Ho..hoo.. rasanya sebutan muslim radikal, fundamentalis and sejenisnya bakalan mencuat lagi nie, terutama ditujukan pada kelompok islam tertentyu begichu, bukankah ichu bechul?? *aksen Cinta laura:mode:ON*
Bagaimana sie kesan or citra yang ditangkap orang pada umumnya saat denger kata muslim radikal or fundamentalis?? . Banyak orang memiliki kesan umum, bahwa Muslim fundamentalis atau Muslim radikal atau Muslim garis keras (hard-liner)-begitu biasa mereka menyebut kelompok Islam yang lantang menyerukan penerapan syariah-adalah orang yang berwajah garang, tidak argumentatif, doktriner, bodoh dan tidak bisa diajak dialog. Singkatnya, di mata mereka, wajah Muslim fundamentalis itu sangat buruk dan menakutkan. Karena itu, tidak semua orang memiliki kekuatan hati untuk datang bertemu dengan para “ekstremis” itu.
Apa sih Radikal and Fundamentalis itu ??
Radikal secara kebahasaan (lughawi) berarti “akar”, atau “sesuatu yang mendasar”. Radikalisme berarti berfikir secara mendalam dalam menelusuri suatu akar masalah. So pengertian radikal sebenarnya merujuk pada sesuatu yang positif (radic = akar), yaitu sesuatu yang mendasar (dalam terminologi Islam bisa berarti tauhid = dasar Islam), Jadi idealnya justru dalam mempelajari Islam, pemikiran radikal ini diperlukan agar kita dapat memahami hakekat dan kebenaran keIslaman kita, apakah Islam yang kita pelajari sudah sesuai atau tidak dengan tuntunan Rasulullah,
Sedangkan fundamental secara lughawi berarti “pokok, asas”. Di dalam Ushul Fiqih, asas atau pokok agama Islam yang utama adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Selain ditunjang oleh adanya Ijma’ dan Qiyas.
So Apa hubungan Radikal dan Fundamental?
Suatu proses untuk memahami sebuah hakekat dan kebenaran Islam tidak lepas dari sebuah asas atau pokok (fundamental), seperti misalnya di dalam menjalankan rukun Islam yang lima, syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji, sangat diperlukan asas yang pokok dan benar agar ketika menjalankan proses rukun tersebut tidak bertentangan dengan kaidah pokok tersebut, dalam hal ini tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Di dalam mengucapkan syahadat, diperlukan dasar tentang bagaimana syahadat yang benar, atau ketika sholat, diperlukan kaidah pedoman tentang bagaimana sholat yang benar, dan lain sebagainya.
Masalahnya sekarang penyebutan radikal ini sering dimunculkan saat terjadi risiko tindak kekerasan atas kiprah kelompok islam ini, sehingga jika terjadi berulang-ulang kemudian citra buruklah yang menempel pada kelompok tersebut dan saat kita mendengar nama islam radikal or fundamentalis, yanga ada malah rasa takut.
Demikianlah citra yang telah terlanjur melekat pada kelompok Islam yang disebut fundamentalis. Pencitraan semacam ini tentu tidak lahir dengan sendirinya. Ia merupakan hasil dari sebuah kerja panjang yang sistematis oleh media massa yang saat ini memang didominasi oleh media Barat. Pencitraan semacam ini jelas sangat merugikan karena orang bisa menjadi mis-leading (keliru) dalam menilai. Kalau sudah keliru, sebagus apa pun yang dibawa atau disampaikan akan tetap cenderung ditolak oleh khalayak.
Mengapa mereka disebut radikal? Dalam Islam Radikal, Pergulatan Ormas-ormas Islam Garis Keras di Indonesia (Teraju, Ju1i 2002), Khamami Zada-dengan memakai kerangka teori Horace M. Kallen-mencirikan Islam radikal dengan empat hal yaitu :
-
- Pertama, mereka memperjuangkan Islam secara kaffah (totalitas); syariat Islam sebagai hukum negara, Islam sebagai dasar negara, sekaligus Islam sebagai sistem politik sehingga bukan demokrasi yang menjadi sistem politik nasional.
- Kedua, mereka mendasarkan praktik keagamaannya pada orientasi masa lalu.
- Ketiga, mereka sangat memusuhi Barat dengan segala produk peradabannya, seperti sekularisasi dan modernisasi.
- Keempat, perlawanannya dengan gerakan liberalisme Islam yang tengah berkembang di kalangan Muslim Indonesia.
So dengan ciri2 itu, apa yang salah dengan islam radikal or fundamentalis, Salahkah memperjuangkan totalitas Islam? Salahkah berorientasi pada ajaran masa lalu (jaman Nabi SAW’ dan khulafaurrasyidah)? Salahkah melawan pemikiran sekularisme dan liberalisme yang dikembangkan oleh dunia Barat dengan mengemukakan ajaran Islam yang orisinil?
So sama sekali ga ada kan hubungan mesra kan antara radikalisme -fundamentalisme islam dengan anarkisme, Islam itu agama damai dan rahmat, namun jangan lupa kekerasan pun dibolehkan asal sesuai dengan tuntunan syariat. So menjadi fundamentalis dan radikalis dalam berislam harusnya menjadi kemestian kan
Fundamentalis and radikal, siapa takut???
Note: Kebenaran datangnya dari Alloh dan kekhilafan/kejahilan datang dari diri saya sendiri. wallahu alam
Ref:
Dicari islam radikal
Sebuah catatan islam radikal
wajah ramah muslim fundamentalis
salut sama teteh
bener2 postingan cerdas
jadi mestinya kita takut
ketika ternyata kita masih bolong sholat lima waktunya
Setiap manusia berhak atas cara pandang yang di pilihnya.
Yang penting tidak harus memaksakan kehendak.
Kita sama-sama belum Islam, mau mencapai Islam itu melewati beberapa tahap; Syariat, Hakikat, Makrifat baru Islam.
Saya masih takut melihat sesama muslim berperang untuk sesuatu yang tidak seharusnya saling pukul … ah miris
Hmm
Saya g tw mw blg apa
Pencitraaan tentang pemeluk Islam memang tak seimbang, terutama yang dilakukan oleh kelompok yg menginginkan Islam ber-image negatif.
saiaa juga ndak tau mau bilang apa..
Asw.
media sekarang emang sudah tidak berimbang, jenggotan sedikit dibilang radikal, jilbab lebar dibilang ekstrimis….. gak tau lah…..
pokoknya
jangan takut dengan celaan orang yang suka mencela…..
sampikanlah yang haq walaupun hanya satu ayat……
Makasih Nenyok. Penulisan yg systematis, jelas, refferensi cukup, & membuka wawasan. Ini jaman “perang” media. Kaum muslim dipancing utk berreaksi, kemudian reaksinya diberi konotasi negatif, kemudian diberi label & disebarkan di media dg gencar. Bukannya nilai islam yg disebarkan oleh media, tapi justru reaksi yg diberi konotasi negatif & diberi label tadi.
Makasih banget ya & salut atas penyajiannya.
Makasih, karena tulisankau menjadi referensi!
Berita yang sedang heboh nich
radikal, fundamentalis, atau liberal, sama2 berlabelkan islam. semoga tidak saling bertarung utk mencari pembenaran.
Ass.
yup…pencerahan mas..pencerahan..salut……
Rahmattan Lil Allamin = rahmat untuk semesta alam, itu Janji Alloh, SWT, pasti adanya. Yang saya tahu adalah bahwa kita harus tetap hidup berdampingan dengan kaum kafir, selama mereka tidak menyakiti kita, kita tidak boleh membuat sedikitpun luka pada kulitnya, tapi kalau sudah melukai dan menodai kita, ada jalan yang bisa kita lakukan, Jihad !
Biarkanlah hanya Alloh SWT yang melindungi dan memberikan pahala untuk para Mujahhid.
absen teh,,,tunjuk tangan,,hadir
Mo radikal kek… fundamental kek… intinya KUASAI MEDIA dulu… Biar gak jadi bulan2an… hehe
asal jangan liberal n sekuler ajahhhh
ini mas atau mbak…..?
bener… Maha benar Allah dengan segala firmanNya
bebas lah…
terserah…
punya perrtanyaan sama dgn Pak Daeng ??
Salut….! Lau begitu saya ikut mengucap yel “siapa takut !” and izin copy paste..
Wallahu a’lam