Masih inget dong ama film Cokelat Strawberry, he..he.. gw mang kuper soal film indonesia, udah setahun lalu tapi baru nonton kemarin itu juga minjem CDnya dari tetangga karena boring aja, tapi ada sisi yang menarik dari film ini. Ceritanya sih biasa aja, ga ada yang spesial tapi ada satu pesan di film ini yang cukup menarik.
Yap, pesan yang ingin disampaikan pada khalayak intinya adalah bagaimana masyarakat bisa menerima keberadaan kaum gay sebagaimana manusia nomal lainnya. Pasti bingung juga ya kalau dihadapkan pada situasi ini, jika menerima mereka berarti plus dengan perilaku mereka yang dianggap menyimpang kan?? dan dengan rajinnya kaum homo ini menyuarakan kesetaraan dengan alasan merupakan hak asasi manusia.
Tapi realitanya, dominan manusia tidak menyetujui penyimpangan orientasi seksual mereka, meskipun sekarang kaum homo (lesbian, gay, biseks dll) tidak dianggap orang-orang yang ‘sakit’, katanya mereka sama saja dengan manusia normal lainnya hanya orientasi seksualnya saja yang berbeda, dipikir-pikir perkataan hanya saja sudah merupakan pembedaan kan?
Menurut salah sumber yang gw baca menyebutkan bahwa Islam sebagai agama rahmat tidak menafikan keberadaan mereka dalam arti menerima mereka TAPI hanya sebatas bahwa mereka adalah manusia sesama penghuni alam jagat raya bukan mengakui atau membenarkan penyimpangan orientasi seksual mereka, sudah jelas bangetlah hukumnya kan bahwa perbuatan (penyimpangan seksual) mereka itu terlaknat so rasanya ga perlu dipertanyakan lagi.
Jangankan dari sisi ajaran Islam bahkan dari sudut keyakinan lainpun, penyimpangan seksual mereka adalah suatu hal yang dianggap “dosa”, perilaku homoseksual akan mematikan proses reproduksi manusia (mana mungkin kan sesama jenis bisa menghasilkan keturunan) dan itu jelas tidak sesuai dengan fithrah manusia.
Ok mungkin ada yang beralasan bahwa itu adalah faktor bawaan alias faktor genetis, menurut gw mungkin memang secara teori bisa saja dibuktikan tapi alasan itu terlalu mengada-ada, sederhana saja mestinya orang homo dilahirkan dari orangtua homo (nah pernyataan ini aja sudah mustahil kan, secara orang homo ga mungkin punya keturunan)
Menjadi homo dan sejenisnya adalah soal pilihan bukan soal takdir, tak mungkin kan Tuhan menjerumuskan Makhluk-Nya, seandainya ada kecenderungan ke arah sana, bisa jadi itu adalah sebuah cobaan atau ujian dari Sang Pencipta untuk melihat sejauh mana keimanan hamba-Nya. Apa sih yang ga bisa dilakukan manusia ini jika terus-menerus memperturutkan hawa nafsunya.
Maka jika menjadi homo adalah soal memilih dalam arti meskipun ada kecenderungan ke arah sana, sebenarnya seseorang bisa membuat pilihan untuk tidak memilih menjadi homo, karena pilihan adalah sesuatu yang bisa berubah kan?. Dan berubah ke arah yang benar tentu adalah pilihan terbaik dalam hidup.
Wallahu alam
Memang kaum gay itu manusia sama seperti kita. Saya setuju dengan anda bahwa mereka kalau diterima ya gpp lah. Tapi kalau membenarkan itu semua memang rasanya ga ‘etis’. Benar memang kalo Tuhan tidak pernah menciptakan manusia yang seperti itu. Kalo nafsu, ya begitulah jadinya.
Salam Kenal.
aaah saya paling suka makan strawberry pake coklat cair.. yummy…
*komen ga fokus*
Salam alaikum. Ana akhukum, ghani, seorang yang masih belajar dalam mencintai Allah dan mencari ridho-Nya.
Sebetulnya, Allah tuh menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan… jadi, Allah tuh menggariskan dalam takdir bahwa jodoh seorang laki-laki adalah perempuan.
“Dan segala sesuatu Kami jadikan berpasang2an, agar kalian ingat kebesaran Allah”. (QS Adz-Dzariyaat : 49)
Jadi, perbuatan homoseksual dan yang mendekatinya itu sangat dilaknat oleh Allah karena perbuatan itu melanggar sebuah aturan dan kelaziman yang ditetapkan Allah atas kehidupan makhluk-Nya.
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu (homoseksual), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”. (QS Al A’Raf : 80)
Hati-hati saudaraku… pernyataan “Islam menerima keberadaan kaum homoseksual” itu dilontarkan oleh Jaringan Islam Liberal.
Mereka adalah suatu gerakan pemurtadan Islam yang meracuni pemikiran banyak sekali mahasiswa IAIN di Indonesia.
Mereka ini sangat membeci Islam dan berusaha agar kita yang masih muda ini terjerumus oleh kesesatan.
Paham?
Belajar Islam jangan di Negara Barat…
Belajarlah di Al-Azhar Kairo… tempatnya Fahri menuntut ilmu.
ya, saya setuju sekali dengan pendapatnya ghaniarrasyid!
intinya buat masyarakat Islam hati-hati, aja di zaman sekarang banyak kalangan yang berusaha menghancurkan Islam dengan berkedok Islam itu sendiri!!
Paham kan???
Selalu saja kita senantiasa meminta perlindungan Allah, agar kita tdk terjerumus ke jurang kenistaan!
mungkin aku agak berbeda pandangan tapi bukankah perbedaan tersebut yang membuat pelangi nampak indah.
Penyimpangan seksual kayak gay atau lesbi bukan hanya sekedar pilihan.
mereka bisa saja memilih, tapi yang namanya hati kan gak bisa dibohongin, dan kalo pun kita menyangkal hal itu itu ak akan bertahan lama.
Bukannya pro dengan kaum gay, tapi kalo emang udah bawaannya dari lahir begitu apa mereka salah?
Apa mereka salah menerima apa yang digariskan Tuhan untuk mereka.
meski tidak sebegitu paham, perasaan yang aku pahami apa yang ada di dunia ini gak akan terjadi jika Allah gak menghendaki…
at list jika ada kejadian di dunia ini secara langsung pasti sudah dapat ijin atau kehendak dari tuhan.
ITU PEMAHAMAN SAYA, JIKA SALAH MOHON DIBENARKAN DAN DIBIMBING, karena saya masih bingung dengan semua yang ada.
yang saya pahami hanyalah kita gak bisa mengingkari apa yang ditakdirkan Tuhan untuk kita.
dan setau saya adanya sifat menyimpang dari dalam diri seseorang itu juga terjadi karena kehendak Tuhan, jika Tuhan tidak menghendaki pasti hal tersebut tidak akan terjadi.
jadi…
apa salah???????????????
menurut saya (17tahun) tidak selamanya merupakan pilihan.
karna kalau bisa memilih saya pasti akan memilih jalan sebagai straight. yang terjadi sekarang adalah kecenderungan yang datang entah darimana dalam diri saya.
saya tidak pernah bergaul dengan teman-teman sesama gay sebelumnya. tetapi tetap saja saya seperti sekarang saat ini. (tidak perlu saya jelaskan lagi).
walaupun begitu, saya tetap berusaha untuk ‘berubah’ menjadi straight (karna dari awal saya cenderung menyukai laki-laki walaupun saya tidak terlihat seperti banci. saya sendiri tak tau sejak kapan saya seperti ini).
mungkin ini terdengar aneh,
tapi itulah yang saya alami sekarang. terserah Anda ingin menyikapinya seperti apa.
terima kasih
@ sum1
Maaf Mas, postingan ini tentunya bukan menyudutkan sisi kemanusiaan para gay dan semacamnya, yang saya fahami setiap manusia memang akan punya kecenderungan ke arah sana dan itu sudah sesuatu yang alami, namun justru itu knp kemudian Tuhan punya rule atas hamba-hambaNya semata-mata untuk menjadikan hamba-Nya belajar mengendalikan diri, dan menyadari betul bahwa aturan itu akan membuat kita menjadi manusia yang tinggi derajatnya di mata Tuhan. Memperturutkan nafsu dan kecenderungan yang sudah kita tahu letak kekeliruannya adalah merupakan ujian itu sendiri. Yang jelas dalam Islam ada aturan yang mengikat kehidupan kita termasuk soal tersebut di atas, dan kita mafhum apa artinya jika kita keluar dan berlepas diri dari aturan itu, tentu pilihan apapun kemudian akan sangat jadi urusan kita kelak dengan TUhan.
*maaf klo terkesan menasihati
salam kenal trims sudah mampir di blogku.
sabar ja sum
saya juga mengalami masalah yang sama dengan anda. saya sudah berusaha dengan berbagai cara tpi hasilnya nihil. saya juga tidak pernah berhubungan dengan kaum gay sebelumnya dan saya bukan banci. beruntung saya punya keluarga yang mau mendukung dan mau menerima kekurangan saya. dulu saya di paksa menikah oleh orang tua saya dengan wanita yang tak pernah saya cintai di usia 19 tahun. karna mereka tau orientasi sek saya berbeda. saya sangat merasa kasihan sama calon istri saya saat itu karna saya tahu akan sangat sulit buat saya untuk mencintainya. sampi saat ini di usia pernikahan kami yang ke 3 pun saya belum bisa berubah sepenuhnya. saya sering merasa bersalah sama istri saya, karena saya selalu membohonginya. tapi saat ini saya punya motivasi untuk berubah lebih besar, demi anak saya tercinta, dan istri saya yang selalu setia.
Afan ayah akan selalu berusa memberikan yang terbaik buat kamu, apapun, apapun akan ayah lakukan agar kamu tidak menegalami kesulitan seperti ayah, cukup ayah yang seperti ini.
saya bersyukur sampai saat ini saya belum pernah melkukan perbuatan laknat sperti yang di lakukan kaum nabi luth as.