Ini mungkin banyak dialamin sebagian orang ya, dalam pergaulan sosial sehari-hari atau persahabatan kita, bisa jadi kita dipandang sebagai orang yang dituakan, dianggap dewasa dan mampu membantu orang lain menyelesaikan masalah-masalah mereka, ya minimal memberikan advis, jadilah kita menjadi tempat curhat dan dengan segala pemahaman yang dimilki kita berusaha memberi masukan. Ya jadi psikolog kecil2an untuk orang2 di sekeliling.
Gw pernah baca tentang ungkapan yang mengatakan bahwa orang yang banyak memberi perhatian dan empati terhadap orang lain bisa jadi sebenarnya ia adalah orang yang kesepian yang butuh untuk diperhatikan, (tentu aja lain ceritanya jika menyangkut seorang psikolog yang bekerja secara profesional) . Intinya kita selalu melihat ketegaran dalam diri orang itu.
Pengalaman gw sejauh ini sie, dengan orang2 yang pernah gw temui terutama di dunia maya,tak jauh beda dari ungkapan tsb, ada salah satu satu kawan katakanlah fansnya banyak, dia juga sering jadi t4 curhat semua teman teminnya sampai2 semua orang seperti tergantung padanya dan gw salut karena dia begitu dewasa dan selalu kelihatan tegar but setelah mengenal lebih jauh ternyata dia malah sering merasa “empty and lonely” , paling engga itu yang diungkapin ke gw.
Akh benarkah demikian dan mengapa, apa benar si tegar ini sesungguhnya adalah rapuh??
**nyari cermin**
*hik hiks*
nyindir daku ya?
wah… bisa jadi juga si… hmm.. ulasan yang bagus dan “dalem”. thanks ya.. salam.