Tolong Percayai Aku…..
25 03 2008Suatu ikatan pernikahan sudah semestinya terbangun dari dasar saling cinta dan saling percaya. Tetapi jika pasangan anda menunjukkan tanda-tanda tidak jujur, tidak bisa dipercaya, apakah perlu anda memata-matainya? Apalagi kesempatan untuk berkomunikasi hampir tidak ada sehingga membuat pikiran anda kepada pasangan penuh kecurigaan. Tapi sebaiknya anda lakukan beberapa langkah berikut ini.
Jangan pernah ragu untuk percaya karena mempercayai pasangan adalah mutlak adanya. Karena komunikasi dan kerjasama tidak akan terjalin dengan baik jika rasa percaya tidak muncul dalam setiap interaksi. Jika ada yang beranggapan bahwa kepercayaan yang anda jangan 100% maka menandakan bahwa anda masih ragu. Jika anda memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pasangan maka pasangan anda pun tanpa diminta akan berlaku sama pula.
Kepercayaan terhadap pasangan merupakan pondasi awal untuk membangun sebuah mahligai rumah tangga yang kokoh. Memang terkesan klise tetapi sangat besar arti dan pengorbanannya. . Waspada perlu. Jika kepercayaan penuh telah anda berikan tetapi ternyata pasangan anda tidak melakukan hal yang sama maka anda jangan pernah merasa bersalah karena telah bersikap bodoh atau kuno.
Cobalah anda teliti kembali komunikasi anda berdua sehari-hari, apakah komunikasi tersebut hanya untuk memenuhi kewajiban semata. Karena faktor komunikasi itu penting dalam membangun persepsi yang sama, terlebih lagi untuk membangun keharmonisan. Pasangan yang tidak bisa dipercaya sebenarnya sudah bisa anda deteksi dari awal. Saat pasangan anda memberi keterangan atau jawaban tidak pernah tuntas dan bila anda terus mendesak maka dia akan menghindar.
Jika pasangan anda sudah mulai memperlihatkan gejala seperti itu maka anda harus waspada. Tapi jangan sampai anda mengurangi rasa percaya dan mulai memberi peluang pada pikiran negatif sehingga memperkuat rasa curiga.
Yang harus anda lakukan adalah mengintropeksi diri anda. Cobalah anda cari penyebabnya, mengapa pasangan anda tiba-tiba tidak jujur, tidak mau bercerita apa adanya dan hal-hal lainnya. Dengan mengintropeksi diri maka anda bisa menemukan jawaban yang anda butuhkan dan anda bisa memperbaiki keretakan rumah tangga anda.
Sebenarnya hal ini berawal dari komunikasi yang tidak baik.
Jika pasangan yang tidak bisa menerima alasan ataupun pasangan yang sulit memahami arah komunikasi saat diajak biicara, pasangan yang merasa dirinya benar atau pasangan yang tidak dapat dipercaya merupakan kumpulan dari penyebab komunikasi yang tidak bagus. Jika pasangan anda sudah tidak bisa dipercaya lagi maka komunikasi tetap harus terjaga dan pantau terus setiap jawaban yang diberikan olehnya. Bila anda bisa sedikit sabar dan ulet maka anda bisa membuatnya tanpa sengaja berterus terang kepada anda.
Sebaiknya jangan jadi mata-mata. Curiga memang sikap yang paling mudah dilakukan, yaitu protes, bersuara menyelidik dan segala yang dikatakan pasangan ditolak mentah-mentah. Biasanya curiga akan berbuntut memata-matai dan berujung pada kekecewaan. Mungkin pada awalnya anda hanya ingin memenuhi rasa ingin tahu anda atas perbuatan yang dilakukan pasangan anda diluar rumah tetapi lama kelamaan akan berbuntut balas dendam karena anda merasa sakit hati.
Sikap memata-matai sebenarnya hanya akan membuat pikiran anda menjadi sakit dan proses pengembalian kepercayaan pun akan semakin sulit. Hal ini karena kekuatan diri anda sudah terfokus pada pikiran negatif untuk memenuhi rasa sakit hati. Jadi akan lebih baik jika anda hilangkan pikiran negatif agar anda bisa membedakan mana khayalan dan kenyataan. Karena jika ternyata apa yang anda takutkan tidak dilakukan oleh pasangan anda maka hanya akan mengganggu pikiran anda.
Jadi anda harus tetap bersikap positif, intropeksi diri dan ridak memberi peluang pada rasa curiga agar kesembuhan hati anda jadi jauh lebih cepat. Sehingga hidup dan pikiran anda akan jauh lebih sehat daripada anda sibuk memata-matai serta penuh dengan kecurigaan. Semoga berhasil. (disadur dari perempuan.com)
Tags : anak, apa aja, cinta, curhat, Film, hobby, iseng, keluarga, Kesehatan, opini, Prosa-Puisi, Renungan, review, tips
Kategori : keluarga
Jejak