MenCari PengHidupan
28 03 2008Melihat kehidupan begitu banyak polah dan warna, di dunia per-blog-an sedang diramaikan dengan issue sensor internet Indonesia, begitu banyak yang pro dan kontra dan begitu banyak argumen terkemuka…. Ah akhirnya mungkin gw hanya bisa pasrah, wait n see, negeri ini memang sudah bobrok sejak awal…..kalau diibaratkan PC negeri ini lebih memilih memakai software dgn sistem dan program yang sering errornya, meski inputnya bagus ( manusia2 cerdas dan pinter misalnya ) mungkin dominan outputnya tetep aja kabur, samar ga jelas… teuing lah…. lieur..
Sutralah, tapi ada yang ga kalah penting juga toh dari sensor internet, yap melihat masyarakat yang begitu susah payah memenuhi kebutuhan dasarnya, secara harga-harga kebutuhan hidup selalu beranjak naik, mungkin bagi kalangan papa boro-boro tahu atau mikirin internet, untuk menyambung kehidupan esokpun entah… Akh I wish i could help
But dari lubuk hati gw yang paling dalam, gw selalu saja terkagum-kagum terhadap mereka2 yang betul betul berjuang mencari sesuap nasi dengan cara yang halal tentunya, tak peduli panas dan hujan, dijalani walau kelihatan letih namun tetap bersemangat dan tegar, memang itu sudah tuntutan hidup ya, tak perlu ada kata malu atau sungkan.
Misalnya gw sering liat pedagang keliling entah itu jual pakaian, sendal dan barang2 lainnya menawarkannya dengan berjalan kaki tanpa penat dan lelah, dan yang selalu bikin gw salut lagi kalau semisal pedagangya masih muda, dibawah umur atau masih usia sekolah yang dipikiran gw ” Mungkin dia ga mampu sekolah, sementara seumuran dia banyak yang sedang menapaki cita-cita, tapi dia dengan susah payah harus menjadi tulang punggung keluarga “ .
Itu hanya sekelumit saja dari banyak cara mencari penghidupan, tapi di mata Tuhan, mungkin mereka lebih baik dan berharga dari pada “kriminal kerah putih” yang duduk terpandang dan terhormat di atas singgasananya. Ok…. ok …i have no rights to judge anything….
Ya cuma sebatas itu yang bisa gw lakukan, dan hanya satu untaian harap “Semoga Tuhan memudahkan saja rizkinya” Amin. I can do nothing right now for them.
Mungkin memang soal penghidupan, kita kadang menganggap rumput tetangga lebih hijau dari pekarangan kita, tapi yang terpenting adalah selalu melihat ke bawah hingga kita selalu bisa berusaha untuk bersyukur. wallahu alam.
Sungguh besar jiwa sosial Anda, kalau saja “pejabat” dinegeri ini berjiwa seperti Anda, fyuh saya yakin negara gemah rimpah loh jinawi, Adil dalam kemakmuran serta makmur dalam keadilan pastilah akan terwujud. Salam kenal dariku.
>>> Ah jangan seperti saya, karena saya ini hamba yang lemah, hanya mampu berkata atau membisu tanpa berkarya.
Ya tentunya harapan kita semua, negara ini dipenuhi dengan keadilan
Salam kenal juga, terimakasih sudah berkunjung..