HEY… This is My Body….
22 03 2008Ungkapan ini ga akan asing didengar pastinya apalagi yang sering nonton film-film Negeri Paman Sam atau negerinya Mr Bean dan sekitarnya, adegan ini biasanya ada dalam dialog antara orang tua dan anak, yaitu pada saat orang tua menginginkan suatu perubahan pada anak dalam meperlakukan tubuhnya, Gw inget Quote ini ada dalam satu adegan Film Mr Brooks saat dia meminta anaknya untuk tidak mengaborsi kandungannya (ini bukan inti ceritanya sie tapi, kata-kata ini entah kenapa begitu meninggalkan bekas di pikiran gw).
“Yea its my body, and I can do antything i want with it” Hmm tapi apa benar demikian, tubuh kita adalah mutlak hak milik kita sendiri, sudah suatu fakta yang tak bisa dibantah tubuh atau badan sejatinya adalah suatu materi yang diciptakan oleh Alloh yang kemudian dilengkapi dengan ruh (nyawa) sehingga kemudian materi ini menjadi tampak hidup ditandai dengan bergerak, merasa ya pokoknya semua tanda-tanda kehidupan lah.
Tapi kenapa sepertinya banyak yang lupa bahwa apa yang mereka miliki (jasad dan ruh/nyawa) adalah pemberian dari Sang Khalik yang merupakan amanat yang akan dipertanggungjawabkan sedetail-detailnya kelak. Ya kenapa selalu lupa atau bahkan melupakan (termasuk gw……manusia dan hamba yang lemah ini) sehingga selalu mengklaim, “ini tubuhku dan aku berhak melakukan apa saja” walaupun bisa jadi secara sengaja atau tidak sengaja dampaknya merugikan orang lain even diri sendiri.
Ya itulah manusia yang mungkin sudah lupa hakikatnya, Apalagi kemudian semua jadi berasa sah-sah saja, jika berlindung dibalik baju “hak asasi” dan faham “kebebasan individu” yang malah menjadi rancu karena diterapkan secara membabi buta < padahal babi aja ga buta-buta amat ya
>
Sejatinya hakikat manusia adalah makhluk yang bernyawa yang sudah diberi potensi yaitu akal fikiran (ini juga yang membedakan manusia dengan hewan kan?) dan potensi kehidupan yaitu kebutuhan tubuh atau jasmani yang harus dicukupi (kita menyebutnya dengan kebutuhan primer yaitu makan dan minum dan sejenis itu) dan kedua yaitu naluri manusia.
Potensi manusia (dengan akalnya) dan potensi kehidupan (kebutuhan jasmani dan naluri) yang dimilikinya ini tentunya idealnya berjalan di atas tuntunan yang benar sebagaimana yang difirmankan Sang Pencipta sehingga saat kita menggunakan hati dan tubuh yang kita miliki tidaklah secara mutlak dan sewenang-wenang.
Karena di alam keabadian kelak, bukankah mereka akan berbicara menjadi saksi atas perlakuan kita terhadapnya. Wallahu ‘alam
Note : Yah secara gw mungkin cuma bisa ngomong, tapi paling engga ngingetin diri juga kali ya ![]()
Tags : apa aja, cinta, curhat, Film, hobby, iseng, Kesehatan, opini, Prosa-Puisi, Renungan, review, tips
Kategori : Curahan Hati
Jejak