Nonton berita siang ini, ternyata katanya produser film ML Shanker, dari Indika Entertainmet, diduga sengaja membuat kontroversi dengan film ini dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat. Kontroversi muncul setelah potongan atau trailernya sudah beredar luas di internet padahal rencananya ML tayang perdana di bioskop 15 mei namun MUI sudah menghimbau malah mengharamkan masyarakat untuk menonton film ini.
MUI juga meminta LSF untuk tidak meloloskan film yang disutradarai Thomas Nawilis tersebut. Kemungkinan besar rencana penayangan ditunda hingga satu bulan untuk menyunting kembali beberapa adegan yang dianggap LSF dan MUI tidak pantas ditonton.
Nie sinopsisnya gw comot dari sini
Wisnu, mahasiswa tampan sinematografi, namun belum pernah pacaran, sedang menyelesaikan tugas akhir berupa film dokumenter tentang pergaulan bebas di kalangan mahasiswa.
Tinggal serumah dengan Mario dan Askar yang penuh dengan kisah asmara yang bebas, menjadi bahan film dokumenter Wisnu. Lama-kelamaan Wisnu jengah dengan kehidupan sex bebas teman-temannya. Sementara, Mario sangat khawatir dengan Wisnu yang dingin dengan wanita.
Akhirnya, Mario dan Wisnu taruhan membuktikan jika Wisnu tidak frigid. Dalam waktu satu bulan, Wisnu harus dapat pacar dan ML. Wisnu menerima tantangan itu dengan syarat Mario tidak ML dengan pacarnya Manda selama satu bulan
Banyak peristiwa tak terduga terjadi, termasuk kehamilan Manda. Benarkah Wisnu frigid? Akankah Mario mempertanggungjawabkan perbuatannya? Bagaimana pula kisah cinta Askar? ……………….
Menurut kritikus Film Arya Gunawan, “Bisa jadi ini memang merupakan triks pasar……untuk menarik minat masyarakat, dan kita lihat ke depannya seperti apa……“ Film ML menceritakan tentang kehidupan seks bebas para remaja dengan bumbu komedi dan drama, dari sisi pesan moral yang ingin disampaikan, ok mungkin bagus tapi packagenya itu lho, apa ga bisa lebih santun dan beradab ya, buat apa juga mengumbar adegan seksual yang menurut gw pastinya lebih demi alasan komersial ** suudzon mode:ON** yang justru bisa berakibat mengundang dan mempengaruhi otak-otak yang tak bisa menahan diri
untuk meniru adegan2 syur yang ditampilkan, so yang ada pesan moral dari film itu ga sampai sama sekali, malah yang nonton lebih fokus ke adegan2 seksual nya
Secara dari judulnya aja tuh film udah mengundang, kalau denger kata ML pasti yang pertama terlintas dipikiran tuh konotasinya adalah “making love” alias BCT alias Intercouse. Weleh2 Indonesia ini sudah hampir mendekati budaya western sana ya, serba permisif dan hedon aja. Emang sie tak kurang tuh film luar juga ga kalah banyak yang panas tapi, paling engga ya itu kan budayanya mereka, lha kalau orang timur ikut2an buat, rasanya kok aneh, So wajar juga kalau banyak yang protes, paling engga masih ada yang peduli dengan moralitas di negeri ini.
Coba aja kalau film itu tayang tanpa sensor atau dengan sensor yang kurang teliti, dijamin deh kalau yang nonton makhluk berakal yang berpasang-pasangan tanpa ikatan yang syah, pas keluar bioskop keadaanya sudah ga karu-karuan kalie, tak seperti semula saat masuk bioskop, he..he.. (mesum mode:ON) ** ngerti dong maksud gw** .
Intinya adalah bahwa kebebasan berekspresi jangan sampai melanggar norma dan etika Amin *halah sok tahu ya *
ML? Mesyum Lagi, Mesyum Lagi…
Ngeres banget sih isi otak para filmmaker indonesia…
Sigh..
india-india itu emang kaya iblis, punjabi,shanker dan teman2nya udah lama menghancurkan pikiran orang indonesia dengan tayangan2 idiot. india2 jahanam bangsat itu lebih baik di”pesona non grata” aja. di indonesia cuma jadi biang kerok. dasar india-india goblok. cecunguk-cecunguk yahudi.mereka agen2 yahudi yang bertugas menghancurkan mental generasi muda indonesia. india2 itu merupakan setan-setan berwujud manusia. spesies terkutuk.seharusnya pemerintah sadar sama ulah india2 najis itu
hhhh…
pilem endonesia mah..
susah deh ..
udh mulai bagus2 pilem endonesia blakangan ini.. lah yg ginian bikin rusak dah,..

ML ? mau lagi ? tak kira making love ….
AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
(Komunitas Indo, ga perlu register)
mang dah pada nonton ya??? asyik g??
seperti itulah manusia
suka menuruti kesenangan dan kesenangan
tidak mau dinasehati pada kebaikan
berpikirlah positif..jgn terlalu sok suci dan sok munafik…saya benci orang2 seperti itu..knp???karna bukan karna film2 seperti itu yg membuat generasi muda rusak..banyak penyebab laennya…contoh yang paling banyak terjadi..kurangnya perhatian dan kontrol orang tua terhadap anak2nya…..
kalo kalian bilang film seperti ini membuat generasi muda rusak…trus bagaimana dengan sarang film porno yg dijual bebas di glodok??handphone yg bisa digunakan sebagai media penyebaran film porno ato berbau negatif….
semua film itu ada positif dan negatifnya..tergantung kalian mo ngambil yang mana….gitu aja kok repot…sok bacot…sok suci…jangan2 pada maen PSK
pemain filmnya bisa disebut sih jual bagian tubuhnya untuk diliat2 orang ;D
Embuh lah. Blum liat seh.
aq pernah dngr IStilah ML=Making Love…. bnr gk sih
Kirain film ini tentang Main Layangan…
-Mee-
Film tidak bisa dibilang satu-satunya media yang merusak masyarakat.
ga usah MUNAFIK deh, tanpa ada film ML yang dihebohon ini, manusia indonesia emang udah rusak duluan! cuman kita selalu SOK KONSERVATIF aja. dr jaman dulu juga film begini udah banyak… ga usah terlalu heboh lah!
Sebenernya yang lebih harus diperketat adalah BADAN SENSOR kita, dan kebijakan bioskop memeperbolehkan org yg cukup umur utk nonton.
kyk beberapa bulan yg lalu wkatu QUICKY EXPRESS DIPUTAR, ya masak ada orang tua yang bawa anaknya yang baru umur 6 tahun nonton? itu kan idiotik! sekarang siapa yang bego coba? yang bikin film? ato orang tua?
FILM IS ART, dan pikiran n ekspresi orang beda-beda… dan orag NERIMANYA pun beda-beda. CUMAN capek juga sih memang melihat kebiasaan orang indonesia. satu film komedi seks keluar, bulan depannya 100 yang laen muncul dan tambah bego pula ceritanya.
oh well…
Yah masalah bukan cuma adegan adegannya, tapi juga message dan ideologi yang ditawarkan. meski semua adegan “panas” di cut dari film seperti itu, bukan berarti filmnya bersih dan layak tonton. yang berbahaya justru penonton diajarkan untuk “menerima’ dan “menganggap biasa” hal-hal berbau seks bebas dan budaya werstern itu. pembiasaan inilah yang mungkin disebut “merusak moral generasi!”
film bermisi ideologi ini pada dasarnya lebih bahaya dari film porno an sich kali ya…
soalnya film porno orang udah tau “merek”nya ya “porno’
hmm… baca sinopsisnya mirip film “The 40 Year Old Virgin”
sebenarnya sih kalau LSF mau kasih kategori rate film dengan benar, trus setiap bioskop mau menerapkan kategori rate tsb dengan benar, is okay. maksudnya kalau suatu film di rate dengan Dewasa atau 17 tahun ke atas, ya harus lihat KTP penonton. Kalau penontonnya belum masuk kategori tsb ya gak boleh nonton.
Trus kalau kejadian atau ada efek yang terjadi setelah menonton itu, berarti tanggung jawab si penonton di hadapan Tuhan!
menurut saya, MUI sudah benar mengharamkan, dengan maksud menggembala umat supaya tidak terperosok. Jadi sebagai domba harus patuh sama penggembala, kalau jadi domba ngeyel kemudian masuk ke jurang ya jangan salahkan penggembalanya dong
kan sudah diperingatkan 
Judul nya aja dah bikin orang pada ngeres…
Kalo kontroversi terus bakalan makin terkenal tuh film, walaupun blon ada yang nonton..!
begitula Indonesia justru yang kontroversi itu yang dicari……..namanya juga HOAX biar orang ga setuju teteppppp aja lanjut……….
gimana moral2 sineas INdonesia gini.. apa gara2 segopok duit jutaan hati nuranimu ga ada…………..mo dibawa kemana Indonesia yang hancur ini…….
jika negeri ini diisi pilem-pilem porno, obat bius, narkoba, kondom, flu burung, demonstrasi, mutilasi, obat palsu, uang palsu, film esek-esek dengan dalih moral……………………………bisa anda bayangkan nggak apa jadinya negeri ini?
jangan suka berpikir negatif bung..indonesia ga akan maju kalau model pikirannya kayak gitu…wong nonton dulu kek..jangan langsung bilang film itu porno…kalau sex education itu masih disembunyi2 tahun 2010 indonesia akan hancur moralnya…ga usah munafik deh…ga usah so alim justru kadang orang yang so alim nafsu sexnya besar ………
lha saya cuman bilang pilem porno, bukan pilem diatas…karena saya juga belon nonton…..yang menuduh munafik kan bisa munafik juga. Emangnya situ pemeran utamanya? kok semangat bener…..ha…ha…ha…
mau yang bikin ato yang nonton tetep aja sama-sama bodoh.
Yg bikin ngarepin keuntungan…
Yang nonton ngarepin tontonan bf yg legal…
Istighfar napa…
@imbot
sok tahu deh…..tahun 2010 Indonesia akan hancur moralnya…..sex education emangnya hanya lewat film ML…..picik banget sih pikirannya.
kalau menurut saya, orang indonesia terlalu paranoid aja. Mau Making Love atau Having A Sex sekalianpun ga masalah kalau menurut saya. itu kan cuma package tho. ya sebenernya gampang aja, kalo tidak mau nonton ya udah ga usah nonton. Jangan demo dengan topeng nilai agama dan budaya timur dong. munafik banget. orang buktinya sok alim dan sok bermoral tapi rumah prostitusi juga penuh kan. jadi jangan kekang dong kebebasan berekspresi setiap seniman ataupun orang baik, itu lewet film atau lagu dan mungkin hasil seni lainnya. Semua kalau mau dianggap dari sisi tabu juga pasti ada tabunya kok. jadi lihat dong dari sisi positifnya, jangan lihat negatifnya melulu. jadi jangan terlalu berpikiran sempit, liat dari sudut pandang yang berbeda kalau anda semua ingin melihat masalah dengan jelas. info saja, saya bukan seorang yang setuju dengan free sex, tapi kalaupun itu terjadi ya biarin aja, lagian kan tiap orang udah bisa mikir akibatnya…….
serem yah? demi rupiah rela ‘menggadaikan’ moral dan masa depan bangsa. apalgi sekrang ada bioskop yang menyediakan ‘fasilitas’ tempat tidur…hmm…..
Ini program yahudi dengan perang kebudayaannya yang ingin menjauhkan rakyat Indonesia pada umumnya dan pemuda Indonesia pada khususnya dari Nilai2 Islam, janganlah dengan seenaknya bicara “Kebebasan berekspresi” sejatinya dibalik jargon itu kalian hanya ingin cuci tangan atas kenistaan yang telah kalian perbuat…..
halah simple aja kok
kl kalian pada merasa film itu ga bagus ya jangan ditonton,
kl merasa itu bagus ya tonton aja
iman terletak pada pribadi masing2
kl moralnya dah bobrok, dinasehati gmn pun bisa aja curi2
kl fasilitas membobrokan moral udah banyak tapi orang2nya tahan godaan
tuh film jg ga laku
simple kan
kl dipergunjingkan justru orang pada penasaran endingnya malah nonton,
bukannya itu jadi munafik?
kl film itu ditonton dengan pemikiran yang jernih jg ga akan knp2
masalahnya otak2 itu sering berpikiran keruh
kl dipikir 90% iklan di indonesia punya konotasi tersembunyi yang mengarah pada porn
tapi diantara kita pasti ga nyangka itu kan?
karena kita mikir jernih
intinya perpikir emphatic aja
liat dari kacamata lain
think positive
bukan menggurui, cm mencoba belajar aja
^^V
@ andygoblin : mati aja lo. gue bosen liat komen axxyc.com BASI!
sori OOT bos.
oh iya sedikit nambah
coba dong kl merasa tayangan2 tersebut merusak moral,
kita nih yang sebagai generasi “lebih bermoral”,
coba dong buktiin ke mereka lewat tayangan yang bermoral,
kasi liat bahwa kita bukan cm bisa melarang, menggunjingkan,
tapi jg berkarya menjadikan tayangan2 di indonesia “lebih bermoral”
jadi bukan sekedar anak2 yang cm bisa kasi komentar
biar yang lain jg pada sadar kl tayangan yang bermoral jg bisa menjual
ingat film ayat2 cinta?
sang pengarang ga pernah keliatan mengomentari sesuatu
tapi dia membuat gebrakan
membuat sesuatu yang tidak menyakiti seseorang
tidak bersifat menggurui
tapi menjadi teladan
juga “laku”
yang seperti ini yang sepatutnya ditiru
hehehe
gwe sendiripun cm baru bisa ngomong
gwe bukan seseorang tapi berusaha menjadi seseorang ^^
nothing to be something
tentu saja masalah ini tidak bisa dikembalikan pada diri perseorangan. Bukankankah kita hidup dalam satu negara. Tentu harus ada yang mengatur segala sesuatunya supaya tidak bertenangan dengan ideologi bangsa.
Lagipula, kalau diserahkan kepada individu, masyarakat kita belum cukup dewasa untuk memilih mana yang terbaik untuknya. Diluar negeri, boleh jadi film2 label dewasa memang tidak bisa dengan mudah diakses oleh anak dibawah umur. berbeda keadaannya dengan Indonesia. Di sini film porno dijual bebas. Pedagangnya tak peduli siapa yang beli, yang penting laku! Nah, dengan kondisi masyarakat seperti ini, apa mungkin?
Lagipula, jadi orang kok nggak peduli amat sih Mbak, Mas?
Bisa jadi Mas atau Mbak punya “pikiran jernih” saat menonton film gituan. Tapi seberapa banyak yang punya “pikiranjernih” tersebut? (Hehe, ada orang nonton bokep dengan pikiran jernih, lucu deh… ka ka ka ka….)
apa mas atau mbak nggak peduli sama adek, tetangga, teman-teman, keluarga yang kita sayangi, yang bisa jadi karena sering disuguhin film seperti itu, tingkah lakunya akhirnya terinspirasi untuk jadi “begitu”
Atau emang semua keluarganya sering nonton rame-rame DENGAN PIKIRAN JERNIH… wa kak ka ka…
Imbot bilang : “Yang sok alim nafsu seks-nya besar”
>> hehe, apa lagi yang sok bocor ya…
>> Apalagi yang terang-terangan bocor…
banyak yang bilang: yang menghujat film ML munafik!
>> yang bela-belain film ini : JUJUR BANGET DEH!
yang bilang film indo gak bisa maju karena sering dipotong adegan sex-nya
>> Keliatan banget tuh, indikator “maju” menurut dia tuh sama dengan “mesum”. Film favoritenya pasti American Pie kali ya. Nonton yang berkelas dikit napa sih?
>>
ratu felisha= pelacur
ehueheuehueheu
ada yang baru tuwh “anda puas, saya loyo” kek nya ampir sama de
assalamualaikum….
ngeledek tu film! saya pikir orang -orang yang membuat film itu ya orang waras,, tapi kenapa mereka berlaku seperti orang yang pura2 bodoh dan pura2 ga tau… udah bagus nama perfilmman indonesia dengan adanya film AAC eh dirusak lagi pake film yang begituan,,, di film itu ga ada yang namanya adegan rekayasa… beneran ..iya! pemainnya juga ga punya otak… memang kembali pada diri masing2 tapi orang juga jadi mengumbar seks karena faktor melihat. munafik sekali setelah nonton film itu ga pada pengen ML. jalan terbaik adalah MENIKAH, nonton deh sama istri atau suami ga ada yang protes tuh….
Ya …….
mulai deh yang kaya gituan, emang sih sex education itu penting tapi….. coba deh inget-inget lagi.
ML… Mau Lagi… Untuk sebuah judul film memang menarik… membuat orang penasaran… Sayangnya sinopsisnya udah ada ya… Padahal kalo sinopsisnya ga ada malah lebih seru… Apalagi topik yang diceritakan buah hal2 yang untuk orang Indonesia masih tidak lajim (walaupun sebagian orang sudah menganggap itu lumrah-mengingat tergesernya budaya dan cara pandang orang)
Indonesia punya adat dan kebudayaan sendiri… Masih banyak yang harus diulas selain topik2 semacam ini… Mudah2an para produser dan pemain film menemukan topik yang jauh lebih “Indonesia” dan “bagus”…
Gak usah ngomong sok suci sok munafik deh loe……..kalau loe mau lihat ya…liat aja…elu juga munafik…berlindung dibalik ketiak “kebebasan”…..
You know who says -berpikirlah positif..jgn terlalu sok suci dan sok munafik…saya benci orang2 seperti itu..knp???karna bukan karna film2 seperti itu yg membuat generasi muda rusak..banyak penyebab laennya…contoh yang paling banyak terjadi..kurangnya perhatian dan kontrol orang tua terhadap anak2nya…..
kalo kalian bilang film seperti ini membuat generasi muda rusak…trus bagaimana dengan sarang film porno yg dijual bebas di glodok??handphone yg bisa digunakan sebagai media penyebaran film porno ato berbau negatif….
semua film itu ada positif dan negatifnya..tergantung kalian mo ngambil yang mana….gitu aja kok repot…sok bacot…sok suci…jangan2 pada maen PSK
–> betul. Sisi positif, untung buat yang ingin genariasi dan masyarakat kita hancur, pikirannya jorki terus, kalo ngenet ketik ‘ML, dan sejenisnya’, piktor, etc. Pun juga dapet untung tuh produser, karena dimanapun ada kebaikan, kejahatan tetap ada (Ups logika terbalik kah?). Ujung-ujungnya duit lagi
Sisi negatif: di atas kayaknya dah banyak komentar…
butuh kedewasaan berpikir untuk mencerna perkembangan zaman yang semakin tak tertahankan…Semua berubah drastis, dari yang tabu menjadi hal yang biasa-biasa saja…pergeseran moral semakin menukik tajam karena berkembangnya sistem kapitalis…berbagai kelompok minoritas ingin diakui tentang keberadaannya…kelompok free sex itu ada, dan tidak bisa dipungkiri…Persoalan muncul tat kala mereka ingin diakui keberadaannya…mustahil mereka (kaum free sex) untuk mendapat pengakuan di negeri beradat ini…tentang terus, dengan tidak melecehkan mereka…semoga bangsa ini kembali memperbaiki kualitas moralnya sebagai bangsa Timur…semoga…
Bagi yg nonton, apapun alasannya… baik itu karena pendidikan kek, ngeliat segimana maju ato ga nya perfilman indonesia kek, atau apalah…. PASTI ADA SECUIL ALASAN mereka nonton karena S*X… haaah….
hanya binatang yang selalu mikirin sex…sex… dan sex…
Mudah2an yg bikin film dan yg nonton sadar akan hal itu
*kabur ke blog lain*
hahaha~
see??
mulai seru neh~
ujung2nya malah berantem satu sama lain
coba deh ngaca pada diri masing2
kl merasa benar yah baguslah mo perhatin orang lain
kek yang gwe bilang tadi
daripada kita komentar ujung2nya brantem
mending buktiin!
kasi contoh kek gimana seh tayangan yang bisa didik bangsa
toh masi banyak yg bisa diurusin daripada cm sekedar komentar2
saya bukan orang cerdas
jg ga termasuk yang bermoral tinggi
jadi masim perlu banyak belajar
soal pilm ini udah lah
toh pilmnya dah dibuat
bener banged tuh
masi ada PSK
masi ada pilm2 porn
tapi liat
kl ga ada yg mw sentuh PSk atou pilm porn
ya ga masalah toh
paling ga laku
trus ga ada yg mo jadi PSK lagi
PSK masi mending bgitu karna tuntutan lain
nah yg laen
mang ga banyak orang yang lakuin adegan seks karna mentalnya yg bobrok
semua bergantung iman om, tante~
piss ^^V
seperti Mie JANDA donk
kontroversi
pandanganku tentang teater dan film … trims sudah baca
http://nemu.wordpress.com/2008/05/04/khayalan-1-blogger-tentang-teater-indie/
Lho? Kok malah mengaku sok tahu. Sudah benar itu. Kebebasan ekspresi yang absolut itu tidak ada, kecuali bikin komunitas sendiri dan mengungsi ke planet lain
kapitalisme mengalahkan moral ternyata… *sedih*
salah ini lah,salah yg itulah
semuanya di pandang menggunakan kacamata yg salah dan suka sangat salahkan orang lain hanya karena film yg belum tentu menurut orang lain porno banget.
rata-rata orang yg sekarang ini banyak yg katrok.
sex itu adl normal dan bagi orang yg abnormalpun juga suka untuk nge SEX betul kan?
jangan munafik deh bagi orang2 yg munafik nanti ada orang telanjang juga pikirannya ngeres….
lho, film XL, kawin kontrak, namaku dick? bukannya sama - sama menjurus yah?
Nggak usah diributin,kemungkinan film itu sepi penonton,karena kalau yang dicari dari film itu adegan ’syur’ lah mending beli dvd film barat yang ’semi’ atau bahkan ‘real’ film dewasa.
emang dari dulu ngak sinetron, nggak film. pokoknya kalo produsernya orang2 india bangsat itu pasti gak ada yg beres, orientasinya cuman keuntungan, gak ada gaktor yg lain. bikin film / sinetron religi juga alasannya cuman 1, temanya lagi ngetren alias laku.
film2 yang tdk mendidik itu lbh baik di bakar aja,sedangkan mental generasi muda aja udah pada labil.
film yang sensasional tapi tidak mendidik
kalau mau ngesex ga usah lwt film,maen aja berdua
ngeri mas trailernya…. hohoho9x… teman2 kost pada geleng2 kepala, teman2 saya yang perempuan apda teriak menutup mata, HARAM….
wah pengen nonton neh film…kayaknya lumayan menggoda…hahahaha
http://www.designbyeduard.com
emmm… dipikir-pikir pelem indonesia tidak ada sedikitpun yang mendidik, yang ada hanya ikut-ikutan saja . betul kan saudare-saudare sebangsa setanah air…
Sensor film itu penting, Jangan sampe di hapus . .
Adegan Parah !!!
Masa ada mastirbasinya . .
weeq . .
Pesan moral…..? weleh weleh weleh….
he eh, mbak.
betul…
Anda sekarang ketagihan jadiin postingan sebagai botd ya?
Bagus! Salut!!!
Aku nggak suka liat film Indonesia soalnya…
Pilem ini akan menimbulkan teori konspirasi di desa suka maju dimana siunyil yang sudah lama memendam hasrat akan nonton bareng sama meilani. Pak ogah dan pak ableh sebagai pembuat film ini disinyalir merupakan antek antek … tiiiitttt…. pihak asing yang sengaja disisipkan didesa suka maju untuk membodohi generasi muda. Lihat saja cuplis yang vocalis band punk DEKIL ikut-ikutan gundul meniru gaya pak ogah yang mbak mulan bilang “Yang paling Sexy”. Dan lihat juga si ucrit yang niru rambut gimbal pak Ableh yang merupakan penganut faham “Jamaicanisme”. Disini dapat disimpulkan bahwa komentar saya 100% ra nyambung dengan tema diatas. Tapi seperti yang dibilang Scully dan Murder…. and the truth is out there…. :p
Kayaknya gak usah diajari aja dah banyak kok yang tau. Info tentang sex bebas itu memang sudah ada. Jadi Bikin Film yang malah memperlihatkan bagaimana itu sex bebas. Kayaknya Indika memang selalu mencari sensasi deh, berulang kali kalau bkin film yang gak permoral semua. Gak Bisa ya itu dijadikan pelajaran, khan dah beberapa filmnya yang pernah dicekal.
bosen gw liat pelem indon yang makin parah aja, kalo gak film horor gak serem, film ngehe’ kayak gini. ujung2nya sih paling demi kontroversi aja, biar makin banyak yang nonton n makin laku tuh film. protes2 gitu justru jadi ajang promosi gratis deh
wew… emang bener tu indika bikin film manfaatin kontroversi biar laris.
lha kalo trailernya aja dipotong, apalagi filmnya?
borang-orang bakal penasaran dan nonton,
tp kita liat aja deh jadinya kek gmana :p
Sebenarnya kita jika kita diam nggak usah² gembar gembor dengan tuh film… nggak bakalan laku dah… tapi dengan adanya syume itu…. jadi uh… Enak Aarrrgggghhh… Sedot Mas…
halmuritis :
Iya benar Pak! Suka sih suka, itu alami.
Hal ini yg dimanfaatin oleh si pembuat film untuk mengambil keuntungan dari org2 yang hanya ngikutin naluri alaminya, yang tanpa pikir panjang yg pas ngedenger kata ’sex’ matanya langsung ijo (udah kyk ngeliat duit aja tuh).
Film kyk gini laku ya, karena masih banyak yg berada pada insting dasarnya, yang siap ngabisin duit berapa aja untuk memenuhi instingnya tsb. Coba klo ga ada yg nonton, mungkin film2 kayak gini bisa berkurang. Dari pada nonton ginian, mending cari kegiatan yng lain yang bisa bguna buat org lain.
Alami memang untuk setiap makhluk hidup. Tapi kita manusia, punya akal yg bergerak tidak hanya karena naluri. Bisa ngebatasin, harusnya.
Klo g bisa juga, ya jgn cuma nonton lah, kawin…eh, nikah aja. Lebih afdal psti.
saya ga akan nonton film ini… sudah cukup “eneg” dengan film indonesia yang makin aneh aneh saja… tolong kalau belum tau mau bikin film apa ya ga usah bikin dulu harusnya…
Produsernya visioner.
lebih mikirin uang
dibanding penaruh moral yang pasti ada di masyarakat..
yg berbobot napa, bikin film, kayak kehabisan ide aja
Dimaklumi saja….
Ini kebebasan berekspresi. Ekspresi back to natur. Kembali ke alam. Jadi bagian alam. Menyatu dengan binatang. Beda-beda tipis saja cuma :Lol:
*bersumpah … komentar diatas itu sarkastis*
ya ampyun……. kenapa pada seheboh ini sie??????????????? biasa aja kaleeeee……. judulnya aja yang kurang pantas……. tapi, kita kan belum tau isinya…. tapi, selama kita ambil sisi positifnya, ga masalah… yang bilang film ini jorok, berarti pikirannya ngeres…. betul ga?????????? semua itu, di bawa enjoy aja…….. hidup cuma 1 kali, buat apa mikir yang aneh2…………. ALWAYS POSITIVE THINKING!!!!!!!!
masih mending Warkop kali yeee..
kebetulan gak suka pilem indonesia…
lebih seru nonton tom and jerry
lihat tarilernya ajah dah ngeri…..
Mustahil Kristen Bisa Menjawab
mustahil-kristen-bisa-menjawab.blogspot.com
mungkin perubahan menuju diterimanya sex on public
Sebenarnya kita harus bisa membaca semua ini,. apakah kita tidak berfikir ????
kenapa bangsa indonesia terus dilanda bencana,.
kenapa kemiskininan semakin banyak,,
budaya pergaulan bebas inilah,. yang menjadi salah satu penyebabnya,. maksiat semakin bnyk terjadi,. kita sekarang ini dah ngeremihin ajaran agama,.
haram hukumnya menyetuh yang bukan muhrim,. TAPI apa yang terjadi di film2 memberi pelajaran lain,. alasan GAUL lah ngikutin trendlah,. apalg kalo artisnya di tanya kenapa anda mau beradegan kayak gitu jawabannya” KARENA TUNTUTAN KARIR,. ORG BEBAS BERKREASI,. SAYA PROFESIONAL KOK,. jawaban BANGSAT tuh, emng dia gak mikir,. gk baca AL-QUR’AN,. disana udah jelas2 menerangkan. jadi jangan ngeles,. jangan menghalalkan segala cara deh,..
saya pernah dengar:
yang perlu disensor itu bukan hanya filmnya saja…
tapi pribadi yang menontonnya…
intinya bila lembaga sensor sudah tidak bisa menyensor film justru kita yang harus “menyensor” diri kita sendiri…
ikuti kata hati, semua dimulai dari diri sendiri
ya, sebetulnya udah tayang belom sih!!!!
aku sendiri sih belom nonton
justru klo kontoversi ini semakin diperhebat, malah film ini akan aku banget!!!
so, pandailah memilih film Indonesia yang berkualitas, mengenai kriteria berkualitas coba tanya badan sensor film,,
terus kepada orang tua, juga lebih ketat aja mengontrol pergaulan anaknya
intinya semua elemen harus tetap kordinasi dan kerjasama, baik itu penonton, orang tua, masyarakat, pemerintah, atau sineas.
tapi sineas pun jangan hanya bisa membuat film kontroversi yang tidak layak tayang, intinya sih, saya tidak mengharapkan film Indonesia itu mengandng unsur pornografi da pornoaksi yang berlebihan dan aksi kekerasan.
mungkin klo boleh saya berkata, ada beberapa film yang bisa ditonton seperti AAC, NagaBonar,Denias. Meski ketiga film ini pun bukan tidak mungkin masih memiiliki kekurangan.
kala saja dari sinopsis ceritanya saja sudah berbau sex apalagi filmnya ya mending dilarang saja karena banyak buruknya ketimbang baiknya.
sebaiknya film yang berbau sex dihilangkan dari dunia perfilman