LINGKARAN SETAN

12 03 2008

Mengamati sinetron yang lagi ramai tayang di TV sekarang, kok kayaknya gw lihat temanya seragam, ya semacam cerita cinderella gitu deh, gadis miskin atau gadis biasa bertemu lelaki kaya dan bisa ditebak si gadis berhasil mendapatkan cintanya atau akhirnya ternyata si gadis adalah anak orang kaya yang terbuang, rasanya klise dan telenovela banget ya, tapi itu dia kenyataannya dan memang banyak disukai.

Ga berlebihan rasanya kalau sinetron-sinetron ini disukai karena begitu menjual mimpi, memberi harapan, ya mungkin di tengah kehidupan yang makin menyesakan dada, sinetron jenis begini terutama buat perempuan terutama ibu-ibu yang banyak spend time di rumah merasa sangat terhibur karena sadar ga sadar mereka merasa harapan mereka serasa terwakili dengan tokoh wanita dalam sinetron itu, secara perempuan mana yang tak ingin dapat pasangan kaya gitu loh (jadi matre adalah lumrah kan :) ), so menontonnya jadi merasa terbuai mungkin juga sambil berangan-angan “ duh seandainya aku seperti dia” , kalau gw pribadi sih ogah soalnya dilihat-lihat nangis mulu tuh, udah gitu rasanya masalah yang dihadepin banyak banget plus tokoh-tokoh itu selalu punya musuh bebuyutan yang tiada henti-hentinya memberikan ancaman ( halah begitu dramatis bukan).

Padahal dalam realitasnya hampir ga ada kali, lelaki/perempuan kaya yang suka dengan gadis /lelaki miskin, bukankah ga semudah itu mereka bisa connect  secara semua ending sinetron-sinetron itu biasanya diakhiri dengan pernikahan ; dan mereka hidup bahagia selama-lamanya”  betulkah begitu?, apa setelah menikah dijamin bahagia plus ga ada masalah sebagaimana saat memperjuangkan cinta, bagaimana si miskin harus beradaptasi dengan pola hidup si kaya dan bagaimana si kaya akan memperlakukan si gadis/lelaki miskin yg dicintainya dengaan segala kekurangan (repot kali harus berfungsi sebagai suami/istri sekaligus guru dalam berbagai hal ya secara komunikasi mesti nyambung kan), ya itulah pertanyaan besarnya????.

Tapi terserah lah, namanya juga jualan mau seperti apapun temanya mungkin dianggap-sah-sah aja, tapi kalau boleh berharap, maunya acara TV itu ( dari abis mahgrib malah sampai hampir tengah malam) jangan sinetron melulu atau cara-acara reality show yang ga jelas juntrungannya, entah ajang mencari bakat entah ajang narsis dah ga bisa dibedakan lagi, kalaupun sinetron ya tolonglah yang bisa lebih mendidik dan memberi pencerahan terhadap masyarakat termasuk gw yang masih “stupid” ini, meskipun berniat menghibur tapi berilah juga masyarakat kita ini tontonan yang mendidik, Jadi bisa terhibur sekaligus terdidik, asyik ga tuh.

Mungkin beberapa acara yang menurut gw punya muatan bagus semisal kalau sinetron “Kiamat sudah Dekat, Para Pencari Tuhan”  dll (mungkin ada yg mau kasih masukan)lainnya misal “Si Bolang, Laptop Si Unyil, Jejak Petualang” dan kalau untuk pure komedi, hmm  ”Extravaganza” tuh keren, kadang gw sampai terheran-heran, tuh penulis scriptnya hebat banget selalu aja ada ide, ck…..ck….ck….. salut deh.

Finaly ga bisa dibantah, idealisme mendekati 100 % itu hampir utopis (baik dari media maupun masyarakat sebagai konsumen) secara semuanya motifnya nyari duit so selera masyarakat jadi alasan utama (berarti masyaratnya juga kali yang tak ingin terdidik ), seperti lingkaran setan, siapa bisa menyalahkan siapa, entahlah………..(mode on: bingung ga ngerti, sambil mikir ga jelas he…he..).


Tindakan

Information

Satu tanggapan ke “LINGKARAN SETAN”

12 03 2008
kabarihari (16:38:46) :

duh membosankan banget sinetron2 sekarang, coba masih kaya jaman dulu sinetron di TVRI, apalagi kalo yang diputer di Pekan Sinetron.

>>> hooh, jadi comment yang pantes buat sinetron kita adalah : CAPE DEH !!!! he…he…

Tinggalkan komentar

Anda dapat gunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>