Wanting A Meal: Foto Dramatis Yang Mengejutkan Dunia
9 05 2008Pengen posting ini dari dulu, cari2 di hardisk datanya, eh ternyata ilang, kehapus kalie, akhirnya coba googling, cuma pake keyword fhoto sudan dan tralala nemu banyak, ini salah satu fhoto favoritku, bukan apa2 fhoto ini mengingatkan gw untuk belajar bersyukur, coz saat ini paling tidak gw masih bisa mengisi perut setiap harinya. Alhamdulillah. Ni fhotonya
Kevin Carter adalah seorang fotografer dari Afrika Selatan yang berkelana ke Sudan pada tahun 1993 dengan niat mengambil fhoto mengenai pemberontakan yang terjadi di sana. Namun sesampai disana malah tentang bencana kelaparanlah yang menarik minatnya. Dan di tengah perjalanan itulah dia mendapati seorang bocah perempuan kelaparan yang jatuh tertelungkup di tanah, dengan tulang menembus kulitnya yang tanpa daging lagi, dengan susah payah dan lemah merangkak berusaha menuju sebuah pos bantuan ‘food center’/pusat pembagian makanan PBB yang jaraknya diperkirakan lebih dari 1 km, dan di belakangnya seekor burung nasar/burung bangkai sudah menanti dengan tatapan mengintai. Kemudian Carter mengabadikan kejadian tersebut.
Carter memperoleh penghargaan Pulitzer pada Mei 1994 untuk fotonya namun dia tidak pernah tahu apa yang terjadi terhadap gadis kecil itu. Foto ini pertama dimuat dikoran New York Times, dan reaksi keras bermunculan mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik ***Masya Alloh lebih mementingkan konvensi daripada hati nurani(?)***.
Kontroversi terus menghujani Carter, meskipun hadiah Pulitzer dia terima atas karyanya ini. Tahun 1994, Carter ditemukan bunuh diri dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak.
Foto ini selalu mengingatkan akan tragedi kemanusiaan di Afrika dan tragedi dalam dunia fotografi itu sendiri, keduanya memang tidak bisa dipisahkan. So apa yang terlintas dibenak anda melihat ini
Kutipan dari : Foto yang ikut mengubah jalan sejarah

miris abiez
astaghfirullah
waktu Kompas nayangin gambar ini, aku miris melihatnya.
Tambah miris ketika tahu, Carter ternyata bunuh diri.
Duh, ngak pernah tega melihatnya
Speechless..
masyaAllah, kejamnya…
ya itulah jika kita tidak memikirkan rasa kemanusiaan
iya…
Si Carter abis nerima penghargaan…
Beberapa hari kemudian dia bunuh diri…
Rasa bersalah menghantuinya.
Semoga kita nggak melupakan penderitaan sesama.
Lebih baik menolong dulu daripada menjepret gambar.
*masukin camdig ke tas*
*tas dilempar ke kasur*
Haduhhhh… masyaolohhhhh… plis, tampar gue dehhh, this isn’t real isn’t it???… Masyaolohhh… What the HELL in his mind when he took that picture??
Saya liat judulnya, langsung membayangkan foto yg paling amazing didunia.. gak tahunya Oh My God… I couldn’t stop my self crying. Pengen rasanya gue lari ke anak itu, gue peluk dan usir burung biadab brengsek sialan itu.
Ya Tuhan… help them…
silly
Astaghfirulloh…
kita musti banyak bersyukur. kita memang susah, tapi lihat di luar sana banyak yg lebih susah dari kita. ya alloh ampunilah dosa hambamu ini ya alloh.