KeBeNaraN…MutLak or relaTif??
27 03 2008Blogwalking pagi ini baca ttg topik “kebenaran” jadi teringat perkataan dosen gw (waktu masa kul dulu) yang super baik dan lembut (secara dia ga pernah nampakin wajah mengkerut sedikitpun biarpun mahasiswanya suka ada yang ngantuk plus tidur2 merem melek dikit he…he.. .. termsuk gw) namanya lupa tapi wajahnya masih gw inget, eh kalau ga salah Pa Lucky apa Luthfie ya.
Beliau ngajar mata kuliah “Metodologi Penelitian” di akhir sesi selesainya perkuliahn tersebut gw masih aja inget omongan Beliau dengan penuh senyuman dan kebapa’an “Jadi begini ya sodara, bahwa didunia ini tak ada kebenaran mutlak kecuali yang berasal dari Tuhan berupa kitab suci yang diturunkan, kalau untuk muslim ya Al Quran…bla bla bla…” dan gw yang pas kbetulan lagi semangat (soalnya bentar lagi pulang he…he..) cuma-manggut2 mengiyakan dalam hati. Ah Pak lama tak jumpa???, Semoga Alloh merahmatimu ya, Amin.
Tapi di jaman kekinian kok seakan-akan kebenaran itu menjadi relatif semua, even sampai kitab suci pun diragukan kemutlakan benarnya, hingga banyak hal-hal yang tadinya sudah dikategorikan salah kemudian jadi bias dgn mencari pembenarannya agar dianggap benar, Gw merasa kayaknya setiap solusi hidup, semua standar perilaku, budaya, kehidupan sosial, sikap dan semacamnya diserahkan kepada akal pemikiran manusia berdasarkan hawa nafsunya dan bisa ditebak kan, pasti hasilnya akan beda-beda. Tapi manusia dengan kecerdasan akalnya plus mata hati yang terbuka mestinya tak akan sulit membedakan mana kebenaran mutlak dan kebenaran relatif, bukankah begitu???
Entahlah tapi kalau soal agama ( secara gw moslem, alhamdulillah) dan semua aturan didalamnya dari A sampai Z ya tak bisa ditawar-tawar lagi, sudah harga mati merupakan kebenaran mutlak semua hanya soal pilihan, mau ngikutin silahkan, tidak juga its okay, toh yang BENAR dan SALAH sudah begitu jelas. Wallahu alam
Jejak