Berfikir Sebelum Berkata
5 05 2008Lidahmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikanmu
Hmm, sadar atau ga sadar ya saat kita berbincang, ngobrol sama sahabat, orang tua atau sapa aja kita terkadang terlalu spontan dan ga ngeh kalau omongan yang kita ungkapin itu ternyata tanpa dipikir terlebih dahulu, sehingga tanpa disengaja kita menyinggung hati lawan bicara, dan kalau sudah begitu komunikasi menjadi tidak nyaman dan efektif.
Kecenderungan berbicara tanpa berpikir ini biasanya tersampaikan dalam kata2 yang pedas, bersifat menyerang, merendahkan, menyindir, mengoreksi, atau mengatakan sesuatu yang tidak penting tetapi dengan nada yang menyinggung perasaan. Biasaya terjadi saat pikiran kita lagi kalut atau frustrasi atau pada saat kondisi kita lagi cape, letih, tertekan, Dan pada akhirnya hal itu sering kita sesali saat suasana hati mulai membaik.
Satu hal terpenting sebelum berbicara atau memberi komentar, jika kita merasa ada keraguan apakah respon kita sudah tepat atau belum, sebaiknya coba bertanya dulu pada diri sendiri ya katakanlah hitung2 untuk melatih diri yaitu: Apakah komentarku berguna dalam perbincangan ini karena komentar yang menyinggung bisa jadi tak akan berguna dan berdampak apa2 jika tidak direspon alias dicuekin.
Dari pengalaman gw selama ini, banyak orang memberi gaya berlainan dalam membalas komentar yang dianggap menyakitkan pada blog2 mereka, ada orang yang bersifat defensive dan reaktif yang kemungkinan akan membalas dengan beberapa kalimat yang meyakitkan pula. Dan ini kenyataannya bisa memicu pertikaian sehingga kemudian proses interaksinya kurang bermanfaat. Tapi ada juga yang bisa membalas dengan bijak, dengan perkataan yang mengena tadi tidak menyinggung perasaan.
Namun saat hati kita keruh kemudian mendapat komentar atau perkataan yang tidak enak dari lawan bicara dan kita bingung harus merespon bagaimana dengan alasan daripada ada pertikaian maka diam adalah jalan terbaik, disini mungkin berlaku pepatah Diam itu Emas . Dengan bersikap diam akan memutus hal yang memancing kearah yang tidak kita inginkan, dengan diam bisa menjadi kekuatan komunikasi yang efektif. Dan bisa dihindari sakit hati atau dendam.
Berbicaralah sesuai dengan keadaan dan efektif, karena terlalu bicara yang tidak perlu menunjukan kebodohan diri
Komentar : 3 Komentar »
Tags : komunikasi, opini, Renungan
Kategori : opini
Jejak