Gw mengeja kata tersebut berkali-kali, eh jadi geli sendiri kok rasanya jadi aneh dan membingungkan ya, lagi-lagi gw eja, kok gw jadi makin merasa kabur makin tak mengerti dengan kata ini, Subhanalloh ya Alloh menciptakan bahasa, klo engga mungkin dunia ini akan sepi, tak ada dinamika, hah pake bahasa tarzan kali. I.. den.. ti.. tas…..i.. den.. ti.. tas… masih saja gw lom bosen menggumamkannya.
Jadi keinget ma film-film hollywood bergenre action yang gw tonton, tapi ga inget judulnya apa, sering banget tema yang berkaitan dengan identitas ini diangkat, misalnya seorang suami yang merekayasa kematiannya, kemudian membuat identitas baru supaya dia bisa terhindar dari istrinya dan dia bebas berlari dengan selingkuhannya *keren plus memuakkan* atau pergantian identitas seorang mata-mata yang sudah pensiun atau seorang polisi yang menyamar sebagai penjahat selama bertahun-tahun, wah banyak deh pernak-perniknya. *sorry OOT*
Identitas memang terkait dengan faktor genetik atau bawaan, semisal ras atau gender, warna kulit yang nota bene bukanlah pilihan tapi sifatnya kodrati. Namun dalam kenyataannya identitas ini terbentuk dari unsur penilaian/prasangka yang secara sosial budaya dilekatkan pada faktor genetik tersebut.
Tentu hal yang paling mudah membedakan identitas adalah dari nama, tapi ini sie pengalaman gw ya he..he.. secara mungkin karena identitas gw di ranah blogsphere ini ga jelas lalu entah dari segi mana (mungkin gaya tulisan kali ya) akhirnya banyak yang mengidentifikasi gw sebagai laki-laki sehingga gw biasa dan tentu tak masalah dipanggil Mas atau Bung atau sebaliknya gw yang salah mengidentifikasi seseorang yang gw kira perempuan padahal laki-laki cuma karena gw liat namanya aja dan gaya tulisannya he..he.. maaf ya Mas Tintin
Ok balik lagi ke bahasan bahwa faktor bawaan ini ga bisa disikapi netral tapi ternyata kadang jadi simbol dari kebodohan-kecerdasan, kekayaan-kemiskinan, kejujuran dan kelicikan dan banyak lagi, contoh ras arya dipandang lebih superior dari ras lainnya, atau tengok film india orang yang berwajah sangar identik dengan penjahat yang licik atau misalnya orang kulit hitam/negro dipandang lebih bodoh dari orang kulit putih dan masih banyak contoh2 lainnya lah.
Dan kenyataannya kita tak bisa tidak terikat dengan segala embel-embel yang terkonstruksi secara sosial budaya tersebut yang akhirnya memang menjadi identitas yang menempel dan sulit terlepaskan padahal untuk hal-hal tertentu pengidentifikasian itu bersifat subjektif.
Contoh sederhana. nama Muhammad akan identik dengan seorang muslim laki-laki dan islam di barat sana terlanjur mempunyai cap sebagai terorist, jadi punya nama itu dan pergi ke negeri mereka siap-siap dicurigai *kejamnya dunia ohh*
Dan ga bisa dipungkiri kenyataannya agama/keyakinan merupakan identitas paling sensitif, gesekan-gesekan yang terjadi karena beda identitas dari sisi agama ini jika tak disikapi dengan arif dan bijaksana, bisa memicu konflik yang sangat besar.
Contoh kecil lagi ya, jaman sekarang ini agak sulit kali ya membedakan antar non muslimah dengan muslimah, identitas yang umum sie dari pakaiannya ya, tapi seperti yang gw bilang faktanya kini tentu ga mudah membedakan dia muslimah atau engga hanya dari pakaiannya aja kan. ya ini contoh sederhana aja seeh.
Gw rasa klo identitas yang berhubungan dengan hal yang sifatnya kodrat si bukan suatu masalah yang penting bagaimana kemudian jika berlaku sebagai muslim maka kodrat dan fithrah yang dimiliki bisa menyesuaikan diri dengan aturan hukum Illahi menjadikannya sebagai pedoman hidup kita. Mungkin sebagai muslim atau muslimah ga perlu sungkan untuk menampilkan diri sebagai seorang fanatik (dalam konotasi positif tentunya) terhadap ajaran agamanya tak usah merasa harus kompromi atau mencari win-win solution jika berhubungan dengan masalah yang jelas2 bertentangan atau di luar koridor islam. Meskipun kemudian banyak label miring yang ditempelkan terhadap pemeluk dan ajaran islam itu sendiri.
Jadi identitas gw di ranah bloghsphere yang ternyata tak bisa teridentifikasi dengan nama, avatar or gaya tulisan maka dengan bangga gw nyatakan spy tak saru bahwa gw adalah perempuan normal, alhamdulillah muslim meski mungkin masih muslim KTP *memalukan* . Buat Pa Dhe Sawali, mungkin sejak baca ini ga akan manggil mas lagi ya he..he.. Peace Sir!!
So identitas apa yang mo kalian tampilkan sobat-sobatkuuh ??? Cheers!!!!!
Note Sekali lagi ini bukan tulisan menggurui atau menggarami air laut, tapi cuma buat ngingetin diri gw aja. klo ada yang mo tambah2 silahkan dan alhamdulillah
terlalu simple untuk disebut perempuan.
“jeng, abis ini naek gunung yyukkk”
kalo gaya tulisanku kayaknya udah kecewe-cewean, namaku juga udah kecewe-cewean, avatarku juga udah kecewe-cewean, tapi teteup aja ada yang manggil aku: oom, mas…
ALhamdulillah .. ternyata mbaknya ngaku .. hehehe
btw gaya penulisanku kayak perempuan yah .. ?? *wah kayaknya harus agak lebih berkarakter lagi ..
.
oh iyah .. biar gak salah lagi .. di tulisan pernyataan diri pasa kata saya adalah permpuan .. di blod kasih warna merah ..
Salam
iya tuh, siapa tuh blogger yang ngga mau pake nama asli?
malah pakai nama hewan segala…
mana dia!? mana dia!?
**tunjuk sana-sini**
wakakakaka
Gw masi penasaran mbak
Fotonya mannnaaaa?
mohon maaf, mbak, wakakakaka
selama ini saya salah duga. kukira nenyok itu jantan tulen, haks. terkesan maskulin, gitu loh. eh, nggak tahunya perempuan sejati. gitu juga kok bloger2 terdekat mas, eh, mbak nenoyk ndak ada yang ngingetin, yak. okelah, sejak saat ini aku panggil mbak nenyok aja. nama yang lebih akrab dan dan merakyat, haks.
Banyak yang masih ingin ku ketahui, tapi tak apa lah… mungkin ini awal yang baik… buat suatu saat nanti.
hmmm…
pantes tiap msk Senyawa , koq harum perfume nya feminin sekali, spt harumnya coco chanel…. Maaf teh Nenyok klo my comments dulu2 krg sopan utk lady.. hehe
jadih ke inget chika yang sering di panggil mas….
*dipentung*
Mas.. *dijewer*
Memperbaiki image ternyata lebih susah dari merusak image, oleh sebab itu manusia harus berhati2 dlm bertingkah laku dan berkata2 untuk menjaga image golongan/ras/agama maupun kelompoknya. Mari mulai dari pribadi masing2.
hohohohoho.. siapakah aku?? dimana identitasku? ^linglung^
*ditabok*
terkadang identitas lebih diindentikkan pada penggunaan nama. namun hati-hati jangan langsung salah tutur sebelum mengetahui dengan sebenarnya, karena dari nama bisa aja kita keliru menerapkan gendernya seperti nama nur…, jangan langsung dianggap Nurhayati, karena bisa aja nurdin atau nurman. Ros.. jangan langsung dikira Rosliani, karena bisa aja Rosman. bukan begitu mbak…?
pokonamah si teteh mah hebatlah
mencerahkan
Nenyok ya lah pasti perempuan, masa kaya Nona Igun.
Apa arti sebuah nama ???? sobat.
aku kehilangan identitas!!! toong!!! ktp-ku hilang!!!! heuhue
aku ilyas afsoh
wah
kaget aku ternyata nenyok itu seorang eneng
mengejutkan
Di budaya jawa endang itu perempuan, di Sunda laki-laki. Kalau untuk ngobrol dan berdiskusi kan tidak penting dengan gender ya. hik hik hik saya pun keliru, saya nenyok kira itu laki-laki, ternyata mbak.
identitas, memang seperti barang aneh, misterius dan punya banyak argumen.
Ah, si mbak ini..
Bikin guemezzz deh..
Hadooh…
Masih keneh panasaran euy…
*garuk2 pala*
Salam kenal juga…maakasih atas kunjungan nya…
Salam blogger………
Kita hidup didunia maya… ya… “samar” deh semuanya…..
hah? perempuan?
*sumpe, neng kirain laki2!*
Bagi saya sih…. silahkan anda2 atau kita2 ini menjadi identitas apapun. Mau ngaku A atau B, ya silahkan, mau ngaku fundamentalis ataupun fanatis ataupun ekstremis yang ogah dengan win-win solution, silahkan saja… nggak apa2 kok…. nggak ada yang maksa…. tetapi asal jangan memaksa orang lain juga untuk menjadi A atau menjadi B, apalagi dengan kekerasan. Kalau kekerasan dibalas lagi dengan kekerasan dan seterusnya persoalan tidak akan selesai….. (seperti kasus di Irak dan Afghanistan), di mana “teroris” menyerang Amerika, Amerika membalas menyerang “sarang teroris”, setelah Amerika “menang”, masalah tidak kunjung selesai juga…… Manusia memang tidak pernah belajar
Tapi ya itu… bagi saya ya silahkan saja menjadi apapun, asal jangan memaksa orang lain menjadi sesuatu yang tidak ia inginkan dan juga jangan merugikan orang lain……. simpel kan?
Postingan teerakhir tentang apa yah ..?? tentang usia yang bertmbah yah ..?
[...] 14 06 2008 Adu swear deh, entah kenapa gw agak-agak nyesel nulis postingan tentang identitas bukan.. tentu bukan karena komentar2 or semacamnya duh malah gw ucapin terimaksih banyak deh [...]
Hehehe…
Saya sih dari awal-awal saling singgah, udah syak wasangka ini empunya blog ini wanita. Dari estetika bahasanya juga kerasa
*halah… nggaya pake kata estetika*
Tapi sering rancu memang di blog. Lha, saya yang muda begini, masih 21 tahun begini sering dipanggil Mas atau Pak sama yang lebih tuaan. Padahal… dari blog saya yang bercorak muda, segar, dan menggairahkan itu juga kentara kalo saya ini memang masih muda
*minggat sebelum ditabok empunya blog*
apa bedanya,
kecuali
apa maunya
gitu kah?
memang tiap orang berhak ko jadi apa aja yang sesuai maunya
orang lain yah nda bisa apa apa
baiklah kalo perempuan, muslimah dan mungkin masih KTP berarti kita bisa toss skarang hehe
tante ! ada apa dngn identitas ? klo nama eke grace brrti identik berkah donks ? ihiy ~
tp knava indOnesia kamvrett tempad yg saia tinggali begitu suraamm ? [loh?!] *nunggu didepak dr indO*
kadang sy bertanya mengapa yah orang menyembunyikan identitasnya di internet ? apa kayak sindrom :”come on get lost, baby” seperti saat seseorang berlibur ke sebuah negara dimana tidak ada orang yg kenal sama dia (bahkan, misalnya, kedutaan indonesia pun ngak ada di negara itu) ?
enakan yang samar2 deh
waduh..sepertinya saya salah satu yang salah mengindentifikasi mas.. eh mbak nenyok ini
maaf ya mas, eh mbak (tu kan salah lagi)
aku sempet mengira dirimu laki-laki, tapi pernah disalah satu postingan kamu udah nyebutin perempuan, baru deh ngeh
apa kabar bu, sehat2 kan ?
Ooohh Neyok “perempuan normal” toh..
I C..