First kiss……. hmm yummy…
15 03 2008Tags : apa aja, cinta, hobby, iseng, opini, Renungan, review
Kategori : Iseng-Humor
Insya Alloh resep ini dijamin manjur untuk menghindari dan mengobati penyakit, penghianatan, perselingkuhan, kebohongan dan sejenisnya. Amin
BAHAN :
-1 pria takut Alloh
-1 wanita takut Alloh
-100% Komitmen,
-2 pasang restu orang tua,
-1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
-20 galon doa,
-1 balok besar humor,
-25 gr rekreasi,
-2 sendok teh telpon-telponan,
@Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat
mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH,
walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang
menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap”IMAN, IBADAH & KASIH SAYANG” yang telah mendapatkam penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
CARA MEMASAK:
1. Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
2. Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu dan Alloh
3. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.
@Kue siap dinikmati.
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa galon doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta.Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya 100% Halal koq! ![]()
Kissing menurut sejumlah ‘pakar’ — tanpa ada kejelasan gender — konon didefinisikan sbb:
Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dimana jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol
Dosen Kimia:
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati
Dosen Mikrobiologi:
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual dalam air liur.
Dosen Biologi:
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularisoris dalam keadaan kontraksi.
Dosen Ekonomi:
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar drpd penawaran.
Dosen Statistik:
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut:36-24-36.
Dosen Teknik:
Ciuman? Apa itu..?
Dosen Elektro:
Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat…
Dosen Kedokteran:
Ciuman adalah proses pendiagnosaaan fisik secara langsung yang berakibakan
aliran darah ke organ reproduksi meningkat
Dosen Psikologi:
Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan….
Dosen Program Komputer:
If kiss >= Hot then go to bed room else go to bathroom end.
Dosen Seni :
Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama
Guru Olahraga :
jika berciuman berkategori sangat hot,sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking)
Dosen Ilmu Politik (ilmu transformasi konflik):
ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik
dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution: “semua senang,semua nyaman..semua melayang)
Dosen Matematika (Teori kemungkinan) :
Ciuman itu gambling, sekarang nyium Tinggal tunggu balasannya, digampar atau dibalas cium…
Dosen olahraga (again) :
Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk “olahraga” yang lebih berat….
Dosen kewiraan :
Ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Dosen Bahasa Indonesia:
Ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar “cium” yang mendapatkan akhiran “an”.
Pakar Seksologi :
Ciuman adalah suatu teknik rangsangan dan pemanasan (foreplay) dimana tahapan ini menyentuh titik titik rangsangan di seluruh tubuh…
Source;forwarded email
Setiap bangun tidur dan membuka mata, yang terucap adalah kalimat syukur bahwa Allah masih mengizinkan diri ini kembali melihat fajar. Merasakan hembusan angin pagi yang menerobos celah jendela, dan menjumpai semua yang semalam terlihat sebelum mata terpejam masih seperti sedia kala, tidak ada yang berubah.
Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di gerbang mungil menuju arena perjuangan kehidupan. Dengan tuntunan-Nya lah diri ini tak melangkah ke jalan yang salah, tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang, tak memamah yang tak halal, tak mendengar yang batil, dan tak banyak melakukan yang sia-sia. Karena setiap waktu yang terlewati pasti akan ditagih tanggungjawabnya. Lantaran semua jalan yang dilalui akan dimintai kesaksiannya atas diri ini. Dan sebab seluruh indera ini akan diminta bicara tentang apa-apa yang pernah tercipta.
Hari ini, masih ada lalai terbuat. Masih juga lengah sehingga khilaf tercipta. Meski segunung tausyiah pernah didengar, mulut ini masih terselip berucap dusta, saringan telinga ini tetap tak mampu membendung suara-suara melenakan, dan masih saja ada perbuatan yang salah, walau itu dalam bingkai alpa. Padahal, di setiap terminal ruhiyah, sedikitnya lima kali sehari lidah ini berucap, tangan ini tertengadah, dan mata menitikkan butir bening, seraya memohon perlindungan dari Allah dijauhkan dari salah dan dosa. Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat.
Setiap hari menangis, setiap hari meminta ampunan, setiap hari berbuat salah. Hari ini mencipta dosa, esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata, menyusun kalimat doa, menganyam pinta semoga Allah menghapusnya dalam sekejap. Detik ini berbuat salah, terlalu lama menghapusnya, bahkan kadang lupa. Padahal, bisa saja sedetik kemudian diri ini tak lagi sempat memohon ampunan. Lupakah bahwa waktu sangat cepat berlalu. Lupakah pula bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesiaan yang nyata?
Bagaimana jika hari esok tak pernah datang, padahal baru saja seharian ini berenang di lautan dosa. Padahal belum sempat menghapus noda hari ini, kemarin, sepekan yang lalu, setahun lalu, dan bertahun-tahun yang lalu. Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita setelah sepanjang malam terlelap? bagaimana jika perjumpaan dan canda riang bersama keluarga semalam adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok harinya ruh ini melihat seluruh keluarga menangisi jasad diri yang terbujur kaku berkafan putih.
Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat, tak seperti biasanya dari timur? Padahal hari ini lupa menyebut nama-Nya. Padahal di hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti oleh lidah dan tindakan kita. Sudah terlalu lama tak mencium kaki orang tua mencari keridhaannya, walau tak terhitung salah diri. Belum lagi sempat berderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering kita banggakan.
Dan jika memang esok tak pernah datang. Sungguh celakalah diri ini. Benar-benar celaka, bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup. Bila belum mendengar ungkapan maaf dari orang-orang yang pernah terzalimi, bila belum menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain, bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan khilaf yang tercipta.
Maka, saat pagi ini Allah masih memperkenankan diri menikmati fajar, mulaikan hari dengan kalimat, “Terima kasih, Allah.”
(Source:kiriman via email)
Jejak