di kerjain am senior.hal itu udah biasa waktu saya sekolah.dulu pernah berfikir kayak apa??? kalo ini terjadi pada cewek….eh jenjang 5 tahun terjadi beneran.
Astaghfirullah hal’adzim. MasyaAllah….
Bro gue kan sering kejuana ya rata-rata di daerahku emang gitu banyak yang terlalu gaul. enggak mau dewasa.istilah jawa (Ora Sumbut).pamit dari orang tua sih sopan. di jalan kayak macan. Herannn…beraninya main keroyok ama anak dibawah usianya lagi.kok nggak ama kakak kelasnya atau orang sebayanya. face to face gitu. malah keroyok kan licik.
kalau udah ada berita kayak gini ya bisa saja jadi pelajaran berharga bwt kita smw. bisa saja menjadi pemicu untuk menimbulkan tindakan kriminal lainya. kalo ada sisi positif, sisi negatif pasti adaaa… ini sudah hukum alam.kemarin malem minggu tanggal 14. gw ditelpon cewek minta nomer hapenya genk nero.
maklum gw gak pernah nonton TV yach kagak tau deh gw genk nero tu apa???
kalo Nero Express,burning rom,atau vision malah tau…hee..hee.
gue dibilang katrok di-pisoi (metu kromo inggile)/dimaki. Ya Allah. langsung tak matiin hapeku. aku takut kalo rusak. rata- rata disini emang gitu. nggak cewek-gak cowok. suka buwat genk cari teman menghimpun kekuatan.bwt nyerang yang merugikan.dengerin aja radio terdekat pasti kirim salam bwt genk-nya. mendingan orang tua harus lebih waspada…”saake panjenengan sampun nyambut damel ngantos ngoten. larene malah kurang ajar”.Mereka itu gak ingat kalo meninggal. dibungkus kain kafan, dibawa ke kubur untuk disemayamkan. gak bisa kumpul teman.ayah ibu teman2 menangis.disiksa malaikat bagi yang membawa dosa. masyaAllah….Seharusnya mereka itu jangan terlalu banyak lihat sinetron dech. buat pacarnya ya harus mengingatkan gitu…disuruh mengaji atau beribadah.kan gak salah….
Aku hanya berdoa semoga tidak timbul genk2 kayak gitu lagi.
misal : Genk Nero Revolution…Genk Nero Secret…Genk Nero 2….Genk Nero…Repacked…Atau apalah..kalo bisa dibuat antivirusnya
dah gitu azaaaa
Wassalammualaikum!!!
Yah, kemaren Ngawi, sekarang Pati, em em beritanya jorok jorok semua. kalo punya duit banyak, punya anak disekolahin di Malaysia aja deh.disana ga ada Ram Punjabi. ga menjamin seh tapi lebih ga menjamin lagi kalo udah pada jorok jorok.
BTW, salut pada anak anak sekolah Indonesia yang mendapat medali emas olimpiade sains. kalo kuliah minta di Jerman aja yah. jangan disini ntar ikut2an bakar2an ban bekas dijalan.
Inilah kontaminasi dari Sinetron2 remaja yg isinya menonjolkan kelompok2 yang dibentuk sendiri disekolahan dan kemudian melakukan kekerasan. Saya sering kok liat sinetronnya dimana menceritakan sekelompok siswi yg melecehkan seorang siswi yang dianggap menjadi saingan kelompok mereka.
Makanya.., boikot sinetron berisi kekerasan…
Di dalam hadis dan Alquran disebutkan janganlah kamu memberi makan anak-anak kamu dari hasil yang haram. Dari hasil yang haram itu ya bisa dari mencuri, korupsi, jualan barang yang haram, uang dari judi, prostitusi dan sebagainya. Nah saat ini kan masyarakat kita sangat permisif dengan hal2 semacam itu. Cukup dengan alasan demi cari makan, mereka gak merasa takut untuk mencari uang dari jalan yang haram. Tapi hukum Tuhan tetap berlaku. Inilah mungkin akibatnya memberikan makan, pakaian, dan sebagainya kepada anak-anak kita dari hasil yang haram. Yah, saya hanya mencoba mengingatkan kembali agar kita mengawasi benar apa yang kita berik kepada anak2 kita ini, apakah sudah dari hasil yang halal atau yang haram. Mari para orang tua, kita sama-sama merenungkan. Kalau memang benar begitu, masih ada kesempatan kok buat kita untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Tuhan Maha Penyayang. Pasti Dia mau mengubah keadaan hamba-hambanya yang mau bertobat dan mau berubah ke jalan yang lurus.
wuih …………….. …………. ……….
kebanyakan nonton sinetron tuh, mknya kebawa sadis!!!
wah……
indonesia makin ancur kayaknya nih???
mungkin akan ada anak sd menganiaya gurunya
wkwkwkwkwk…
Dari jaman saya sekolah duluuuuu.. sudah ada geng-gengan.
Itu memang salah satu ciri tahap perkembangan psikologi remaja yang lebih cenderung untuk membentuk kelompok.
Tapi melakukan kekerasan-premanisme seperti ini?
Dan dilakukan cewek-cewek..?
MasyaAllah..
Jangan-jangan rebutan gebetan.
Begitulah pemerintah kita yang pemimpinnya katane dulu pernah minggul 4 bintang di bahu. Beraninya nangkapin geng cewe yang lakukan kekerasan, tapi kalo hadepin geng preman berjubah……… kedeeeeeeeeer tuh. Perlu waktu bertahun2 baru ditangkapin…. itupun bakal cuman kena hukuman percobaan 3-6 bulan doank.
Hahahhahahahahah
genk nero hanya sebagian kecil yang terekspos media
yang lain????????
Yang saya heran, mengapa namanya “NERO” ?
Apa mereka terinspirasi dari Nero sang Kaisar yang membakar kota Roma sampai habis demi memuaskan nafsu gilanya ? Kalau betul demikian, sungguh inspirasi yang sangat hebat.
*dan ternyata cuma singkatan*
*tapi mengena sekali*
ada lagi ….
sebutan genk yang pas ….
[...] Geng Nero : Premanisme Pelajar Gw copas nie newsnya dari Jawa-Pos online, kebetulan juga nntn berita and Videonya di TV. Waw…entah mesti [...] [...]
salam kenal ja?
masih banyak yang seperti geng nero. tapi mungkin tidak terekspose…
cara paling sadis menghukum geng nero :
kasi setumpuk buku pelajaran, trus disuruh baca + ngapalin semuanya
:p
Tanya kenapa?
1. tayangan televisi sarat kekerasan, mulai dari berita, film, sinetron, games, dsb
2. perilaku yang katanya berbudaya adiluhung, lihatlah sejarah runtuhnya majapahit. mulai dari perang antar saudara
3. penegakkan hukum yang tidak adil
4. anak-anak tidak dihargai mulai dari rumah, sekolah dan lingkungannya
5. mereka takut masa depan (sesungguhnya) dan menunjukkan angkaramurka
6. dsb
Aduh itu cewe-cewe…
mengerikan…
Hiks… jadi takut
Geng Nero….. nenek-nenek rombeng……
he….he……hee……
klo aja terjadi ama gua or adek gua. gw culik lagi tuh si nenek rombeng itu trus gua bejek-bejek kayak perkedel biar kapok sekapok kapoknya.
emang siapa dia….. bisa seenaknya gitu
blm tau dia siapa gua ………….
geng nero belum seberapa
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/06/17/geng-nero-belum-seberapa-1/
ikut prihatin…banget.
Perlu penyelesaian sampai akar-akarnya!
weleh2……
kurangnya pendidikan agama….
ato perlu diadakan SMACKDOWN INDONESIA..
dari situ pasti banyak genk2 yang ikutan…dengan begitu polisi akan lebih mudah menangkap mereka……
saya mau daftar geng nero..ada yang tau kantor sekretariat nya?
aduuuh.. genk-genk kayak gitu dari jaman saya masih sma juga udah ada.. cuma dulu belum ada hape berkamera aja makanya ngga terekpos. Hapenya masih jaman hape batubata soalnya.. hihihi
woy, buat kamu chic, emang semasa SMA lo sudah ada yang kaya’ gituan? emmm jangan2 dulu lo juga kaya gitu ya???. wah..wah..wah.. ini nih biang keroknya. ternyata geng nero ada gurunya ya. he..he..he..
dunia mau kiamat!!!!
perempuan wedan!!! tobat lah oiii!!
dasar kampungan!!
beraninya rame2!! sok premanisme! padahal sebenernya pengecut!!!
kaya’nya emang kurang tuh pendidikan agamanya, ratno. selain itu juga kurang pendidikan sekolah. juga kurang perhatian orang tua. atw mungkin ortunya begitu juga dulunya.
gak ada bagus2nya jd cewek. banyak belagunya.
Gak mikir apa dy, ortunya susah2 nyekolahin dy, minjem sana sini. blm lg klo dah kelar sekolah, belum lg mw kerja.
inget!! nyari kerja itu gak gampang, jd belajar aja deh yang baek2.
gimana klo kalian jd pengangguran semwa ntar, mgkn kerjanya bikin keributan aja.
dasar gak punya hati nurani.
cara paling sadis menghukum geng nero :
kasi setumpuk buku pelajaran, trus disuruh baca + ngapalin semuanya
:p
“SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUU…!!!!!!”
Yang salah kayaknya guru PPKN atau PMP atau apalah namanya. Biasanya guru2 tersebut menjelaskannya kurang yahud, jadi malah tidur pas gi belajar moral. Setidaknya itu yang saya alami
Kabur……………
mari kita berdoa sama2 agar anak kita,sodara kita, teman2 kita tidak seperti…
juga berdoa agar geng nero di beri hidayah..
amien
[...] sekarang lebih heboh lagi kasus geng pelajar semacam Geng nero itu:perempuan pula. Alamaak.. apa kata dunia!!!, perasaan waktu jaman gw SMA ga ada yang kayak gitu tuh, siswi2nya [...]
Oo.. ini tho geng nero itu..?
Ah, sini aja saya flirting biar ujung-ujungnya nggak anarkis lagi..
aku setuju tuh ama ratno lebih baik kita berdo’a aja semoga geng nero itu lekas sadar/ insyaf. supaya Indonesia ini ga’ nambah lagi prewoman2 kaya’ mereka. iya ga’???. lagian kalo orang2 kaya’ mereka nambah, wah…. bisa gawat tuch bisa2 ntar para cowo’ yang diperkosa ama mereka. Astaghfirullah………
Ternyata kenakalan remaja juga mengalami kemajuan yang cukup pesat ya… foto seronok, video porno yang direkam di handphone. ini kemajuan teknologi yang disalahgunakan. kasihaaaannn deh bangsa kita ini cuma jadi obyek, kapan bisa jadi subyek teknologi canggih. para orang tua aja malu kalo disebut gaptek apalagi anaknya, bukannya malu gak bisa ciptakan teknologi yang lebih canggih tapi malu nggak punya /gak bisa gunakan ciptaan orang lain. Kaciannn dehhh….
sungguh bodoh.. udah ngelakuin kekerasan pake direkam dan disebar2in..
hu`uh..
ngapain cie jadi cewe tapi tampang bajingan..
gak punya nurani, gak berperikemanusiaan..
harus`y jadi binatang ajah..
apalagi yg nama`y gank brenksek..
bener-bener mirip binatang jalang..
mending jadi cewe maniez..
pasti banyak cowo yang suka..
hehehe
Gak Punya otak, dipikirnya dengan kaya gitu jadi Kelihatan hebat….!
malah kelihatan bego dan tolol.
mending gabung disini :
http://www.clixsense.com/?2456794
[...] : 1. Strip Nero yang lebih simple dan modern, bandingkan ya ? 2. Kekerasan Nero seperti apa ya ? 3. Premanisme pelajar dimana ya ? 4. Calon pemimpin kapan ya [...]
Hayaay.. Kk ce gw lebih parah drpd gen nore eh nero itu… Gw ama dd gw yg jd korban
Kasihan tuh korban dan terutama orang tuanya!
gak usah sok jagoan,key…
kalo mau latihan pukulan mending ikut Tarung Derajat di daerah terdekat…
Tundukkan diri sendiri dulu baru, sok jagoan …
Yang salah siapa?
kebanyakan nonotn sinetron sich………makanya Lembaga Sensor Film (LSF) jgn di ilangin…kl di ilangin jadi makin parah tayangan2 di tv…
geng nero udah memberi contoh kekerasan yang tidak mengenal usia maupun umur….
bukannya banyak tuh genk2an kayak gitu.
cuman kebetulan yg ter-ekspos genk nero.
sebenarnya apa sich manfaatnya genk2an apa l9 sampai ada kekerasan.bukan nya sehaRUSNAYA “GENK” itu menunjukkan prestasi kapada semua orang tentang kelebihannya,bukan menunjukkan “KELEMAHAN KITA”.
katro banget !
dulu waktu sma, gw juga punya geng, tapi bukan geng bandel kek ini.
Kalo IPDN ma jelas karena budaya senior2nya, agak lumrah,…
Tapi kalo ini mahh gara2 sinetron..
saking katronya hidup di pedesaan, begitu bisa melihat TV + baru pertama liat HP baru yang ada kameranya langsung di praktekin adegan2 sinetronnya..
Nduesooooo….
nuOrak buangEdZzzZzHhhHH…
anCur La duNia nIh klO keQ gne manuSiana…
boM ajaH ntU anak2 sadIsme..
kampUngan…udaH tinGGal dI ndesO berLagaK soK gaUL..
mao gaK gauL2aN M Q…??????
bantai
hehehe canda