Rakyat Menjerit BBM Tetep Naik
9 05 2008Rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM dalam kisaran 30 % menimbulkan reaksi penolakan dari berbagai elemen masyarakat, Para mahasiswa dan aktivis pergerakan yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) tegas menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Rencananya, para aktivis akan menggelar aksi besar-besaran pada Senin, 12 Mei mendatang yang dipusatkan di Bundaran HI dan Depan Istana Merdeka.
Sejauh ini pemerintahan SBY-JK sudah dua kali menaikan harga BBM yaitu 30 persen pada Maret 2005 dan 120 persen pada 1 oktober 2005. Alasan yang dikemukakan pemerintah adalah untuk menyelamatkan APBN 2008 akibat melonjaknya harga minyak dunia yang menembus 120 dolar AS perbarel karena produksi minyak dalam negeri yang semakin berkurang sementara konsumsi dalam negeri semakin meningkat, diperkirakan kesenjangan antara produksi dan konsumsi mencapai 300 ribu barel perhari sehingga mau tidak mau Indonesia sudah menjadi negara pengimpor minyak.
Kesenjangan antara produksi dan konsumsi inilah yang mengakibatkan subsidi yang dikeluarkan terus mengalami kenaikan, terlebih jika hrga minyak dunia terus merangkak naik.
Dan sebagai bentuk kompensasi dari rencana menaikkan harga BBM, pemerintah akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) plus sebesar Rp100 ribu bagi rakyat miskin. Plusnya, tambahan bantuan berupa minyak goreng dan gula. Selasa (6/5) Menteri Keuangan menyatakan, BLT plus itu menurut rencana akan diberikan minimal selama 1 tahun.
Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan, BLT plus tersebut merupakan bentuk suap politik.
Tujuannya, mencegah kemarahan rakyat terhadap kebijakan menaikkan harga. Katanya, untuk mengantisipasi dampak dan naiknya angka kemiskinan akibat kenaikan harga itu. Tapi pemerintah tidak jujur. Lihat saja tahun 2006 lalu, angka yang menerima BLT 19,1 juta jiwa. Tahun 2008 angkanya juga sama. Terus dimana penurunannya? Berarti tidak ada pengaruhnya,” kata Ichsan, di Jakarta, Rabu (7/5). BLT yang disalurkan pemerintah pascakenaikan harga BBM tahun 2005, hanya berdampak pada pengurangan kemiskinan dari aspek kalori. “Tapi dari aspek mengatasi problem kemiskinan sesungguhnya, tidak mengatasi sama sekali. Dia (BLT) cuma mengurangi dampak serangan habis-habisan dari kemiskinan,” lanjut dia.
Para Ekonom yang tergabung dalam TIB (Tim Inonesia Bangkit) menyatakan bahwa:
Pengalaman kenaikan harga BBM tahun 2005, menimbulkan dampak kerugian sosial ekonomis yang lebih besar dan tidak sebanding dengan penghematan finansial yang diperoleh dalam APBN
Pada kenyataannya kenaikan harga BBM memang langsung berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi ini tentunya semakin menyulitkan kehidupan masyarakat. Ya karena hampir semua sektor ekonomi serta sektor lain yang terkait, membutuhkan BBM yang bisa dibilang merupakan katalisator untuk menjalankan produksi, Hal tersebut otomatis mengimbas pada biaya produksi yang dikeluarkan semakin besar dan akhirnya menimbulkan efek domino terhadap transportasi, kebutuhan sembako dan sektor lainnya. Ujungnya konsumen akhir akan menerima harga beli yang semakin tinggi dari setiap barang produksi.
Wuah, cape juga ya hidup di negeri yang katanya subur dan kaya SDA ini tapi sesak nafas membayangkan bagaimana kehidupan selanjutnya terutama bagi rakyat kecil, memangnya tak ada cara lain, kenapa rakyat tidak dijadikan prioritas utama yang diperhatikan kesejahtraan dan kenyamanannnya dalam menjalani hidup.
Apakah kenaikan BBM untuk mengimbangi kenaikan minyak dunia ini cukup beralasan jika harga BBM sekarang masih memberi keuntungan seperti simulasi di info indonesia serta coba lihat perbandingan harga bensin di berbagai negara disini dan bandingkan dengan harga di Indonesia. Jadi sebenarnya siapa yang lebih di pentingkan pemerintah, rakyat atau…..
Dan seperti yang sudah sudah rencana kenaikan BBM ini tetap akan terrealisasi meski banyak protes dan penolakan plus sumbang saran sebagai alternatif untuk menghindari kebijakan ini dari berbagai kalangan, So akhirnya jadi skeptis apa gunanya protes dan berpendapat ini itu ya kalau akhirnya aspirasi rakyat ini tetap tak didengar.
Mungkin pemerintah ini punya slogan baru yaitu: Meski Rakyat Menjerit BBM Tetap Naik.
Wallahu alam
Dari berbagai sumber.
Tapi emang sulit mbak, harga minyak dunia kan juga naik…
Bahkan, harga minyak di negara kita ini termasuk yang murah lho…
So, kita gunakan energi alternatif aja.
yang pake awalan “bio-” itu tu…
Kayak kampanyeku itu tu…
sulit apa nya
katanya negara kita pengimport minya emang bisa diterima
tapi kita perlu pahami juga
kalo negara kita nih penghasil minyak juga
kalo saja jumlah penghasilan minyak dapat memenuhi jumlah kebutuhan kita
tentunya kita akan merasakan sendiri nikmatnya
dan dampaknya, harga perliter BBM bisa dipermurah
sayangnya
pemerintah tak memandang ke arah sana
pemerintah cenderung mengikuti kebijakan negara-negara spekulan
dan negara produsen minyak ketimbang mengikuti kebijakan yang dapat mensejahterakan rakyat.
setuju saya dengan judul postingan ini
semakin menjerit,…
atau jgn2 kita bakal balik kejaman prasejarah kali
sekian
-ndra-