Gosip Jalanan
Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
tentara jadi pengawal pribadi
Apa lo tau mafia narkoba
keluar masuk jadi bandar di penjara
terhukum mati tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir2 berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … 2x negaraku ini …
Ada yang tau mafia peradilan
tangan kanan hukum di kiri pidana
dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
entah gaptek apa manipulasi data
ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat peraturan
bikin UUD ujung2nya duit
Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar
pake peci tapi kelakuan bar bar
ngerusakin bar orang ditampar2
Tuh lirik lagu Slank diatas katanya bikin gerah Badan Kehormatan DPR, padahal tuh lirik sudah ada sejak tahun 2004 dan rencananya dirilis ulang sebagai bentuk kepedulian and concern-nya Slank yang mendukung KPK dalam memberantas korupsi di negeri ini, kalau emang ga merasa kenapa mesti tersinggung ya, lagian ga penting banget kali mesti tersinggung ama musisi yang notabene hanya berapresiasi lewat seni, dan rasanya lirik-liriknya sah-sah aja sebagai kritik sosial terhadap mereka.
Toh nyatanya semua rakyat bisa melihat bahkan merasakan akibat dari kinerja para “wakil rakyat” itu. Pastinya ga semua wakil rakyat adalah orang-orang yang seperti lirik tersebut mungkin banyak juga orang-orang yang idealis dan jujur but akhirnya kejujuran dan idealisme hanya dalam hati semata karena belum-belum sudah dikalahkan oleh sistem.
Rencananya BK DPR ini akan melayangkan gugatan terhadap SLANK tapi ternyata rencana tersebut batal hari ini, entah ada hubungannya atau tidak, tapi jam 2 dini hari tadi KPK menangkap tangan seorang anggota DPR Al- Amin Nasution dari fraksi PPP yang diduga terlibat kasus suap masalah konversi hutan lindung yang akan dijadikan lahan untuk industri di provinsi Riau, So isi lagu Slank ga salah-salah amat ya, karena ternyata langsung terbukti. Duh malu ga tuh.
Mestinya para wakil rakyat yang terhormat itu malu bukan oleh lagunya Slank tapi malu ma diri sendiri, sama Tuhan yang dulu dibawa-bawa saat bersumpah jabatan, memangnya mereka ga tahu, jaman sekarang kok seperti mengingatkan saat tahun 60-an waktu jaman Orde lama dimana semua serba antri, duh sedih rasanya liat antri minyak tanah, elpiji, minyak goreng, beras raskin dan masih banyak lagi, entah ke depan antri apa lagi, dan yang paling miris jika beritanya dah menyangkut soal kebutuhan pokok, ternyata di belahan Indonesia ini masih ada dan banyak orang yang ga mampu beli beras dan terpaksa makan nasi tiwul atau nasi aking. Ini sih apa bedanya ama jaman primitif dimana manusia masih berkutat dengan bagaimana cara memenuhi kebutuhan perutnya
Ga tahu mesti ngomong apa, secara gw juga cuma ikut prihatin but tolonglah punya sedikit nurani melihat penderitaan rakyat ini, bukankah pemimpin itu ibaratnya seorang penggembala yang akan selalu mengayomi, melindungi dan mencukupi kebutuhan gembalaannya, jadi penggembala macam apa yang kemudian membiarkan gembalannya menderita dan terlantar.
Memang mungkin bukan sepenuhnya salah para wakil rakyat tapi setidaknya tunjukan kepedulian dan aksi yang nyata agar bisa mengurangi penderitaan rakyat bukan hanya NATO alias no action talk only.
Wallahualam.
Your Words