ToBaT SamBeL

30 03 2008

Kayaknya semua orang di belahan indonesia manapun sangat familiar dengan penganan satu ini, yap.. sambel or sambal, hingga banyak bermacam-macam jenis persambalan, dan salah satu ciri khas kenapa disebut sambal karena rasa pedas di lidah meski derajat kepedesannya berbeda-beda he…he.. pokoknya ada pedes2nya deh . Tapi gw bukan mau bahas derajat kepedesan sambel atau kenapa sambal pedes he…he… secara bukan expertnya di bidang kuliner (lieur mode on).

Di tatar sunda sambel bersanding dengan lalapan bahkan tanpa lalapan juga tetep exist,  sering disebut sebagai “panghudang rasa” atau in indonesia-na “pembangkit selera” ya begitulah, orang yang tadinya ga selera makan saat melihat sambal langsung merasa kebutuhan perutnya harus dipuaskan, bikin “rewog” alias “ngamuk makan” (mencatut istilah Pak BR). Wah pokoknya ga ada kapok2nya deh ” coel” “nyoel” “nyolek” si sambel ini.

So hubungannya dengat tobat apa ya (mikir mode on)… he…he…

Disadari atau engga, sebagian kecil atau sebagian besar dari kita (termasuk gw), dalam hal melakukan dosa plus pertobatan diri, sering niru2 philosopy sambel ini, meski pedes tapi ga ada kapok-kapoknya gitu lho,

Saat konsentrasi keimanan kita sedang pekat alias derajat keimanan cenderung naik, kita begitu mengharu biru “asyik masyuk” khusyuk” dalam rengkuhan Sang Khalik, memohon ampunan, tapi gitu deh besok2 saat kondisi iman kita sedang turun (entah karena satu atau berbagai hal), kita masih saja melakukan mistakes or the same mistakes (terjerumus lubang yang sama).

Ya gitu kali ya, kalau ngelakuin hal yang dicap “dosa” seperti makan sambel, meski tahu bakal “medesin/bikin pedes someday “  tapi tu dosa cenderung terulang, mungkin pikiran dangkal ini selalu membisiki “Yang penting entar gw tobat deh” ga sadar kalau tobatnya tobat sambel he..he…

Jadi gimana dong, supaya bisa taubatan nasuha plus istiqomah………?????




Ku tak SuKa Lagu Ini

30 03 2008

Eits pasti langsung pada keingetan lagu Yovie N Nuno kan,  tapi secara gw cuma mendompleng judulnya doang he…he…

Prolognya dulu ya:
Gw keingetan perkenalan kembali gw dengan internet, pertama bersentuhan  dengan internet saat gw nulis skripsi itupun terpaksa karena musti cara bahan dan data pendukung di subjudul “Latar Belakang”, waktu itu gw ga tahu namanya Chatting atau yang lainnnya tahunya browsing to, eh kalau ga salah masih pake MIRC, ga ngerti tahun itu YM dah ada atau lom.

Dan awal pertemuan kembali dengan “Mba Maya (dunia maya red)”, pas setahun sebulan yang lalu, pertama chatting pake YM, sering banget ditanya ” Lo punya fs ga” dan gw bilang ” engga euy, lom bikin” emang ga punya, tapi sebenarnya gw ga tahu apa itu fs/friendster,  sama sekali out of blank deh (kuper banget mode on),  mungkin karena gw orangnya agak gengsian (utk hal2 ttt aja bo…), gw ga mau nanya siapa2, coba cari sendiri deh, sampai akhirnya bisa bikin account sendiri dan isi pernak-pernik di dalamnya, tapi akhir2 ini gw rasanya dah bosen dan tak begitu interest buat utak atik lagi.

Kalo kenalan ma Blog sekitaran 8 bulan yang lalu, itupun tentu saja gw ga tahu apa itu blog, sarua blank pisan euy, akhirnya dengan trial and error gw cb buat,  pertama bikin blog di WP, sampai empat akun (duh maruknya) dan untuk blog ini namanya gw ganti-ganti dari mulai The Real World, Real World, Nenyok’S Blog hingga akhirnya mentok milih kata SENYAWA.

Saat keranjingan bikin blog, gw sempet bikin beberapa 3 akun di blogspot,1 di friendster, 1 di multiply, dan 4 akun di WP he…he.. tapi gitu deh cuma rajin bikin akunnya doang, diisinya sie seenak udel gw aja alias jarang-jarang kalaupun bikin tulisan gw hapus lagi tuh secara jadi ingin malu aja kalau kebaca orang, i dont know why…

Dan akhirnya setelah hampir vakum hampir 6 bulanan, maka dengan kemantapan hati,  gw putuskan untuk selalu mencintai dan setia kepada WordPress (dengan SENYAWA-nya) seorang, hmm ya,  setelah perjalanan panjang dan selingkuh sana-sini :)  blog lainnya gw hapus (rasanya ga rapih aja), ada juga yang tetep gw biarkan sebagaimana adanya, paling tidak buat kenangan, dan postingan2 gw dari blog yang lain yang kira2 cocok gw import ke WordPress sesuai dengan tanggal postingannya. Arrgghhhh…. cangkeul ieu teh :)

Tiba2 ada bisikan (berapa meter sie panjangnya perjalanan loe???, siapa sih loe???penting ya ceritain ini…  Jawab : “Hey suka2 gw dong, secara gw sendiri ga peduli orang mau baca atau engga, penting atau engga hahaha, sana atuh jangan ganggu nie, konsentrasi buyar akh) .

Di blog rasanya ga ada beban, untuk mencurahkan apapun, harapannya sih sharing sesuatu yang berguna baik bt gw sendiri dan syukur bagi orang lain, dan satu lagi, ng-blog ga pake istilah nunggu ” tulisan gw dimuat atau engga” he…he.. wong kita sendiri yang menerbitkan (inget jadul waktu masih di high school, cerpen gw dimuat di mading aja, bangganya setengah mati: dasar oon he…he..)

Wait, apa hubungannya cerita lo yang ga penting ini dengan title di atas” … “Ya ada dong pastinya,  sabar ya peace man!!!!”

Jadi menurut pemikiran tidak intelek gw ini. Go-blog and Do blog adalah salah satu bentuk lagu dalam menjalani hari dan kehidupanku (ciee… sok2 philosophis),  dan gw tegaskan jika ada yang tak suka lagu ini dengan menilai lagu ini fals, gw persilahkan untuk singing lirik ini…..

“Ku tak suka lagu ini, mengapa engkau masih suka…..”

Dan dengan enteng surenteng  gw jawab ” Biarin akh”  :)

Peace for the world, salam hangat selalu dari gw…