Serial Jadul

12 03 2008

Entah kenapa, gw jadi keinget dan terkenang serial TV jaman dulu  di TVRI sekitaran tahun 86-an lah gw masih SD tuh, kenapa TVRI ya soalnya waktu itu di kampung  gw cuman bisa nonton TVRI walaupun listriknya bukan dengan PLN tapi pakai Accu (baca; aki)  yang suka dicharge dengan distrum (gw ga tahu istilah tepatnya), ya pokoknya gitu deh kalau Aki-nya mulai habis tuh layar TV menciut dan daku sangat kecewa dan bisa uring-uringan palagi kalau lagi nonton acara kesukaan yg lagi seru-serunya, duh musti tunggu  buat dibawa ke tukang strum dan butuh waktu sekitar 4 jam lebih ngechargenya.

Ya baru punya TV sendiri yang super tebel dan hitam putih pula di bingkai  kayu mereknya SHARP itupun dapet nyicil dari sepupu gw yg tinggal di jakarta (buka rahasia nie;jadi ingin malu)  rasanya seneeeeeeeeng banget serasa dapat lotere he..he.. dan ternyata  tuh TV kasih banyak kenangan dan dampak besar buat gw  karena akhirnya sampai sekarang gw jadi maniak nonton nie :), terutama film2 yang berbau horor, thriller, psikologi ya semacam itu deh. so apa yang kamu suka ??? :)

Oh ya balik lagi ke serial kesyangan gw, yang menurut otak anak kecil gw waktu itu rasanya keren dan very very bagusssss (inget cinta laura nie..) dan gw ga pernah dilarang nntn tayangan apapun ya mungkin karena awal-awal nontonnya jg numpang di tetangga…..jadi cuma sebentar tapi gw selalu berusaha ngikutin tuh serial.

Nie yang gw inget:
Border Town
Twin Peaks
The Bold And The beautiful
Sledge Hammer

Street Hawk
Ohara
Friday The 13
(ini kalau ga salah gw dah SMP, i really love this serial…horror, mistik tapi smart..)
Swans Crossing (ini gw SMU)
Robocop
Vicky The Viking
(kalau dia mikir suka gosok-gosok pinggir batang idung pake telunjuknya tuh )
Abbot and Costello (Kartun Gokil abiz)
Flora dan fauna
Keluarga Rahmat (Tokoh Jojo yang diperanin Dede Yusuf=natural banget keren lah )
Sartika (Ini baru2 gw punya TV , rumah kayak bioskop, seminggu pertama tetangga membludak nonton di rumah gw……..Tokoh utamanya Dwi Yull ma Dwi Yan)
Fun House (kuis kalo ga salah)
Our House
(masih inget Chad Allen……..)
Kura-Kura Ninja

Kayaknya masih banyak cuma ga inget semua, tapi swear deh, kalau bisa gw mau nonton lagi terutama Twin Peaks (secara gw ga tahu endingnya keburu stop tayang….hiks hiks… tega amat sie) ma Friday the 13 juga masih inget kan ma tokoh Jack yang berjanggut itu.

Kalau ntar malem ada bintang jatuh mau “make a wish” , tapi siapa juga yang kan peduli dan mengabulkannya, btw buat pembaca ada yang tahu ga store yang sell CD beberapa serial di atas, mungkin bisa kasih tahu alamatnya :)

maksih ya sebelumnya……tapi apakah ada yang  kangen semua serial itu seperti diriku (tanda tanya…..).




LINGKARAN SETAN

12 03 2008

Mengamati sinetron yang lagi ramai tayang di TV sekarang, kok kayaknya gw lihat temanya seragam, ya semacam cerita cinderella gitu deh, gadis miskin atau gadis biasa bertemu lelaki kaya dan bisa ditebak si gadis berhasil mendapatkan cintanya atau akhirnya ternyata si gadis adalah anak orang kaya yang terbuang, rasanya klise dan telenovela banget ya, tapi itu dia kenyataannya dan memang banyak disukai.

Ga berlebihan rasanya kalau sinetron-sinetron ini disukai karena begitu menjual mimpi, memberi harapan, ya mungkin di tengah kehidupan yang makin menyesakan dada, sinetron jenis begini terutama buat perempuan terutama ibu-ibu yang banyak spend time di rumah merasa sangat terhibur karena sadar ga sadar mereka merasa harapan mereka serasa terwakili dengan tokoh wanita dalam sinetron itu, secara perempuan mana yang tak ingin dapat pasangan kaya gitu loh (jadi matre adalah lumrah kan :) ), so menontonnya jadi merasa terbuai mungkin juga sambil berangan-angan “ duh seandainya aku seperti dia” , kalau gw pribadi sih ogah soalnya dilihat-lihat nangis mulu tuh, udah gitu rasanya masalah yang dihadepin banyak banget plus tokoh-tokoh itu selalu punya musuh bebuyutan yang tiada henti-hentinya memberikan ancaman ( halah begitu dramatis bukan).

Padahal dalam realitasnya hampir ga ada kali, lelaki/perempuan kaya yang suka dengan gadis /lelaki miskin, bukankah ga semudah itu mereka bisa connect  secara semua ending sinetron-sinetron itu biasanya diakhiri dengan pernikahan ; dan mereka hidup bahagia selama-lamanya”  betulkah begitu?, apa setelah menikah dijamin bahagia plus ga ada masalah sebagaimana saat memperjuangkan cinta, bagaimana si miskin harus beradaptasi dengan pola hidup si kaya dan bagaimana si kaya akan memperlakukan si gadis/lelaki miskin yg dicintainya dengaan segala kekurangan (repot kali harus berfungsi sebagai suami/istri sekaligus guru dalam berbagai hal ya secara komunikasi mesti nyambung kan), ya itulah pertanyaan besarnya????.

Tapi terserah lah, namanya juga jualan mau seperti apapun temanya mungkin dianggap-sah-sah aja, tapi kalau boleh berharap, maunya acara TV itu ( dari abis mahgrib malah sampai hampir tengah malam) jangan sinetron melulu atau cara-acara reality show yang ga jelas juntrungannya, entah ajang mencari bakat entah ajang narsis dah ga bisa dibedakan lagi, kalaupun sinetron ya tolonglah yang bisa lebih mendidik dan memberi pencerahan terhadap masyarakat termasuk gw yang masih “stupid” ini, meskipun berniat menghibur tapi berilah juga masyarakat kita ini tontonan yang mendidik, Jadi bisa terhibur sekaligus terdidik, asyik ga tuh.

Mungkin beberapa acara yang menurut gw punya muatan bagus semisal kalau sinetron “Kiamat sudah Dekat, Para Pencari Tuhan”  dll (mungkin ada yg mau kasih masukan)lainnya misal “Si Bolang, Laptop Si Unyil, Jejak Petualang” dan kalau untuk pure komedi, hmm  ”Extravaganza” tuh keren, kadang gw sampai terheran-heran, tuh penulis scriptnya hebat banget selalu aja ada ide, ck…..ck….ck….. salut deh.

Finaly ga bisa dibantah, idealisme mendekati 100 % itu hampir utopis (baik dari media maupun masyarakat sebagai konsumen) secara semuanya motifnya nyari duit so selera masyarakat jadi alasan utama (berarti masyaratnya juga kali yang tak ingin terdidik ), seperti lingkaran setan, siapa bisa menyalahkan siapa, entahlah………..(mode on: bingung ga ngerti, sambil mikir ga jelas he…he..).




Apocalypto

12 03 2008

aaapoo.jpg

Nonton Apocalypto serasa dibawa ke dunia lain, dunia yang kebanyakan orang bilang miskin peradaban tapi menurutku justru mereka punya peradaban yang sangat khas dan berkarakter, entah itu setting atau storynya berdasarkan keadaan yang mendekati realita sebenarnya atau murni khayalan, tapi jujur aku sangat terhanyut dan tak bisa berhenti untuk menontonnya, malah sampai kuulang lagi.

Its very great movie, n buat Rudy Youngblood si Jaguar paw, you really make it real. salut lah two thumbs up, ini cerita epik yang benar-bener apik mulai dari penokohan dan kostum, make up and penghayatan penokohannya, meski ga dipungkiri tema ceritanya sederhana namun pesan yang disampaikan sangatlah jelas yaitu bagaimana seseorang berusaha untuk tetap hidup dengan melewati segala rintangan demi kembali kepada orang-orang yang dicintai, demi mempertahankan hak hidup.

Nyata sekali sisi kemanusiaan yang ditonjolkan, meski yang kufahami suku-suku terasing itu kadangkala melakukan ritual-ritual yang mungkin menurut manusia sekarang sama sekali ga logis dan menjijikan namun di balik itu philosophy yang mereka miliki sangat menyentuh dan dalem banget, sangat menjunjung kebersamaan, kedamaian cinta dan ksih sayang, so romantic life.

Dibalik segala ritual peribadatan dari peradaban yang mereka miliki intinya adalah menunjukan bahwa secara universal manusia pada dasarnya punya fithrah dan naluri yang sama karena memang Alloh sudah menganugerahkannya pada setiap manusia yaitu  naluri memper-Tuhankan (mensucikan/memuja) sesuatu, naluri seksual untuk melestarikan keturunan dan naluri mempertahankan diri (eksistensi diri), ya itu pasti semua manusia memilikinya meski kemudian diejawantahkan dalam berbagai bentuk keyakinan, pola hidup atau peribadatan yang disesuaikan sesuai dengan pemahaman dan kebudayaan masing-masing.

Setelah nonton Apocalypto, terbersit juga dalam pikiranku apa mungkin ada kebudayaan yang begitu dangkal, dimana manusia dijadikan pengorbanan (sacrifice) dengan begitu mudahnya, kemanakah hati nurani itu, mungkin wajar karena itulah keyakinan mereka yang diturunkan secara turun temurun, kita merasa aneh karena kita menganggap itu tidak sesuai dengan budaya kita.

Tapi menurutku Apocalypto sangat menghibur (memacu adrenalin dan sampai membuat menangis juga nih) dan persepsi apapun dikembalikan jg pada pemahaman penonton, akupun hanya beropini sebagai orang awam yang memang suka nonton to. :)  just watch it ok!!!!