Bisa jadi semua orang pernah ngalamin jadi “manusia bodoh” meski dia cerdas, smart, clever, pintar (atau apalah sebutannya) secara akademis, ber IPK diatas rata-rata atau mendapat gelar cum-laude but dalam perjalanan hidup jika menyangkut soal hati, soal perasaan atau perbuatan mungkin bisa jadi dia termasuk manusia bodoh.
Bukanlah aib jika pernah mengalami kegagalan, bukan juga suatu dosa jika pernah berbuat salah, justru orang yang pernah jatuh akan lebih tahu bagaimana cara untuk bangkit dibanding orang yang tak pernah mencoba sama sekali karena takut gagal. Hal ini biasanya berlaku dalam hal yang berkaitan dengan memulai suatu usaha ya berhubungan dengan kegiatan ekonomi atau berwirausaha, yang banyak disampaikan oleh orang2 yang memiliki jam terbang yang cukup banyak dalam memulai suatu usaha, dan semua itu jelas-jelas berkaitan dengan faktor resiko yang sudah merupakan konsekwnsi dalam berusaha, so tak ada ungkapan manusia bodoh untuk type2 seperti itu, karena kemudian mempunyai daya juang untuk bangkit jadi justru mereka adalah tipe manusia yang cerdas dalam menyikapi persoalan hidup.
So, sebutan manusia bodoh itu untuk orang dengan kategori apa?? mungkin itu yang jadi pertanyaan. manusia bodoh menurut pemikiran gw adalah manusia yang jelas-jelas tahu bahwa hal dilakukannya salah dan keliru tapi tetap saja dia mengulang kembali, melakukan hal yang sama, terjerumus ke lubang yang sama, ambil contoh pecandu narkoba, meski sudah dipenjara, orang disekelilingnya berupaya concern tapi akhirnya terulang lagi, ya pokoknya melakukan sesuatu yang sebenarnya orang tersebut mengetahui itu dosa dan keliru tapi belum ingin meninggalkannya.
Hal itu memang sering terjadi dan mungkin wajar terjadi terhadap kita, tak lepas dari sisi kelemahan kita sebagai manusia maka tak salah jika hawa nafsu (yang sifatnya destruktif tentunya) merupakan musuh terbesar dan paling susah dilawan dalam kehidupan manusia.
Your Words