Kartini Kekinian

21 04 2008

Baru ngeh kalau hari ini hari Kartini, tapi seingetku, gw lom pernah sama sekali merayakan hari Kartini,  bukan berarti tidak menghargai perjuangan Kartini yang menurut sejarah sih mengusung emansipasi wanita, tapi yang aku rasa dan lihat perayaan hari kartini kok kesannya icuma identik dengan sanggul, kebaya dan berkain setelah itu selesai.

Kartini pada jamannya memang sangat wajar memperjuangkan hak2nya karena  waktu itu indonesia ada di bawah penguasaan kolonial yang sangat membatasi kaum pribumi untuk maju dan lebih cerdas khususnya kaum wanita yang untuk mendapatkan pendidikan dasarpun sangat dibatasi, Ua gw di kampung yang sekarang usianya sekitar 80 tahunan dulu cuma sekolah SR itupun ga tamat tapi diwaktu mudanya sudah dianggap hebat karena bisa baca dan tulis.

Secara pribadi gw sangat setuju jika emansipasi dan kesetaraan yang diidamkan perempuan berhubungan dengan menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pendidikan, berpolitik/berpendapat/bersuara, berkarya, melakukan peribadatan  yang terpenting intinya tidak melenceng dari aturan agama islam (untuk  muslimah tentunya) hingga wanita tidak melupakan kodratnya dan kewajiban utamanya yang hakiki sebagai pengurus keluarga dan pendidik utama bagi anak-anaknya.

Ada ungkapan jika ada seorang laki-laki  yang begitu sukses dan berhasil dalam hidupnya maka lihatlah siapa perempuan di baliknya kalau tidak ibunya ya mungkin istrinya. ya sebegitu terhormat dan pentingnya kedudukan wanita dalam rumah tangga karena di tangan seorang ibulah akan sangat menentukan bagaimana pribadi2 penerus2 negeri.

Dan semakin maju peradaban, perjuangan perempuan dalam menyuarakan emansipasi semakin kencang namun kemudian emansipasi dan kesetaraan yang diinginkan ini kok sepertinya agak-agak rancu dan kebablasan banyak perempuan yang jadi sulit membedakan mana hak dan mana kewajiban, mana yang boleh mana yang tidak terutama yang dilakukan para muslimah. Penyuara emanipasi dan kesetaraan gender ini kemudian melahirkan feminisme but apakah dalam islam sendiri perlukah adanya gerakan feminisme baca disini tentang feminisme dan Islam.

Harapannya perjuangan Kartini ini terus berlanjut karena mungkin dalam sistem kehidupan masa kini, baik di ruang publik maupun ruang privat perempuan belum mendapat tempat dan perlakuan yang layak, dan tentu saja perjuangan ini selalu semestinya ada dalam rel yang benar jangan sampai kebablasan menuntut sesuatu yang dluar fithrah dan kodrat sebagai perempuan. Amin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar

Anda dapat gunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>