Efek Ayat-Ayat Cinta

18 03 2008

Ditengah maraknya film-film horor (perhantuan, perpocongan dsb…..)  dan film romance yang dominan menghiasi Perfilman Nasional yang katanya sedang menuju era kebangkitannya kembali setelah mati suri beberapa tahun lalu maka film AAC yang terasa begitu  fenomenal ditandai dengan jumlah penonton yang sudah mencapai dua juta sejak rilis bulan februari lalu, tak pelak AAC begitu membius banyak kalangan hingga tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan pun ramai-ramai menonton dan menganjurkannya kepada masyarakat umum, kesuksesan AAC ini sepertinya akan terus berlanjut mengikuti kesuksesan dari novelnya terdahulu yang sudah jadi Best seller.

Terlepas dari pro dan kontra serta promosi yang jor-joran, film besutan Hanung Bramantyo bisa dibilang seperti menciptakan trend baru dalam  perfilman nasional rasanya belum ada film yang begitu menciptakan magnet yang kuat pada masyarakat hingga ada kalangan yang tadinya bisa disebut anti bioskop (maaf kalau keliru ; misalnya kalangan aktivis dakwah alias para ikhwan dan akhwat; kalau gw masih ikhwit kali  :)    )  ikut berduyun-duyun antri menyaksikan visualisasi dari novel AAC ini.

“Bagaikan Oase di tengah padang pasir”  sepertinya tak salah dialamatkan kepada film AAC, kehadirannya seolah-olah melawan arus (ditengah maraknya film perhantuan/horor/mistis./cinta….) karena isinya begitu sarat  dakwah dan mempunyai muatan-muatan spiritual keagamaan yang begitu kental yang selama ini jarang diangkat sebagai tema film karena mungkin dianggap tidak komersial, tapi kemudian seolah paradigma ini keliru karena terbukti film berbau spiritual ini disukai oleh masyarakat.

Menurut pemikiran gw,, katakan saja gw berhusnudzon meski mungkin terlalu hiperbolis, fenomena AAC bisa jadi tidak terlepas dari keinginan manusia untuk kembali melihat dan menyelami sisi kehidupan spritual yang dijalani dalam kehidupan, ya ditengah-tengah peradaban dan pola hidup manusia jaman kini yang terasa begitu gersang, permisif, hedonis, sekuler dll,  merasa tidak menemukan ketenangan bathin dan kedamaian jiwa karena kering dari kesejukan iman dan pencerahan agama, maka seolah-olah karakter-karakter dalam AAC mewakili sosok-sosok ideal yang didambakan, pola hidup yang lurus yang konsisten menjalankan aturan Illahi serasa terwakili lewat penokohan dan cerita yang disajikan, bisa jadi pada dasarnya, manusia sudah mulai jenuh dengan kehidupan amburadul semacam sekarang (tidak bermaksud men-generalkan karena yakin masih banyak juga manusia2 lurus di bumi ini ditengah hantaman badai sekularisme) dan ingin kembali hidup menyesuaikan diri dengan aturan Illahi.

Tapi apa betul begitu, sebenarnya apa yang kita dapatkan setelah baca novel atau nonton AAC ini, apa benar memberikan perubahan dalam diri kita (seperti motto novelnya sebagai “pembangun jiwa” ) hingga akhirnya jiwa kita tergugah untuk menjadi lebih baik paling tidak ditandai dengan perubahan dalam keseharian, misalnya yang tadinya sholat bolong-bolong , males baca qur’an, suka nongkrong-nongkrong ngabisin waktu ga jelas terus berubah jadi pribadi yang lebih taat dan alim atau lebih jauhnya ternyata jadi tergugah ingin belajar agama lebih dalam dan jadi aktivis dakwah karena punya niat mulia ingin merubah masyarakat (hmm…..Alhamdulillah banget ya kalau begitu)

Atau  nonton AAC cuma ngikutin trend karena takut dibilang ga gaul plus ketinggalan jaman istilahnya secara hari gini ga tahu AAC, wiih norak deh he… he…” trus pas mau nontonnya lu datang berjam-jam sebelumnya ngantre di loket karena takut ga kebagian tiket sampe lu lupa sholat (its the point)  and di kepala masih terngiang-terngiang nyap-nyap bonyok di rumah karena lu lom kerjain tugas-tugas rumah and diamanatin jangan sampai lupa waktu karena keasyikan  nonton dan keluar dari bioskop dengan mata sembab karena kebanyakan nangis terharu plus ribut ceritain kembali ma sohib-sohib gimana tu film mengugah hati dan berencana nonton lagi di pemutaran berikutnya,  but di keseharian selanjutnya loe tetep gitu-gitu aja alias semua ketergugahanmu itu ga ngefek  dalam perilaku selanjutnya  jadi cuma dapat airmata dan hati yang sebatas tersentuh dan terharu :) atau malah jadi bermimpi punya cowok idaman seperti fahri (maunya gitu lho he…he… ada sie tapi mungkin ceweknya juga mesti kayak aisha kali……..kan laki2 yang baik untuk wanita yang baik begitupun sebaliknya. )

So what next……jadi setelah itu apa……..terserah personal masing-masing sesuai dengan option mana diantara dua dampak tersebut. Mudah-mudahan AAC tidak sekedar booming dari segi komersial tapi kemudian menjadikan boomingnya kelahiran pribadi-pribadi baru yang lebih alim dan islami. Amin Ya Rabb. Wallahu’alam




PEMBUNUH DIAM-DIAM

18 03 2008

The Silent Killer!!!!!.  Yap, julukan pembunuh diam-diam rasanya pas untuk penyakit yang satu ini yaitu penyakit ginjal karena pada tahap awal, penyakit ini tidak menunjukan gejala berarti. Penderita baru merasakan ada kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun menjadi 25 persen, bahkan 10 persen pada penderita muda.

Tak ada isyarat dari tubuh yang mengingatkan bahwa fungsi ginjal mulai menurun, kalaupun pada umumnya orang mengatakan pertandanya ditunjukan oleh sakit pinggang tapi bisa jadi itu penyebabnya adalah keram otot atau indikasi adanya batu pada ginjal. Sedangkan pertanda bahwa ginjal sudah ada dalam kondisi berat biasanya mual dan muntah-muntah.

Ginjal sangat berguna untuk membersihkan darah dari racun dan berbagai zat hasil metabolisme yang tidak diperlukan tubuh. Hasil pembuangan ginjal ini berbentuk urine atau air seni. Ginjal juga berfungsi mempertahankan kadar cairan tubuh dan elektrolit, mengatur tekanan darah, mengatur kadar kalsium pada tulang dan mengatur produksi sel darah merah.

Gagal ginjal terdiri atas dua jenis yaitu:
• Ginjal Akut yaitu penurunan fungsi ginjal yang mendadak (akut), tahap ini membuat aliran air ke ginjal berhenti dan membuat gibjal gagal menjalankan fungsinya, dan untungnya gagal ginjal masih dapat disembuhkan secara total
• Gagal ginjal kronis, jenis ini ga bisa disembuhkan, si penderita akan sangat tergantung pada mesin untuk melakukan pencucian darah guna membersihkan racun-racun dalam tubuhnya, atau setelah itu bisa dilakukan cangkok ginjal (selain mahal juga susah juga kali dapat organ yang cocok). Gagal ginjal kronis ini terbentuk oleh kebiasaan makanan yang tidak sehat misal jeroan atau jengkol.

Note : Buat penyuka jengkol and jeroan mendingan dikurangin deh atau berhenti deh serem kan resikonya :)

So penting banget kan memelihara organ tubuh yang satu ini, soale rata-rata harapan hidup penderita gagal ginjal kronis ini adalah 1 sampai 3 tahun aja, meski bisa lebih lama tapi harus bergantung terus menerus pada proses cuci darah yang biasanya dilakukan seminggu 2-3 kali, dan biaya buat cuci darah ini ga murah kalau dihitung-hitung duit sekarang ya sekitar 3.2 jutaan per bulan (kalau ingin selamat ya seumur hidup, bayangin aja berapa duit yang mesti dikeluarin setahun, dua tahun……… oh tidak!!!!).

Tips-tips berikut untuk pasien gagal ginjal supaya tetap bisa bersahabat dengan penyakit yang satu ini :
• Menkonsumsi makanan bergizi, yang mengandung protein tinggi.
• Kurangi makanan yang mengandung kalium tinggi misal pisang ambon karena bisa menyebabkan jantung berhenti mendadak
• Mengontrol pemasukan air dalam tubuh, terlalu banyak minum bisa membuat sesak nafas
• Ada penderita yang karena mau melakukan cuci darah terus makan yang banyak , cara ini tentu saja tidak benar, semakin disiplin mengontrol makan dan minum, kian panjang harapan hidup.

Tips bagi yang memiliki ginjal yang masih sehat :
• Minum air putih setiap hari sebanyak 1,5 hingga 2 liter. Tapi memilih air minum juga mesti hati- hati ya secara sekarang banyak air yang sudah tercemar polutan seperti zat besi yang justru bisa memperberat kerja ginjal untuk menyaringnya (bagusnya tiap bangun tidur di pagi hari cepet minum air putih yang dua gelaslah ada yang menyebutnya ini salah satu cara terapi ginjal)
• Jadikan jeroan dan jengkol sebagai musuh utama
• Hati-hati terhadap obat dan suplemen herbal, sebelum mengkonsumsinya sebaiknya tanya dokter dulu ya
• Jangan mengkonsumsi obat pelangsing yang KATANYA bisa menurunkan berat badan secara instan. Mending olehraga dan diet aja, itu jauh lebih aman
• Setiap mengkonsumsi obat tertentu mesti atas saran dokter and terlalu mengkonsumsi banyak vitamin juga bisa nurunin fungsi ginjal
• Jangan menahan kencing, karena itu isyarat tubuh bahwa sudah saatnya racun-racun dikeluarkan
• Periksa urine tiap 3 bulan sekali, ya paling sekitar 20 rebu perak aja biayanya, tapi bisa menyelamatkan ginjal kita lebih dini.  ( Oh ya gw lupa baca dimana tapi katanya indikasi minum dah cukup atau engga bisa dilihat dari warna urine, coba dicek aja kalau pas pipis warna urine-nya bening/putih berarti dah cukup minum kalau berwarna semisal kuning berarti masih kurang tuh minumnya atau mgkn kebanyakan minum yang berwarna)

Catatan:
Postingan ini bukan bermaksud gw sok tahu soal ginjal, entah kenapa pagi ini aku teringat adik iparku (perempuan) yang meninggal saat naik kelas 3 SMU karena gagal ginjal kronis yang dideritanya.

Masya alloh ada sedikit sesalan karena gw lom sempet  bertemu lagi dan ada di sampingnya saat dia sakit hiks-hiks (menghapus airmata…). meski dia adik ipar tapi dia deket  ma gw karena emang gw ga punya saudara perempuan, kenangan yang gw inget yaitu pada waktu tidur bareng ma dia terus dia jatuh dari dipan gitu tapi gw malah ngetawain dan dia juga juga ketawa2 (rasanya lucu banget) , trus waktu gw bantuin dia  bikin persiapan buat ospek masuk SMU dan masih banyak lagi, dah kayak sohiban deh ma adik ipar gw itu.

Ya Alloh tempatkan dia disisimu, ampunkan segala dosa2nya. Amin Ya rabbal Alamin  

Tapi yang jelas diatas semua itu tentu aja gw cuma ngingetin diri sendiri dan pembaca semua bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? dan soal usia tentu saja hanya Yang Kuasa pengendalinya :)