Menangis, mungkin itu hal yang sering dan terakhir yang bisa dilakukan saat kata tak bisa lagi terucap, bukan hanya tangisan sedih tapi kebahagiaanpun bisa membawa tangisan. Mengapa selalu ada saat dimana tangisan sajalah yang sangat sering mengisi hari dan waktu yang seharusnya teramat berharga, tapi bagaimana kalau bahkan airmatapun tapi bisa menjelaskan segala rasa yang ada, lalu apalagi yang dapat menggantikan semua itu., apakah itu pertanda matinya rasa, bekunya hati, pengejawantahan dari rasa putus asa. Entah…………….
Menangis yang wajar, menyehatkan jiwa..