Siapa penunggu setia….

8 03 2008

“Apa ada yang setia di dunia ini melebihi “Kematian” ? ” jawabnya  “tak ada” karena dia akan dan pasti menunggu di ujung waktu, tak peduli apa dan siapa, sudah siapkah kau dijemputnya????




Maaf….

8 03 2008

forgiveness.gif

Pernah ga sie kita ngerasa bosan memaafkan orang lain, terutama dari orang yang sama dengan kesalahan yang sama pula, fiuh apa itu ga bikin cape tuh. Urusan maaf memaafkan menurut hemat gw bukan cuma sekedar di mulut doang bukan sekedar ucapan semata tapi punya makna yang sangat mendalam, jangan kemudian kata maaf diobral-obral untuk dengan mudahnya mendelete kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat dan kemudian merasa plong dengan minta maaf tapi di lain waktu dengan mudahnya juga yang buat kesalahan lagi apalagi with same mistake waduh cape deh, nanti malah yang dimintai maaf juga jadi sebel and ngerasa disepelekan, alih2 ingin memaafkan tapi yang ada malah bisa menyimpan dendam tuh, dan akhirnya yang meminta maaf dan dimintai maaf jadi sama-sama ngobral kata maaf, so akhirnya yang jdi pertanyaan adalah tuluskah kata-kata maaf baik dari si peminta maaf maupun dari yang dimintai maaf, :-?.

Apa sih sebenarnya makna kata maaf itu, dari sumber yang gw baca, “Permintaan maaf mempunyai arti bahwa kita menyesali kesalahan yang kita perbuat yang melukai hati orang lain dan kita berjanji (berkomitmen) pada diri kita untuk tidak mengulanginya meskipun dalam cara maupun bentuk lain. Yang perlu diingat, kita jangan mengobral kata maaf atau menggampangkan, misalnya kita berkali-kali berbuat salah lalu kita dengan entengnya berkali-kali minta maaf tanpa upaya untuk memperbaiki diri. Jadi, kita pun harus berusaha supaya permintaan maaf kita itu dipercaya orang lain bukan kata-kata obralan yang hanya diucapkan sebatas bibir saja.”.
Ah tapi bagaimana kalau kita dihadapkan pada persoalan yang berat misalnya penghianatan, kebohongan, perselingkuhan, atau pembunuhan, apa akan begitu mudah kita mengucapkan kata maaf dan memberi maaf, wah klo itu pasti mikirnya lama kali J, so apa gunanya polisi kalau kata maaf itu sudah mujarab (jadi inget kata2 Da Ming Tse di meteor garden he..he..). Ah serba salah memang ya, kalau masih ada perasaan marah or dendam pastinya itu sih belum betul-betul ikhlas memaafkan ya.
Yah urusan maaf memaafkan ini gampang-gampang susah ya, balik juga ke pemahaman pribadi masing-masing memaknai esensi kata maaf itu sendiri. Tapi menurut pendapat gw sih klo ingin hidup tenang, aman dan damai mendingan jadi orang yang pemaaf ya, seorang pemaaf yang tulus, tanpa pamrih tidak peduli orang yang meminta maaf seperti apa, kalau Alloh aja Maha Pengampun kenapa kita sebagai makhluknya yang lemah dan tidak sempurna menyombongkan diri dengan simpan rasa dendam. Wallahu Alam.