Akar Masalah Insiden Monas

4 06 2008

Pemerintah dinilai tidak tegas terhadap Ahmadiyah.

JAKARTA – Ketua DPR, Agung Laksono, meminta aparat tak hanya bertindak tegas dalam kasus bentrokan massa antara Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monumen Nasional (Monas), tapi juga berlaku adil.

Para pelaku kerusuhan Monas harus dihukum, tapi masyarakat jangan melupakan akar masalah, yakni Ahmadiyah yang hingga kini belum dibubarkan. “Ini penyebab utamanya menyangkut Ahmadiyah. Harus segera diselesaikan Ahmadiyahnya, sementara pelaku kriminal diproses menurut hukum,” kata Agung, Selasa (3/6).

Masyarakat maupun politisi diingatkan agar tak emosional menyikapi bentrokan pada Ahad (1/6) lalu itu. Agung meminta politisi jangan hanya bisa berkomentar, tapi juga aksi nyata menyelesaikan masalah. Sedangkan masyarakat diminta tidak membalas teror dengan teror.

Akar masalah insiden Monas, diakui Ketua FPDIP, Tjahjo Kumolo, adalah ketidaktegaskan pemerintah menyikapi keberadaan Ahmadiyah. Pembiaran Ahmadiyah memicu keresahan karena surat keputusan bersama (SKB) soal Ahmadiyah terus diulur-ulur.

“Sayangnya, komitmen itu tak pernah muncul. Harusnya pemerintah tegas dan tidak ragu-ragu,” katanya. Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, menilai baik FPI maupun AKKBB salah. FPI salah karena melakukan kekerasan di luar prosedur hukum. AKKBB salah karena menempatkan Ahmadiyah sebagai kebebasan berkeyakinan dan beragama.

“Sebenarnya, masalah Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan, tapi penodaan agama tertentu, dalam hal ini Islam,” katanya. Hasyim menyesalkan sikap pemerintah yang tak tegas terhadap Ahmadiyah. “Pemerintah lebih banyak berwacana daripada melakukan tindakan preventif dan represif.”

Menanggapi beberapa pihak yang berupaya menggiring NU terlibat dalam kasus Monas, Hasyim mengimbau agar tidak menyeret NU dengan melakukan aksi unjuk kekuatan, bahkan bentrok fisik dengan massa FPI. Seluruh warga NU diminta tetap tenang dan tak terprovokasi adu domba. “Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas,” katanya.

Di beberapa daerah, sejumlah massa yang tergabung dalam badan otonom NU, seperti GP Anshor, mengancam membubarkan paksa FPI. Usai demo di Mapolwiltabes Surabaya, Ketua GP Anshor Surabaya, Ali Suparto, meminta polisi membubarkan FPI.

“Kalau tidak, kami akan bergerak sendiri,” ancam Ali, kemarin. Di Tulungagung, Jatim, massa Barisan Anshor Serbaguna (Banser) siap dikerahkan membubarkan FPI. Di Majalengka, Jabar, ratusan massa dari sejumlah ormas, di antaranya GP Anshor dan Ikatan Pemuda NU, menuntut hal serupa.

Menyikapi memanasnya situasi, pimpinan pondok pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Maman Imanulhaq Faqieh, meminta semua pihak meredam emosi. Menurut Maman yang menjadi salah satu korban kasus Monas, pesantren mengajarkan damai dan menghargai rasionalitas serta perbedaan.

“Kami akan meredam massa di bawah,” kata Maman. Kekerasan, tegasnya, harus dihentikan kepada siapa pun dan atas nama siapa saja.

Kedubes AS
Kemarin, Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. “Itu tidak etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah,” katanya.

Sementara itu, kemarin, FPI yang dipimpin Habib Rizieq Shihab melaporkan 289 orang anggota AKKBB ke Polda Metro Jaya. FPI menilai mereka aktor intelektual kerusuhan Monas. Habib juga melaporkan adanya anggota AKKBB yang membawa pistol saat aksi di Monas. (Republika online : Rabu, 04 Juni 2008 )  8)


Tindakan

Information

29 tanggapan

4 06 2008
nenyok

Salam
He..he.. pertamax untuk diri sendiri narsis mode:ON

Aduh bener deh daku cape dan marah, kenapa eh kenapa mau aja di adu domba jadi inget pelajaran sejarah dulu , inget kan politik divide et impera-nya Belanda, kayaknya sekarang gy dipake lagi nie terutama mengadu domba umat islam dengan sesamanya.
Sikapku thd FPI akh dengan alasan apapun kekerasan tentunya bukan cara2 yang dikehendaki, hanya akan menimbulkan perpecahan (untuk kasusu ini tentunya)
AKKBB, akh harapannya bisa membedakan mana yang hal yang termasuk boleh bebas berkeyakinan mana yang yang termasuk menodai agama tertentu disini islam tentunya.
Ahmadiyah klo mo eksis jangan bawa2 islam ya, toh golongan islam banyak tapi adem2 juga karena ga ada perbedaan mendasar soal akidah, ya kalo soal fiqh bedapun dalam taraf boleh misalnya antara qunut or engga, tak memicu perpecahan tuh :)
Tapi plis deh Peace lah, ga perlu itu gontok2an, orang pembenci islam di luar sana akan bersorak riang, ya ga sie
Salam damai untuk semua penghuni bumi :)

4 06 2008
gerie

Gw temenin ya Nyok..
Ya itulah kalau gak ada pemimpin yg kuat. Memang bangsa ini rawan konflik. Tiap masy yg krg sejahtera (ekonomi & sosial), cenderung mudah dipicu konflik. Liat aja di afrika & amerika latin. Sejahtera itu gak hrs kaya, tapi ada keseimbangan, pemerataan, & rasa aman. Kalau demokrasi & reformasi gak bisa membawa kearah kesejahteraan, ya omong kosong. Hanya jadi berhala jaman modern. Potensi konflik tetep gak bisa ilang.

4 06 2008
hanggadamai

hati2 provokasi… :)

4 06 2008
Wempi

hm…
fiuh…

4 06 2008
si_bH0L4nK

jadi akarnya pemerintah sekarang yang plin-plan ya???
trus supaya pemerintah ga plin-plan mw diapakan??? dikudeta???toh diingatkan sudah keblinger juga…tapi hati2 sama militer lho…tambah garang, soale anggarannya ga nambah-nambah…hehehe

4 06 2008
FaNZ

Akarnya ahmadiyah tuh!
Inget yah!!!
Nabi akhir zaman umat islam tuh nabi MUHAMMAD.
bukan si mirza gulam tuh!
Kalo yang pcya si mirza tuh nabi, lo keluar dari islam!! Jangan bawa2 islam
Untk fpi: amarahnya d redam dikit dunk akhi..
Bwt pemerintah: koq sk pelarangan ahmadiyah blm kluar2? Liad kan si AS dah mulai campur tangan. Apa kita mau di peralat?

Hahahaha
Gw jadi kebawa suasana :lol:

4 06 2008
achoey sang khilaf

Jadi akar permasalahannya adalah ketidak tegasan pemerintah dalam menindak para perusak agama Islam. Bukan begitu teh?

Jadi kapan pemerintah tegasnya ya?

Aku sih cenderung berpikir begitu, tapi kata kang Andi Malarangeng, waktu tadi nonton liputan 6 petang, dia bilang ga boleh nyalahin pemerintah cenah he..he..tapi terlepas siapa yang salah, tindak kekerasan itu ga harus terjadi bukan???. Peace akh

4 06 2008
Deconlabel Dot Com | Antara FPI, AKKBB & Ahmadiyah di Monas

[...] 2. Tautan dari Republika Online oleh seorang blogger [...]

4 06 2008
tintin

humm yah akar masalahnya yang paling mendasar adalah kurang ilmunya kaum muslimin di Indonesia dan pengamalan dari ilmu yang telah diajarinya yaitu meneladani dan mengamalkan sunnah² Rasulullah dalam setiap hirupan nafasnya, yang menyebabkan

1. Terkena syubhat dari musuh ² ISLAM baik dari luar maupun dari dalam :)
2. Kebodohan merajalela dan kebengisan dalam memperturutkan hawa nafsu.

ada yang lain.. ?

btw .. thanks atas kunjungannya , alhamdulillah our baby fine n’ tambah lucu .. :D

4 06 2008
GiE

POKONA™ STOP AKSI KEKERASAN DAN ANARKISME!!! *TOA mode On*

4 06 2008
ichanx

Makanya… pilih gw jadi Presiden… yeah….

4 06 2008
Laporan

Sabar, sabar.

5 06 2008
padhepokananime

FPI salah….Karena menggunakan kekerasan dalam menyadarkan umat…
AKKBB lebih menyesatkan dengan membela Ahmadiyah…
Salam kenal dari padhepokananime

5 06 2008
Yoyo

Jujur, di sini saya berburuk sangka : Yahudi dan antek-anteknya (baca=AKKBB) dan sebagian media massa adalah pemicunya, bukan bahan bakarnya. Bahan bakarnya adalah sekelompok golongan yang mendapatkan curahan hujan (baca=dana) dari antek-antek Yahudi dan jaringan-jaringan yang idealismenya adalah sekularisme (Baca= Jaringan Islam Liberal).
Pemerintah : tidak tegas, sebab antek-anteknya juga malah duduk sebagai Penasehat Presiden (baca=Wantimpres/Adnan Buyung salah satunya, saya jadi nggak respect sama beliau).
Tidak akan ada asap, kalau tidak ada api !
Biarlah hanya Alloh yang melindungi para Mujahhid !

Amin. Iya Mas saya persis setuju dengan pemikiran itu, rasanya tak salah jika umat islam waspada dengan bersuudzon terhadap antek2 yahudi (baca barat)

5 06 2008
Jingga

ikutan nimbrung ya Ney,
hari2 gini nih, rasanya semua hal kok dipolitisir ya.
palagi deket2 pemilu gini makin miris rasanya klo lihat tipi.
aku jg nggak pernah setuju sama yang namanya tindakan anarkis,
tapi hal2 yang potensial mengumpulkan masa selalu ada celah buat provokator nyungsep di antara mereka.
aku juga sedih lihatnya, kok sesama manusia ini sampe bela-belain serang-menyerang, ah…entahlah.
semoga pak pulisi bisa segera selesai menyelidiki para anggota AKKBB yang disinyalir sbg aktor elit itu.
Kalo gini keadaannya umat, para musuh Islam jadi sorak2

*eh Ney, tanya ya, sedikit mlenceng dr topik nih,
klo mo bikin background color di panel komentar gimana caranya ?
mau ngasih tau nggak ?
aku tunggu ya :)

5 06 2008
alrocker

Wah tulisan2 atau comment saya di beberapa blog orang yang membela FPI dan mengecam gus dur mulai dikecam oleh beberapa orang. Kayaknya saya mulai di mata2 i BIN. bahkan indonesia mulai minta bantuan FBI atau CIA untuk mencari saya pake satelit NASA.

INTINYA…… TERKUTUK ENGKAU KAUM MURTAD dan KAFIR…. jahannam laknatullah siap menunggu mu. Saya siap bela FPI, walaupun iman saya masih belum mencapai taraf istimewa dimata tuhan. tapi akan terus membela agama saya sampai kapanpun.

5 06 2008
abee

hay mukmin siap2 Agust nanti ada agenda besar yang akan menyadarkan agar kita bersatu

5 06 2008
Panji

pokoknya santai aja…….
biarkan kuasa Allah SWT bekerja….
kebenaran pasti akan menang, dan islam akan berjaya di negri ini….insyaAllah

5 06 2008
1000download

Sekarang anggota-anggota FPI sudah ditahan. Ini harus dibarengi dengan penahanan serupa terhadap orang-orang AKKBB yang melakukan provokasi dan membawa senjata api. Lalu elemen-elemen masyakarat yang lain harus mengupayakan – tanpa anarki – agar AHMADIYAH BETUL-BETUL DIBUBARKAN!!! Silakan bikin nabi baru, tuhan baru, kitab suci baru, kakbah baru, surga baru, asal tidak membawa Islam.

5 06 2008
dani

AWW,,
Saya sangat mndukung Tindakan habib Riziqe Sihab,,
dan kalau Islam itu di ibaratkan sebuah bangunan maka
FPI itu adalah scurities / atau keamanan
dan kalau kita ingin melawan YAHUDI tidak cukup dengan pemikiran,, tapi harus dipukul dengan bambu,, maju terus HABIB ane Selalu mendukung Tindak dan tanduk mu,,^_^ ALLAHU AKBAR.,.,.,.,.,.,

6 06 2008
natazya

ga pantes… itu aja…

7 06 2008
mxxnkcore

kalo kita mencari siapa yang keliru tentu jangan hanya menyalahkan ahmadiyah, kenapa sih ahmadiyah bisa muncul lama diIndonesia baru sekarang dipermasalhkan secara besar2an??, tentu semua ingin mencari kambing hitam atas perbuatanya dan tentang ajaran ahmadiyah yang dinilai sebagaian orang keliru, bukankah dikitab suci islam iblis “dibuang” ke bumi karena merasa lebih baik dari manusia dan malaikat????
dan tentang kebenaran semua itu yang mengetahui hanya Tuhan (jika betul ada), dan dikatakan puritan hanya tafsiran dan manusia yang menafsir tentu tidak sempurna 100%

“tentang kebenaran semua itu yang mengetahui hanya Tuhan (jika betul ada)” hmm dimana ni penekanannya di ketiadaan kebenaran atau ketiadaan Tuhan? ini bukan soal mencari kambing hitam namun intinya kebenaran harus disuarakan, coba anda telaah ttg ahmadiyah ini, ini adlh persoalan lama namun selama ini pemerintah dianggap tak tegas, entah siapa yang mereka takuti, dan rupanya kemarahan umat islam yang mearasa agamanya dinodai telah terakumulasi sedemikian rupa, dan meledaklah sekarang, memang dengan momentum yang kurang mengenakkan dan malah jadi tak kondusif thd keberlangsungan ormas2 islam yang dianggap vokal. Mengenai Alquran logikanya begini ga mungkin kan Alloh menurunkan kitab suci sebagai pedoman hidup yang justru tak bisa difahami oleh manusia kan, dan kitab suci al-Quran adalah kebenaran absolut karena Ia adalah kalam Illahi, setidaknya itu yang saya yakini Mas/Mba :)

11 06 2008
mxxnkcore

“hmm dimana ni penekanannya di ketiadaan kebenaran atau ketiadaan Tuhan? ini bukan soal mencari kambing hitam namun intinya kebenaran harus disuarakan, coba anda telaah ttg ahmadiyah ini, ini adlh persoalan lama namun selama ini pemerintah dianggap tak tegas, entah siapa yang mereka takuti, dan rupanya kemarahan umat islam yang mearasa agamanya dinodai telah terakumulasi sedemikian rupa, dan meledaklah sekarang, memang dengan momentum yang kurang mengenakkan dan malah jadi tak kondusif thd keberlangsungan ormas2 islam yang dianggap vokal. Mengenai Alquran logikanya begini ga mungkin kan Alloh menurunkan kitab suci sebagai pedoman hidup yang justru tak bisa difahami oleh manusia kan, dan kitab suci al-Quran adalah kebenaran absolut karena Ia adalah kalam Illahi, setidaknya itu yang saya yakini Mas/Mba”
substansi pertanyaan saya adalah apakah ada suatu kebenaran mutlak yang dapat diterima semua mahluk hidup??? apakah yang ada hanya sutau tafsiran manusia?? sudah terbuktikah Tuhan ada atau tidak??, mengenai keyakinan ini, pemerintah sekalipun tidak dapat masuk kedalam hati nurani seseorang karena yang mengetahui keyakinan seseorang tersebut adalah dia sendiri dan mengenai logika anda saya bertanya siapakah yang menulis kitab tersebut?? darimana asal pertama kitab tersebut??? apakah semua isinya dapat dibuktikan kebenaranya?? dan saya pikir perbedaan keyakinan adalah wajar2 saja karena sampai saat ini manusia dilahirkan dengan hal yang berbeda-beda, mengapa kita menyeragamkan keyakinan yang paling hakiki…

12 06 2008
nenyok

@Mxxnkcore:
Saya sangat faham bahwa perbedaan, kemajemukan adalah hukum alam, soal kebenaran mutlak yang anda katakan tentu buat saya sbg muslim, keyakinan saya adalah mutlak benar adanya, pun pasti begitu dengan penganut agama/ideologi lain akan mengatakan hal serupa terhadap keyakinannya, karena memang ini masalah nurani dan pilihan hidup masing-masing bahkan memilih menjadi atheis sekalipun, tak masalah, silahkan klo itu hal yang diyakini.

Toh islam sendiri tak penah memaksakan bahwa semua orang harus berkeyakinan islam sbgmn dikatakan dalam Al-Quran “tak ada paksaan dalam beragama, karena yang haq dan batil sudah jelas”

Setiap suatu keyakinan/ideologipemahaman kan mempunyai definisi dan kaidah2 tertentu dimana jika melenceng dari kaidah itu berarti sudah ga termasuk didalamnya. Demikian pula dengan islam, katolik, protestan, atheis, kapitalis.

Contoh sederhana : Matahari adalah bintang kerdil di sebuah tata surya di galaksi bimasakti dengan planet-planet sbb … dst

Jika sebuah bintang tidak memenuhi definisi tersebut, maka otomatis tidak bisa disebut sebagai matahari.

Simple aja, masalahnya Ahmadiyyah ngotot menyatakan diri sebagai Islam.

Padahal mereka tidak memenuhi kaidah dan definisi-definisi tentang Islam. Jadi ini sama sekali ga ada hubungannya dengan penyeragaman keyakinan kan??, toh selama ini umat islam tak ada masalah dan protes thd penganut agama lain

Saya faham ini negara demokrasi maka dari itu mereka berhak hidup namun silahkan dengan keyakinan tersendiri misalnya menamakan diri sbg agama ahmadiyah, tak masalah kan, negara dan umat islam tak akan keberatan spt yang anda bilang ga mungkin soal keyakian ini diseragamkan, tapi inti masalahnya sekali lagi adalah justru mereka ngotot ingin disebut orang islam padahal melenceng dari kaidah dan definisi islam itu sendiri.

Semua permasalahan di atas ada dalam koridor individu2 yang mempercayai adanya tuhan, kitab sucinya dan hal2 yang berhubungan dengan keimanan.

jadi kalau masih mempertanyakan Tuhan itu ada atau engga, kitab itu benar atau engga, bingung dengan soal kebenaran yang relatif dan mutlak kayaknya jadi ga connect ya :)

Itu pembahasan tersendiri Bung, jika anda tertarik untuk mengetahuinya saya tak keberatan berbagi pemahaman semampu saya bisa, dan bukan bermaksud juga menggarami air laut ;) Peace !!!

12 06 2008
nenyok

@Mxxnkcore
Baidewei trims lo anda menyempatkan mampir lagi kemari, mudahan anda memang seorang muslim sebagaimana saya yang betul-betul ingin mengetahui dan memahami bagaimana duduk persoalan yang sesungguhnya,
Tak rela kan kalau peraturan rumah kita misalnya diacak-acak, dicampuri malah merasa spt si empunya rumah . saya sie enteng aja akan mengatakan “ya silahkan deh bangun rumah dan peraturan sendiri”
tapi tentu saya tak memaksa anda juga untuk menerima opini saya.

12 06 2008
tintin

Ikut menambahkan buat mas/mbak @Mxxnkcore

sebenarnya anda tahu permasalahn Ahmadiyah tidak sih ..?? :P

sudah baca buku² karangan MGA yang nyleneh itu belum .. ??

ketahuilah .. ISLAM bukanlah yang seperti diyakini MGA .. ISLAM sudah sempurna .. dan namanya sempurna tidak ada yang ditambah dan dikurangi ..

so .. jika anda tetap ngotot untuk menggunakan dalil kebebasan beragama .. monggo .. tapi jangan pakai nama ISLAM .. pakai nama lain .. kenapa nggak pakek nama agama AHMADIYAH ..

dan untuk semunya yang baca …

Sesungguhnya kalo kita mau menyadari .. banyak yang mengaku ISLAM .. karena apa mereka meyakini bahwa ISLAM adalah jalan keselamatan di dunia dan di akherat .. tetapi kenapa mereka tidak mau pasrah taslim menerima dengan ikhlash agama yang dibawa Rasulullah, bahka mengotak atik tafsiran tidak sesuai dengan penafsiran generasi terbaik umat ini ..

lihatlah .. banyak mengaku ISLAM tetapi hakekatnya mereka hanya ingin menghancurkan ISLAM dari dalam seperti JIL, SYIAH, SUFI, KHawarij dll … ini semua adalah akar dari permasalahn .. .. Semoga ALLLAH selalu melindungi umat muslimin dari fitnah syubhat dan syahwat.. aminn ..

12 06 2008
gerie

Saya kira ini koq sudah out of context. Nenyok hanya menyampaikan apa yg ia dengar dan apa ia rasakan dari pemahaman dia sebagai muslim. Karena dalam pemahaman muslim, perbedaan pendapat adalah rahmat, dan dalam Quran disebutkan “seandainya Aku (Allah) mau, maka Aku jadikan kalian hanya satu ummat”. Tapi Allah menjadikan bermacam-macam kaum untuk saling mengenal.
Dalam Islam, difahami benar bhw dalam Quran ada ayat2 Muhkamat (yg sdh jelas pengertiannya) dan ada yg Mutassyabihat (yg perlu interpretasi). Masalah ke-Tuhan-an dan masalah ke-nabi-an, menurut muslim itu bersifat mutlak karena itu adalah muhkamat. Namun faham ahmadiyah menyentuh hal yg muhkamat ini menjadi sesuatu yang mutassyabihat. Ini menurut saya masalahnya.
Dan saya kira bukan tempatnya disini untuk mendiskusikan hal ini, karena ini “halaman” Nenyok tempat dia mencurahkan perasaannya sbg pribadi (yg muslim). Saya ingin menghormati “owner” dg segala perasaannya. Kalau saya ingin diskusi masalah2 seperti ini, lebih suka saya di forum yang membahas masalah tsb, bukan di “halaman” seseorang. Maaf.

15 06 2008
mxxnkcore

dialektika diatas menurut saya sangat membantu untuk menambah pengetahuan saya, so great..
maaf klo komentar saya dianggap out of context, saya hanya ingin meninjau segi historis bagaimana perbedaan keyakinan (bukan dari agama saja, termasuk soal keyakinan ajaran ahmadiyah bagi pengikutnya), karena mengapa kita mempertentangkan keyakinan (sekali lagi tidak dari segi agama saja), saya menganggap perbedaan keyakinan yang ada apalagi menyangkut agama sangat subtansial pada diri individu masing-masing dan jika terus dipertentangkan diskursus ini mungkin akan panjang, tentang difinisi apapun tentu masing2 individu mempunyai interpretasi masing2 yang dianggap paling benar saya kira itu adalah hal yang wajar, saya menghormati hal tersebut, saya pikir dengan metode hermeneutika (Habermas) perbedaan yang ada akan saling dipahami antara individu satu dengan individu lain dan tidak digunakan sebagai hirarki, dan tentang tuduhan penistaan yang selama ini dianggap orang-orang saya pikir perlu kajian yang lebih mendalam tentang hal tersebut dan perlulah melihat deklarasi universal HAM juga di Indonesia kita mempunyai Pancasila yang dapat digunakan pedoman kehidupan, contoh kasus anda tentang pemilik rumah yang diacak2 oleh orang saya pikir analoginya sudah berbeda, jujur klo saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan jika ada orang yang mengacak-ngacak rumah saya jika mereka dapat bertanggung jawab apa yang mereka telah lakukan.

15 06 2008
mxxnkcore

tambahan untuk tintin, tentang pendirian agama sendiri dan tentang AHMADIYAH tetap memakai islam saya pikir keduanya dapat saya terima tetapi secara hukum tentu sangat sulit mendirikan agama sendiri yang diakui sah dimata hukum untuk di Indonesia, tentang simbol-simbol islam mungkin sangat dipegang teguh di Indonesia tetapi saya ragu tentang transofmasinya dalam kehidupan sehari-hari. sebagai orang yang percaya Tuhan anda tentu yakin Tuhan bersikap adil dan sebagai umat mengapa mempermasalahkan perbedaan keyakinan (bukan saja pada antar agama satu dengan lainnya). (matahari satu dan menyinari semua mahluk di Bumi agar memperoleh kehangatannya tanpa membedakan mahluk apapun itu)

Tinggalkan komentar