Siapa yang tidak mengenal Ahmad Dhani musisi pentolan Dewa 19, sikapnya yang mengesankan idealis membuat Dhani terlihat tegas. Tapi tak sedikit dari orang yang berpendapat bahwa Dhani adalah orang arogan. Belakangan banyak orang yang menjuluki Dhani sebagai ‘Mahluk Tuhan Paling Arogan. Mendengar kabar tersebut, Dhani sama sekali tidak merasa keberatan atas julukan itu.
Menurut Dhani, sikap arogan yang mengalir dalam dirinya adalah bawaan DNA. Bagi Dhani, bangsa yang besar itu adalah bangsa yang memiliki orang-orang arogan. Saat ditanya apa tanggapannya atas julukan tersebut, Dhani mengatakan:
”Banyak yang lebih arogan dari saya. Soekarno lebih arogan, Mohammad Ali lebih arogan . Saya masih urutan ke seratus sekian. (arogan) Itu sifat bawaan, nggak harus laki-laki, itu faktor DNA. Kalau kakek-kakeknya seperti itu cucu-cucunya ya seperti itu. Justru ciri khas bangsa yang besar harus banyak manusia yang arogan.”
Asli gw agak2 aneh plus bingung, secara baru denger teori seperti ini, btw bagaimana bisa bahwa arogansi adalah sifat bawaan or faktor genetis/DNA. Yang gw fahami sejauh ini arogansi lebih berkonotasi negatif, ya mungkin ada arti yang lain. ga tahu juga. Atau mungkin arogansi lebih merupakan salah satu bentuk perilaku negatif dari watak keras yang dia punya.
Kalau ngomongin soal watak atau karakter seperti keras atau lembut baru deh itu bisa dibilang faktor genetik tapi kalau sikap-sikap yang mencerminkan pikiran, perasaan, perbuatan/perilaku mungkin itu termasuk kepribadian ya yang notabene bukan faktor genetik karena kepribadian adalah sesuatu yang bisa dibentuk dan berubah-ubah. Kepribadian sangat tercermin dari tingkah laku dan kecenderungan seseorang dalam menyikapi sesuatu. Dan tingkah laku dan kecenderungan inipun tentu saja sangat tergantung pada pemahaman seseorang akan sesuatu hal tersebut.
Ambil contoh orang yang memahami bahwa bohong itu dosa, maka dalam perilakunya sehari-hari tentu dia tidak akan berbohong atau seorang muslimah yang memahami jilbab itu wajib maka semestinya dia akan dengan sadar menggunakannya. Nah mungkin yang jadi pertanyaan gimana kalau seseorang sebenarnya faham akan segala sesuatu yang benar tapi dalam realitasnya malah melakukan sebaliknya, mudah saja berarti kepribadiannya memang sedang rancu/rapuh. Jadi bisa saja, meski dia seorang muslim yang semestinya memiliki kepribadian Islam tapi malah sebaliknya berprilaku diluar islam dan semua itu tidak tergantung dari watak/karakter kan.
Ada contoh yang sangat jelas misalnya Khalifah Umar Bin Khattab yang berwatak keras dan Utsman bin Affan yang berwatak lembut dan penyayang dan tak ada yang salah dengan watak/karakter mereka berdua karena memang sudah bawaan orok tapi yang jelas dua2nya mempunyai Kepribadian Islam, pribadi yang mumpuni dan soleh karena segala tingkah laku dan kecenderungan hati/pikiran/perasaan mereka dalam memecahkan segala persoalan selalu distandarkan atas ajaran Islam yang sempurna.
Bagaimana denga kita ya :( hanya Rabb pembolak-balik hati.
Jejak