Tuhan 9 Centi

22 05 2008

_________
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
Tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,

Hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah
bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah.ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi
perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap
rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan
bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok,
dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang
sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu’alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan
lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan
longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan
api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
_______

(Poetry by Taufiq Ismail )


Tindakan

Information

29 tanggapan

22 05 2008
Zul ...

Taufiq Ismail punya kekuatan dalam menciptakan puisi-puisi yang syarat pesan dan sindir moral semacam itu.

Kok, nama Taufiq Ismail ga ditulis di bawah judulnya?
Lupa kali, ya?

Tabik!

Hooh, baru ni mau di edit :)

22 05 2008
Ndoro Seten

Merokok adalah budaya membakar uang!!!
waspadalah!
waspadalah!

22 05 2008
GR

Satu puntung rokok harus dibayar dengan 3,5 menit nyawa dan uang 500 perak.

Bayangkan kalo sehari saja merokok satu bungkus, berapa usia nyawa dan uang yg harus ditebus?

Belum lagi dengan efek samping yang sangat merugikan si penghisap. Tapi
sayangnya, nggak ada satu pun manfaat dari Tuhan 9cm ini. Hanya madorot, madorot dan madorot saja yang ada.

Sungguh ini merupakan berhala-hala gaya modern, dimana penganutnya tersebar di seluruh dunia.

Seharusnya para alim ulama itu tau bahwa rokok adalah HARAM! Eh ini malah jadi contoh yang buruk bagi orang2 sekitar. Nggak aneh, skg liatin anak SD ngerokok udah jadi pemandangan biasa…

Sigh, bener2 geblek…

22 05 2008
GR

Ralat : mau nerusin kalimat di paragraf dua nih, “Apalagi kalo diitung per minggu? Per bulan? Atawa per tahun? Berapa kerugian yang WAJIB diterima?”

22 05 2008
pras

Nenyok yg baik,
semakin banyak perokok menunjukkan adanya ‘iklim sosial’ yg makin stressing. Tdk bisa hanya sekedar melarang, tapi utamanya benahi sumbernya. Kalangan yg mapan sedikit perokoknya, makin krg mapan makin banyak perokoknya. Apa artinya? Rokok adalah adalah “pelarian” bagi yg tdk mampu mencari pelarian lain. Kalau ada suami perokok, istri wajib bantu dg kelemah lembutannya mencari penyebabnya, bukan sekedar mencela. Itu yg namanya amar ma’ruf nahi munkar.Wassalamu’alaikum

Sayang ya, pelarian yang justru merusak MATA ya, mata pencaharian. Setuju banget dengan idenya

22 05 2008
Dhimas

Saya juga kadang bingung sendiri ama perokok.. Dia tuh menikmati apa?
Maaf buat para perokok..

Saya pernah denger komentar dari seorang perokok. Merokok mati, tidak merokok juga mati.. mending merokok.. wikikik.. geli2..

22 05 2008
GR

Komeng saya keras banget ya? Maklum atuh, saya inih anti banget sama rokok…
Jd ya gitu deh…

Sekalian numpang hetrix, bu ya..

heheu… :D

22 05 2008
GR

Yaahh.. Ga jadi hetrixna.. Gpp deh…

Ini mau bilang, mohon maaf buat para perokok, kalo komeng saya galak..

*menundukkan kepala sambil berlalu*

22 05 2008
Rindu

Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan kantong kempes …. :)

22 05 2008
Chic

satu batang rokok itu ternyata ada berjuta-juta penyakit… jadi, ngapain ngerokok ya? heran….

22 05 2008
tintin

tahukah bahwa rokok kebanyakan malah di konsumsi kaum menengah ke bawah ..?? :)

22 05 2008
itikkecil

harusnya peredaran rokok itu dibatasi :D

22 05 2008
daeng limpo

menutup pabrik rokok, nggak mungkin…. berapa banyak karyawan pabrik yang nganggur, berapa banyak petani tembakau yang menangis…….tetapi merokok ditempat umum ..jangankan yang anti rokok…beberapa perokok yang santun juga membencinya. (tapi saya gak ngerokok lagi sejak 3 tahun yang lalu).

22 05 2008
IndahJuli

sebenarnya aku sih terserah aja orang mau ngerokok atau ngak, percuma juga dibilangin.
Yang penting jangan ngerokok deket gw :D
bete kalau ngeliat orang ngerokok di angkot, udah gitu hujan.

22 05 2008
arifrahmanlubis

berhenti (kurangi) merokok.

dengerin kata Pak SBY.

kita ini harus hemat :)

22 05 2008
alrocker

Hidoooop ROKOK !!!!!!!!!!!!!!! ga se jam aja g ngerokok se akan dunia ini seperti neraka

22 05 2008
Abeeayang™

Menurut survei lagi, merokok ini berguna dalam adegan pelem. Nich ceritanya ada seorang pemain utama yang lagi disekap oleh penjahat, di iket di kursi. Nah…rokok itu digunakan untuk menyulut tubuh si pemain utama ituh… :D

22 05 2008
Abeeayang™

Menurut survei, kebiasaan merokok sangat Membantu perekonomian dengan mengurangi pengangguran. Contohnya adalah para buruh yang bekerja di pabrik rokok, pemulung, tukang asbak, dokter, obat batuk

22 05 2008
Abeeayang™

* Terakhir menurut survei, bahwa bahaya yang menimpa kematian adalah 30% karena rokok dan 70% karena sebab lain. Jadi masih besar penyebab lain dari kematian. Nah…masih mao ngerokok ndak…?

22 05 2008
edratna

Kenyataannya orang yang merokok di Indonesia tak pernah turun…semakin banyak masalah, rokok semakin laris, karena bagi perokok, berpikir, mengurangi stres adalah dengan merokok.

Dan iklan yang paling menarik dibuat adalah iklan rokok….

22 05 2008
Rita

hhhmmm rokok, cium baunya aja udah pengen batuk….

22 05 2008
realylife

ayo bangkit dan bersatu berbuat untuk hal yang terbaik bagi negeri
amin

22 05 2008
natazya

nah! senang sekali membacanya! ya! semoga orang nantinya bisa mampu melawan rokok dan tidak membiarkan orang seperti saya mati cepat karena dari bayi jadi perokok pasif!

dan sedang sangat mengharapkan seseorang yang sangat kecil dan ringkih tapi tidak tau malu tetap merokok buat berhenti merokok karena sumpah khawatir akan kesehatannya dan tentunya tidak mau sama sekali orang itu impotensi

ah..

apa apaan sih rokok itu!

23 05 2008
alex®

Tapi…
Saya perokok…
Perokok budiman yang ndak ngasapin orang. Gimana donk :?

He..he.. thats ur choice bro, tenang aja yang orang ga suka itu asap rokok bukan perokok-nya

23 05 2008
Arif Diamanta

Gua suka liatin orang2 yg maksa tetep mau ngerokok di ruang smoking area di mal-mal. Betul2 kesian gua liat mereka yg menyiksa diri dengan asap diruangan itu, dan mempermalukan diri mereka dengan menjadi seperti ikan di aquarium berisi asap.
Ampun deh.. :p

23 05 2008
achoey sang khilaf

judulnya mantap :)

24 05 2008
hnpeboy

kayaknya budaya meroko gk bisa di hilangkan coy,. pemerintah mana sanggup bwt hentikan budaya merokok,. kan itu investasi negara, tuh iklan rokok ada keterangan ROKOK DAPAT MERUSAK KESEHATAN,…………..
itu hanyala bahasa klise semata,. klo benar2 mau ngelarang mending pabrik tuh ditutup,. mana mungkiiiiin kata pemerintah,. dr perusahaan rokok,. juga mengurangi pengangguran,.
klo menurut saya,. KESADARAN AJA DEH,. PIKIR2 YG BANYAK,. enak sih enak,. itulah manusia,.

25 05 2008
fanderlart

kita memang patut sadar…

27 05 2008
Aryo Bandoro

Saya tidak bermaksud untuk menyindur, tetapi hasil survei menyatakan bahwa 97 % penghuni rumah sakit jiwa adalah perokok.

Tinggalkan komentar