CINTA dan NAFSU
23 08 2007Bagaimana sebenarnya mencintai dan merasakan cinta, apakah mencintai mesti tanpa syarat, kadang kita denger ungkapan kan “cintailah aku tanpa syarat” bagaimana mungkin ya, padahal banyak sekali pernik-pernik dalam soal cinta tentunya cinta disini adalah cinta dalam konteks cinta antara dua orang dewasa alias cinta romantik.
Coba tengok puisinya Sapardi Djoko damono “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Rasanya ga mesti muluk-muluk dalam hidup ini, buat aja sesimple mungkin, tapi kadang hati berbicara lain apalagi jika sudah menyangkut soal cinta, sebenarnya klo dipikir-pikir gampang kan untuk merasakan cinta, jadi sebenarnya tidaklah sulit untuk siapapun untuk merasakan jatuh cinta, apalagi bagi perempuan, mungkin dengan diperhatiin dikit aja bisa langsung serasa melayang-layang, sorry bukannya “gender” cuma mungkin karena perasaan perempuan lebih peka so jadi gampang terhanyut gitu deh, bener ga sih??.
Coba bagi yang suka nonton film romance western perhatiin deh, ternyata kadangkala segitu dangkalnya mereka mengartikan cinta, cuma karena sering ketemu, punya hobie dan sifat hampir sama lalu menimbulkan getaran yang sebenernya cuma memperturutkan perasaan dan hasrat ragawi alias nafsu syahwat to, soalnya ujung-ujungnya “having sex” klo dah bosen or ga ada sensasinya ya tinggalin deh. Duh males ga sih klo dah menemui situasi kayak gitu, cinta cuma berakhir di ranjang.
Tapi mungkin karena itu sudah jadi budaya mereka ya ga masalah karena semua orang persepsinya hampir sama, nah kalau kena di kita yang masih menjunjung adat ketimuran dan menjunjung kesusilaan (tapi memang sudah cenderung sekuler), akhirnya menimbulkan benturan dan konflik karena tentu saja banyak yang tidak setuju dengan style relationship seperti itu.
Coba aja dengerin deh celoteh orang-orang yang pacaran jaman sekarang, wuih lumayan sereeem he..he.. , mungkin ada yang pernah denger istilah KNPI alias Kissing, Necking, Petting and Intercouse, ga tahu mesti ngomong apa tapi itulah realitas pacaran jaman sekarang (dan pastinya karena nafsu dong), ga mungkinkan ada dua orang yang sedang merasakan cinta ga punya keinginan atau hasrat untuk paling tidak saling memandang, menyentuh dan lebih jauhnya ya have sex gitu, dengan alasan rasa sayang, suka dan cinta hal itu kemudian seakan-akan jadi syarat dalam berpacaran yaitu mesti melakukan apa yang dimau sang pacar, jangan tertipu deh, terutama buat kaum perempuan.
Ada ungkapan, “laki-laki memberikan cinta untuk mendapatkan seks dan perempuan memberikan seks untuk mendapatkan cinta” duh jangan sampe deh. Semua hal tersebut mungkin salah satunya karena pengaruh budaya barat yang sangat menjunjung tinggi prinsip kebebasan plus kurang kuatnya dasar keimanan kali ya, karena mereka punya slogan “Do everything what you want to… asal ga rugiin orang lain”.
Hmmm bebas, permisif and cenderung hedonis, what everlah, itu pilihan mereka so mereka juga yang akan nanggung akibatnya, dampaknya dah terasa banget kok, mulai dari penyakit menular seksual, tatanan masyarakat yang amburadul, generasi muda yang cuek bebek, terseret arus lebih suka nongkrong with drugs and doing “sex free”, ya kalau mau memperturutkan nafsu manusia yang selalu ga pernah puas dan ingin mencoba segala sesuatu yang menyenangkan, kesannya gaya hidup seperti itu asyik, fun dan memberikan kebahagian, tapi apa bener begitu???.
Tapi yang jelas tantangan banget lah buat orangtua dan anak muda jaman sekarang tentunya untuk mempertahankan diri dan istiqomah, Dont give up lah till the last minute…….
Balik lagi ke soal nafsu, ternyata kenyataannya emang susah ngebedain cinta atau nafsu (dlm lingkup pacaran tentunya), cinta tanpa nafsu rasanya mustahil, karena sejatinya kedua hal tersebut merupakan naluri yang menjadi fithrah manusia sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa, nafsu dan cinta akan selalu saling mengiringi dan melengkapi, tapi yang salah dan disalahin tentunya bukan rasa cinta atau nafsunya itu sendiri, tapi tergantung mau dibawa kemana, dalam wadah seperti apa dan bagaimana mengendalikan cinta dan nafsu yang dimiliki, itu inti masalahnya kan??.
Sebagaimana halnya cinta dan nafsu itu akan jadi suatu dosa jika dilakukan dalam kerangka yang salah, maka cinta dan nafsu (syahwat red) pun bisa menjadi suatu yang berkah, anugerah yang mendatangkan pahala jika dilakukan dan dilandasi dalam kerangka yang benar yaitu pernikahan karena cinta dan nafsu yang melingkarinya berdasarkan pada fondasi yang kuat yaitu keimanan dan cinta kepada Alloh,
Dalam pernikahan, cinta dan nafsu yang dimilki tentunya adalah cinta dan nafsu yang mesti dipelihara dan di pertahankan sehingga akan membuat cinta itu indah, sakral dan syahdu. Amin. duh so sweet ya :). Kalau sajalah kita ini mau sedikit merenung, rasanya semua manusia jauh dilubuk hatinya pasti akan selalu cenderung ingin melakukan kebaikan dan kebajikan karena dengan hal itulah akan membuat hidup ini menjadi lebih bahagia tenang dan damai.
“CINTA adalah bahasa yang abstrak tetapi sulit untuk di mengerti menurut sebagian insan. Tetapi, CINTA juga mempunyai bentuk yang mudah untuk dirasakan bagi sebagian insan yang lain. Wujud atau bentuk CINTA itu bisa di lihat melalui cerminan dari muatan dan nilai yang di munculkannya. Allah sebagai Dzat Yang Maha memiliki CINTA dan memberikan CINTA-Nya kepada insan yang terpilih agar sang pencinta dapat mencintai-Nya”.
cinta dan nafsu sangat tipis sekali berbedaanya dalam hubungan. jika cinta dalam keluarga pasti udah ga perlu lagi ditanya,tapi cinta dalam pacaran misalnya or dalam status hubungan.nafsu padasaat kita dengan pasangan adalah bentuk lain dari cinta dan maka mereka berhubunga sex dengan fun tapi klo nafsu tanpa cinta sama aja orang diperkosa.manusia dihiasi dengan nafsu seprti halnya langit dihiasi bintang bintang tergantung mata kita menilai keindahan dari nya dan mengendalikannya
>>> Setuju banget
Lam kenal ya
MANK CNTA MA NAFSU SAMA YAKZ??
CINTA MENURUTKU INDAH..TAPI KDG KALA CINTA ITU MENYEDIHKAN..APALAGI DISAAT QTA BIZZ PUTUZ PASTI KITA BEBCI BEUD MA TUY COWO..
Cinta dan nafsu ga mungkin dipisahkan, tapi yang paling penting bagaimana membuat cinta dan nafsu itu ada dalam kerangka yang benar sehingga cinta dan nafsu itu akhirnya menjadi sesuatu yang memang harus dipertahankan dan dipelihara, bukan asal diumbar dalam kerangka yang tidak benar misalnya cinta-cintaan plus nafsu dengan bukan pasangan yang syah itu sie bukannya jadi pahala tapi kebalikannya, bener ga
Klo nurut gw sih, cinta & nafsu itu berbeda. Nafsu iitu instinktif badaniah yg related dg hormonal (reproduksi, pertahanan diri, selfishness / ke-aku-an, agressi, dll) pokoknya ” saluran ” energi2 badaniah. Dan fitrah manusia , nafsu itu diberikan oleh Sang Pencipta, sbg energy kehidupan . Sifat nafsu, selalu punya power tapi tdk punya arah dan selalu ‘minta’ direleased.
Sedangkan cinta, kaitannya dg perasaan yg mengacu pd ” referensi ” nilai dlm kalbu (qalb). Sifatnya memelihara, menumbuhkan, terus memberi tanpa minta balasan.
Manusia juga diberi akal, sbg pengendali.
Jadi dinamika nya, energi2 kehidupan yg berupa NAFSU tadi dlm penyalurannya dikendalikan oleh AKAL, romantika nya diwarnai oleh RASA.
AKAL & RASA (termasuk cinta ) dalam ” mengurus ” NAFSU tadi, secara dialogis selalu mengacu pd ‘referensi nilai2′ dalam KALBU.
Jadi kalau kalbu nya kosong,
akal nya gak berkembang, apa mungkin mampu mengendalikan power nya nafsu ? Alhasil nafsu jebol keluar dg sedikit pulasan ” rasa ” se-olah2 cinta …
Salam
@ Gerie : Perasaan cinta adalah nafsiyah manusia yang mestinya bisa dikendalikan akal yang sehat kan?? dan paparan gw diatas lebih ke sebuah realitas kekinian yang membuat cinta itu jadi ajang pelegalan nafsu yang bukan pada t4nya, so quotemu “Alhasil nafsu jebol keluar dg sedikit pulasan ” rasa ” se-olah2 cinta …” tak keliru