Ohh sepi…..
6 03 2008Bicara soal kesepian, mungkin sudah jadi hal yang lumrah dan banyak dialami oleh kebanyakan orang baik laki-laki atau perempuan ga mandang lajang or yang udah punya pasangan, tapi sebenarnya apa sih artinya kesepian ini, menurut ahli psikologi Kesepian adalah keadaan yang didefinisikan sebagai perasaan kekurangan (deficit) dalam hubungan sosial yang menyediakan kesempatan untuk keintiman atau kedekatan emosional dan persahabatan (Stokes & Levin, 1986). Kesepian berasal dari kesenjangan antara kebutuhan atau dorongan seseorang akan tingkat kontak sosial dengan jumlah kontak sosial yang dimiliki. Kesepian merupakan pengalaman subjektif. Orang dapat sendirian tanpa mengalami kesepian dan dapat kesepian dalam keramaian (Blackwell Encyclopedia of Social Psychology, 1996). Ehm ribet and jlimet juga ya klo ngomong soal kesepian, masih menurut “Akang Stokes and Levin ” ini, Laki-laki menilai kesepian berdasarkan jumlah hubungan sosial. Sementara itu perempuan menilai kesepian berdasarkan kualitas hubungan, seperti dukungan sosial, kedekatan emosional, dan lainnya. Mungkin klo buat perempuan kesepian itu misalnya ga adanya temen curhat, temen share untuk berbagi cerita, pengalaman, kegundahan hati, but klo buat cowok lebih kepada ga ada temen or kurang temen untuk melakukan aktivitas bersama.
Tapi yang ada dalam pemahaman masyarakat pada umumnya kesepian lebih sering diartikan atau cenderung dianggap suatu keadaan tak punya pasangan atau kekasih kasarnya kalau pada perempuan kesepian maka diasosiasikan dengan kurangnya “jamahan laki-laki” uhk dangkal dan kasar sekali ya anggapan itu, padahal itu tadi yang namanya kesepian kan ga melihat dia udah ada pasangan atau engga, klo seandainya kesepian itu dikarenakan ga ada pasangan misalnya pacar atau yang udah married mestinya perselingkuhan itu ga akan ada di bumi ini, ya ga sie :). balik lagi kesepian itu lebih kepada apa yang dirasakan seseorang karena dia merasa ga bisa dapat sesuatu dari kehidupan sekelilingnya baik secara sosial atau emosional (yang buat dia merasa hidup, penting, dibutuhkan), misalnya dia merasa ga dimengerti, merasa ga ada orang yang bisa dijadikan sandaran, hatinya merasa kosong dan hampa. secara teori, mestinya itu tak terjadi jka kita berusaha lebih religius dalam menyikapi segala msalah kehidupan, karena kita punya sandaran yang jelas yaitu Sang Pencipta, dia yang beri kita segala rasa so kenapa kita ga kembalikan and pasrahkan lagi semua itu supaya kita menjadi lebih tenang. Akh itu dia masalahnya kita sangat tahu bahwa bersama-Nya akan buat kita damai, tapi selalu aja kita merasa gengsi dan malas untuk memulai, So kita mulai deh dari sekarang berakrab-akrab dengan Sang Pencipta, I hope so………
Tags : cinta, curhat, opini
Kategori : opini
Jejak