Autisme

3 04 2008

louder-than-words.jpg

Saat denger kata autis, yang terlintas dalam pikiran gw adalah kondisi seseorang biasanya terjadi pada anak yang katanya cuma “Hidup di dunianya sendiri” tak bisa berkomunikasi dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Hmm kasihan  juga ya.

Autisme diklasifikasikan sebagai ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.
Tanda - tanda Autisme
- Tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
- Hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata
- Mata yang tidak jernih atau tidak bersinar
- Tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain
- Hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan yg dimainkan)
- Serasa dia punya dunianya sendiri
- Tidak suka berbicara dengan orang lain
- Tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain (dikutip dari wikipedia Indonesia)

Kalau ga salah hari senin 31 Maret 2008 kmrn gw nonton Oprah Winfrey Show di Metro TV yang bahas seorang Ibu yang berjuang demi menyembuhkan autis pada anaknya, sampai kemudian Ibu tersebut yang bernama Jenny Mc Carthy membukukan kisahnya dalam sebuah buku yang berjudul Louder Than Words: A Mother’s Journey in Healing Autism. Mungkin bukunya bisa dibaca sebagai referensi tambahan bagi orang tua yang memiliki anak penderita autis. Semoga bermanfaat :)

Ada artikel serupa mengenai kans kesembuhan penderita autisme, klik aja disini.

Note: Tanggal 2 April diperingati sebagai hari Autisme sedunia





Orang Dewasa Yang Kena otis

3 04 2008

Eh ternyata Oh ternyata autis itu  bukan hanya terjadi pada anak-anak tapi juga pada orang dewasa terutama yang sudah akil baligh, penyebabnya adalah suatu virus yang sangat ganas so hati-hati deh ma virus ini, Virus ini dikenal dengan nama Virus Merah Jambu (PINKY VIRUS) yang kemudian menimbulkan penyakit yang disebut Penyakit Malarindu Tropikangenis, dan pada effek berikutnya mengakibatkan Autisme pada orang dewasa :)

Autis pada orang dewasa penyerangannya bisa sangat mendadak dan tak kenal waktu  sifatnya tidak permanen alias kambuhan, Ga percaya?????, nie ciri2nya:

  • Tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari, ya gitu deh sulit banget diajak bicara kalaupun akhirnya ngomong kosakatanya sangat terbatas misalnya ” dia lucu banget ya…..” ” gw tergila-gila”…”gw mau ketemu dia bla…bla…bla….
  • Hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata misalnya “kangen….kangen….kangen”, ” dia.. dia..dia…”  
  • Mata yang tidak jernih atau tidak bersinar, ini terjadi karena abis berantem or gagal ketemuan hingga matanya sayu dan sendu
  • Tidak suka/tidak bisa/tidak mau melihat mata orang lain..coz  cinta itu buta kan!!! seperti kata Tiffany tuh ” If Love Is Blind”
  • Hanya suka akan mainannya sendiri, yes, Boys are toys or Girls are toys
  • Sibuk dengan dunianya sendiri, hmm yang kena virus ini dunia memang serasa milik berdua yang lain dianggap ngontrak aja deh 
  • Tidak suka berbicara dengan orang lain, iya dia lebih suka ngomong sendiri di kamar terutama malam-malam apalagi kalau penyakit Malarindu Tropikangenis-nya sedang kumat banget, wah bisa gawat tuh.
  • Tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain, itu karena kebetulan penderita ga kerja di taman lawang :D

Begitulah hasil penelitian dari Dokter Cinta dari Universitas Asmara, dan ternyata tambahannya lagi, autis yang menyerang orang dewasa ini bisa menimbulkan penyimpangan perilaku yang bisa sangat sangat menyebalkan buat orang-orang disekitarnya karena penderita biasanya  out of control or out of reach, bahkan out of mind dan out out yang lainnya :D