Jika saja bumi memiliki emosi yang tampak dan nyata, mungkin sudah tak ada lagi tempat untuk menampung airmatanya yang pasti akan mengalir deras setiap saat. Bagaimana tidak bumi setiap hari hanya merasakan sakit dan derita akibat ulah makhluk hidup yang berakal berbentuk manusia.
Ya sebagian besar manusia yang serakah dan tak pernah puas begitu buas memperlakukan bumi dengan semena-mena, mereka mengeksplor isi dan permukaan bumi sebegitu rupa tanpa mempertimbangkan keseimbangan yang diharapkan Sang Bumi. Kini udara bersih, air yang jernih, tanah yang subur bahkan kicauan burung pagi hari adalah sesuatu yang langka dan mahal.
Hari ini tanggal 22 april dirayakan sebagai hari bumi, setidaknya bisa dijadikan momentum yang baik untuk memulai memperlakukan bumi dengan lebih beradab. Tengok bagaimana bumi bereaksi karena kerusakan yang dilakukan manusia, sang bumi marah dan terluka, maka terjadilah banjir, longsor, badai, tornado, gempa, topan dan masih banyak reaksi dahsyat alam lainnya yang hampir terjadi di seluruh belahan benua.
Tak ada yang salah dengan Sang Bumi, dia hanya mencari keseimbangan diri agar tetap bisa bertahan menjadi pijakan untuk seluruh makhluk didalamnya, setidaknya sampai waktu yang ditentukan Sang Pencipta.
Contoh kecil saja, coba buang sampah pada tempatnya, penghematan energi, memakai barang2 daur ulang atau mendaur ulang barang2 dan banyak contoh lainnya, ah sepele kan sebenarnya tapi jika dilakukan bersama dengan penuh kesadaran InsyaAlloh akan selalu aja dampak yang baik.
Inget yang kita wariskan buat anak cucu bukan sesuatu di masa lalu atau yang kita miliki kita sekarang tapi masa depan seperti apa yang akan mereka lalui dengan sang Bumi kelak, dan itu semua tergantung kita semua memperlakukan Sang Bumi di saat ini.
Your Words