My Mood Song

26 04 2008

MEMORY

Midnight
Not a sound from the pavement
Has the moon lost her memory
She is smiling alone
In the lamp light
The withered leaves collect at my feet
And the wind begins to moan

Memory
All alone in the moonlight
I can smile like the old days
I was beautiful, then I remember
The time I knew what happiness was
Let the memory live again

Every street lamp seems to beat
A fatalistic warning
Someone mutters and the street lamp gutters
And soon it will be morning

Daylight
I must wait for the sun rise
I must think for the new life
And I mustn’t give in

When the dawn comes
Tonight will be a memory too
And the new day will begin

Burnt out ends of smoky days
The stale cold smell of morning
A street lamp dies
Another night is over
Another day is dawning

Touch me !
It’s so easy to leave me
All alone with my memory
Of my days in the sun
If you touch me
You’ll understand what happiness is
Look, a new day has began

Hmm, lagu ini sweet banget, musik memang tak sebatas melody tapi bagaimana membuatnya nyaman di hati. I Love this Song

 





Fenomena Alien di Mata Pakar Astrofisika

24 04 2008

Pakar astrofisika terkemuka Stephen Hawking yakin alien mungkin ada dalam bentuk primitif di tepian galaksi yang kita huni. Menurutnya, alam semesta begitu luas sehingga terdengar mustahil hanya Bumi yang dihuni makhluk hidup.

“Kalaupun ada kehidupan primitif di ruang galaksi kita, di sana mungkin tidak ada makhluk yang cerdas,” ujar Hawking yang saat itu tengah membawakan kuliah umum untuk memperingati ulang tahun NASA ke-50 di Universitas George Washington.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengemukakan tiga pendapat mengenai kehidupan di luar Bumi. Kemungkinan pertama, kehidupan primitif di suatu planet mungkin memang sangat kecil. Kemungkinan lainnya, terdapat makhluk cerdas di suatu tempat yang mampu mengirimkan sinyal komunikasi ke luar angkasa hingga membangun kekuatan senjata nuklir. Namun, ia lebih yakin pada pendapat lainnya yang tidak menolak kemungkinan ad ya kehidupan lain namun tidak secerdas kita.

“Kehidupan primitif sangatlah biasa dan makhluk cerdas sungguh sangat jarang” ujarnya. Ia mengatakan perburuan alien melalui proyek SETI (Serach for Extra-Terrestrial Intelligence) membuktikan bahwa tidak ada tanda-tanda makhluk cerdas dalam rentang 100 tahun cahaya dari Bumi. Namun, ia yakin akan menemukannya jika manusia berjuang melakukan perburuan hingga jutaan tahun cahaya.

Komunikasi saja belum berhasil, apalagi alien mengunjungi kita. Hawking menolak pendapat kedatangan alien melalui penampakan UFO karena menurutya tidak mungkin alien datang hanya menakut-nakuti saja seperti banyak diceritakan selama ini.

Menurutnya alien ada samping kita, namun manusia harus memastikan rencana jangka panjang hingga waktu ratusan tahun jika ingin memastikan keberadaanya. Hawking menilai orang yang enggan berpartisispasi dalam eksplorasi luar nagkasa seperti orang-orang yang menolak rencana pelayaran Colombus mengarungi Samudera Atlantik tahun 1492 dan menganggapnya sebagai pemborosan.

“Menyebar ke luar angkasa lebih jauh akan memberikan pengaruh sangat besar,” katanya. Hal tersebut benar-benar akan mengubah masa depan manusia dan mungkin menentukan apakah kehidupan manusia masih bisa bertahan lebih lama.

Source:Kompas.com

 





Subjektif atau Objektif

23 04 2008

Pendapat, opini, ulasan, berita atau comment apapun baik yang lisan maupun tulisan gw rasa ga ada yang bener2 bisa objektif dalam arti setiap ide atau gagasan, pemikiran  yang tertuang atau yang disampaikan tentunya sangat tergantung pemahaman atau isme yang dimiliki penyampainya misalnya seorang muslim tentunya akan memakai standar islam dalam cara berpikirnya, begitu juga dari agama lain dan  seorang kapitalis, sosialis juga akan berlaku sama, nah disitu kan letak subjektivitasnya, bisa dikatakan sesuatu yang berbau SARA sebenarnya tidak akan bisa betul2 objektif kan?

Tentu saja yang mengatakan tidak obyektif adalah subjek yang menilai  ide yang berseberangan dengan pemikirinnya. Jadi mungkin dapat disimpulkan jika soalan, ide atau gagasan2 yang akan terkait dengan isme tertentu pastinya akan selalu subjektif kan.

Tapi kalau menyangkut hal-hal yang tak berhubungan dengan isme tertentu baru itu betul-betul objektif misalnya ilmu pengetahuan umum atau yang bersifat teknologi, itu sih bisa dibilang hal-hal yang bebas nilai jadi ya siapapun pengguna dan pemakainya, boleh-boleh aja, asal inga-inga !!!!! dipergunakan untuk niat dan tujuan yang bener TING!!!!  *mata dikedipkan sebelah*

 





Makhluk Tuhan Paling Arogan

23 04 2008

Siapa yang tidak mengenal Ahmad Dhani musisi pentolan Dewa 19, sikapnya yang mengesankan idealis membuat Dhani terlihat tegas. Tapi tak sedikit dari orang yang berpendapat bahwa Dhani adalah orang arogan. Belakangan banyak orang yang menjuluki Dhani sebagai ‘Mahluk Tuhan Paling Arogan. Mendengar kabar tersebut, Dhani sama sekali tidak merasa keberatan atas julukan itu.

Menurut Dhani, sikap arogan yang mengalir dalam dirinya adalah bawaan DNA. Bagi Dhani, bangsa yang besar itu adalah bangsa yang memiliki orang-orang arogan.  Saat ditanya apa tanggapannya atas julukan tersebut, Dhani mengatakan:

 ”Banyak yang lebih arogan dari saya. Soekarno lebih arogan, Mohammad Ali lebih arogan . Saya masih urutan ke seratus sekian. (arogan) Itu sifat bawaan, nggak harus laki-laki, itu faktor DNA. Kalau kakek-kakeknya seperti itu cucu-cucunya ya seperti itu. Justru ciri khas bangsa yang besar harus banyak manusia yang arogan.”

Asli gw agak2 aneh plus bingung, secara baru denger teori seperti ini, btw bagaimana bisa bahwa arogansi adalah sifat bawaan or faktor genetis/DNA.  Yang gw fahami sejauh ini arogansi lebih berkonotasi negatif, ya mungkin ada arti yang lain. ga tahu juga. Atau mungkin arogansi lebih merupakan salah satu bentuk perilaku negatif dari watak keras yang dia punya.

Kalau ngomongin soal watak atau karakter seperti keras atau lembut baru deh itu bisa dibilang faktor genetik tapi kalau sikap-sikap yang mencerminkan pikiran, perasaan, perbuatan/perilaku  mungkin itu termasuk kepribadian ya yang notabene bukan faktor genetik karena kepribadian adalah sesuatu yang bisa dibentuk dan berubah-ubah. Kepribadian sangat tercermin dari tingkah laku dan kecenderungan seseorang dalam menyikapi sesuatu. Dan tingkah laku dan kecenderungan inipun tentu saja sangat tergantung pada pemahaman seseorang akan sesuatu hal tersebut.

Ambil contoh orang yang memahami bahwa bohong itu dosa, maka dalam perilakunya sehari-hari tentu dia tidak akan berbohong atau seorang muslimah yang memahami jilbab itu wajib maka semestinya dia akan dengan sadar menggunakannya. Nah mungkin yang jadi pertanyaan gimana kalau seseorang sebenarnya faham akan segala sesuatu yang benar tapi dalam realitasnya malah melakukan sebaliknya, mudah saja berarti kepribadiannya memang sedang rancu/rapuh. Jadi bisa saja, meski dia seorang muslim yang semestinya memiliki kepribadian Islam tapi malah sebaliknya berprilaku diluar islam dan semua itu tidak tergantung dari watak/karakter kan.

Ada contoh yang sangat jelas misalnya Khalifah Umar Bin Khattab yang berwatak keras dan Utsman bin Affan yang berwatak lembut dan penyayang dan tak ada yang salah dengan watak/karakter mereka berdua karena memang sudah bawaan orok tapi yang jelas dua2nya mempunyai Kepribadian Islam, pribadi yang mumpuni dan soleh karena segala tingkah laku dan kecenderungan hati/pikiran/perasaan mereka dalam memecahkan segala persoalan selalu distandarkan atas ajaran Islam yang sempurna.

Bagaimana denga kita ya :(  hanya Rabb pembolak-balik hati.

 





Aku & Sunyi

22 04 2008

Aku dan sunyi adalah bahagia
Aku dan sunyi kadang juga derita
Aku dan sunyi adalah kekisruhan atau kedamaian
Aku dan sunyi terkadang biru, merah atau putih
dan sejatinya
Aku dan sunyi adalah sahabat setia saat suka dan duka

Selalu akan begitu lalui waktu

 

 





Tangisan Sang Bumi

22 04 2008

Jika saja bumi memiliki emosi yang tampak dan nyata,  mungkin sudah tak ada lagi tempat untuk menampung airmatanya yang pasti akan mengalir deras setiap saat.  Bagaimana tidak bumi setiap hari hanya merasakan sakit dan derita akibat ulah makhluk hidup yang berakal berbentuk manusia.

Ya sebagian besar manusia yang serakah dan tak pernah puas begitu buas memperlakukan bumi dengan semena-mena, mereka mengeksplor isi dan permukaan bumi sebegitu rupa tanpa mempertimbangkan keseimbangan yang diharapkan Sang Bumi. Kini udara bersih, air yang jernih, tanah yang subur bahkan kicauan burung pagi hari adalah sesuatu yang langka dan mahal.

Hari ini tanggal 22 april dirayakan sebagai hari bumi, setidaknya bisa dijadikan momentum yang baik untuk memulai memperlakukan bumi dengan lebih beradab. Tengok bagaimana bumi bereaksi karena kerusakan yang dilakukan manusia, sang bumi marah dan terluka, maka terjadilah banjir, longsor, badai, tornado, gempa, topan dan masih banyak reaksi dahsyat alam lainnya yang hampir terjadi di seluruh belahan benua.

Tak ada yang salah dengan Sang Bumi, dia hanya  mencari keseimbangan diri agar tetap bisa bertahan menjadi pijakan untuk seluruh makhluk didalamnya, setidaknya sampai waktu yang ditentukan  Sang Pencipta.

Contoh kecil saja, coba buang sampah pada tempatnya, penghematan energi, memakai barang2 daur ulang atau mendaur ulang barang2 dan banyak contoh lainnya, ah sepele kan sebenarnya tapi jika dilakukan bersama dengan penuh kesadaran InsyaAlloh akan selalu aja dampak yang baik. 

Inget yang kita wariskan buat anak cucu bukan sesuatu di masa lalu atau yang kita miliki kita sekarang tapi masa depan seperti apa yang akan mereka lalui dengan sang Bumi kelak, dan itu semua tergantung kita semua memperlakukan Sang Bumi di saat ini.