Cinta Yang Damai

8 02 2008

Jatuh cinta mungkin adalah momen terindah dalam hidup yang dialami setiap insan, perasaan kangen, rindu, merasa sangat tergila-gila bahkan kesal bercampur aduk jadi satu, pada saat itu otak hanya bekerja untuk satu keinginan satu fokus yaitu “memikirkan dia” rasanya tak cukup seluruh kata di dunia ini untuk menggambarkan perasaan orang yang sedang jatuh cinta, benar kalau disebut cinta itu buta karena jika sedang jatuh cinta semua yang kau lihat tentangnya adalah indah, sempurna seakan tak ada cacat but benarkah seperti itu, hmm apa sie yang memicu perasaan jatuh cinta yang begitu kuat, saat teringat tatapannya, wajahnya gerak-geriknya semua membuat kamu tersenyum membuat kamu makin gila dan makin merinduinya, ah dahsyat memang perasaan seperti itu, romantisme yang luar biasa, semua orang pasti melihat kamu jadi pribadi yang lebih ceria, lebih hidup atau mungkin lebih diam dan tertutup, pokoknya pribadi yang berbeda dari sebelumnya, itulah cinta membutakan segalanya, hanya dirinya yang penuhi relungmu, hanya dia yang membuat kamu merasa bahagia, hanya dirinya segalanya pada saat itu.
Banyak hal mungkin yang membuat kita menyukai seseorang, biasanya berawal dari rasa simpati, timbul kekaguman dan akhirnya merasa terkesan dengan dirinya, bisa karena kecantikan atau kerupawanan, kecerdasan, perhatian yang dia berikan, dan macam banyak alasan mengapa kita merasa begitu jatuh cinta, itu karena kita melihat ada hal-hal yang kemudian merasa kita tidak miliki atau sebaliknya yang kita miliki alias merasa ada kesamaan dengan dirinya, hingga kita merasa cocok.
Pada kenyataannya ternyata jatuh cinta itu bisa terjadi berkali-kali bahkan berulang-ulang dan semua sensasinya tetap sama, mungkin itulah kadang yang orang cari saat dia merasa menemukan titik jenuh dengan pasangan hidupnya, namun apakah perasaan seperti itu mesti diperturutkan, tentu saja tidak kan?
Tapi tak ada yang salah dengan perasaan cinta, sangat manusiawi, wajar dan normal jika kemudian di lain hari di lain waktu kita akan selalu terkesan dan mengagumi seseorang yang lain karena sifat dasar manusia yang memang tidak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya kini, selalu ingin mendapatkan lebih dari sebelumnya, tapi kalau hal ini diterapkan pada masalah yang berkenaan dengan pasangan hidup, mungkin sangat tidak baik jika menyelelesaikan masalah kejenuhan dengan solusi menemukan cinta baru atau cinta yang lain.
Tak mudah menjaga hati, tak mudah menjaga cinta, apalagi terhadap pasangan hidup yang sudah lama mendampingimu, meski komunikasi selalu terjalin pada saat-saat tertentu selalu ada perasaan jenuh apalagi kalau kita merasa kok dia sudah berubah, tidak seperti dulu hingga kemudian timbul pikiran untuk mencari sensasi yang lain meskipun awalnya semua hanya keisengan tapi tetap saja hal itu mesti dihindari kan.
Mungkin salah satu cara terbaik adalah kita harus ikhlas, mensyukuri apa yang kita miliki, iman mungkin kuncinya, mengingat-ingat kebaikan dan saat-saat terindah ketika bersamanya. ya apalagi yang kita cari dalam hidup, jika bukan mencari kedamian hati dan kebahagiaan, rasanya rugi jika hidup yang sempit ini hanya dipenuhi hal-hal yang menyedihkan, yang berbau amarah, yang berisi petualangan-petualangan cinta yang mungkin hanya memberikan kebahagian sesaat karena sebenarnya setelah semua itu berakhir kau kembali terjerembab sepi dan hampa, tak temukan kedamaian jika iman tak jadi landasan dalam mengarungi cinta.
Ya rabb, tolong berikan hati ini kekuatan untuk mengarungi cinta pada jalan keridhoan-Mu. amin